alexametrics
27.7 C
Jayapura
Tuesday, 17 May 2022

BERANI BANGET! Novel Bamukmin Sindir Kapolri, Sebut Penjara Isinya Pelaku…

RADARPAPUA.ID— Wasekjen DPP PA 212 Novel Bamukmin memberikan catatan pasca setahun Jendral Listyo Sigit Prabowo menjabat Kapolri.

Dilansir dari Pojoksatu.id, salah satu yang menjadi sorotan Novel Bamukmin yaitu banyaknya ulama yang dibui oleh pihak kepolisian.

“Jika presisi yang dimaksud oleh Kapolri Sigit yaitu prediktif responsibilitas, transparasi dan saat ini yang menjadi sorotan adalah ulama seharusnya tidak ada satu ulama pun yang dipenjara,” kata Novel saat dihubungi Pojoksatu.id, Senin (31/1/2022).

Menurut Novel, presisi yang digembor-gemborkan Polri itu harusnya ulama tak perlu di penjara, mengingat adanya restorative justice.

Sebab yang pantas memenuhi penjara itu hanyalah pelaku kriminalitas bukan para ulama yang saat ini banyak di penjara.

“Penjara itu isinya hanya para pelaku kriminal bukan ulama karena sejatinya ulama itu oposisi yang memang harus berfungsi sebagai kontrol jalanya roda pemerintah,” tutur Novel.

Baca Juga :  Kapolri Minta Forkopimda Maluku Terus Lakukan Akselerasi Vaksinasi Kejar Target

Karena itu Novel meminta agar di masa kepemimpinan Jendral Sigit, Polri jangan sampai diperdaya oleh pemerintah ataupun menjadi alat memukul pihak-pihak yang kritis termasuk ulama.

“Dan inilah yang terjadi direzim ini karena sudah terpedayakannya, para ulama yang menjadi korban kriminalisasi karena menjadi korban kepentingan oligarki,” ujarnya.

RADARPAPUA.ID— Wasekjen DPP PA 212 Novel Bamukmin memberikan catatan pasca setahun Jendral Listyo Sigit Prabowo menjabat Kapolri.

Dilansir dari Pojoksatu.id, salah satu yang menjadi sorotan Novel Bamukmin yaitu banyaknya ulama yang dibui oleh pihak kepolisian.

“Jika presisi yang dimaksud oleh Kapolri Sigit yaitu prediktif responsibilitas, transparasi dan saat ini yang menjadi sorotan adalah ulama seharusnya tidak ada satu ulama pun yang dipenjara,” kata Novel saat dihubungi Pojoksatu.id, Senin (31/1/2022).

Menurut Novel, presisi yang digembor-gemborkan Polri itu harusnya ulama tak perlu di penjara, mengingat adanya restorative justice.

Sebab yang pantas memenuhi penjara itu hanyalah pelaku kriminalitas bukan para ulama yang saat ini banyak di penjara.

“Penjara itu isinya hanya para pelaku kriminal bukan ulama karena sejatinya ulama itu oposisi yang memang harus berfungsi sebagai kontrol jalanya roda pemerintah,” tutur Novel.

Baca Juga :  Peringati HKGB ke-69, Kapolri: Polri Kuat Karena Didukung Oleh Bhayangkari

Karena itu Novel meminta agar di masa kepemimpinan Jendral Sigit, Polri jangan sampai diperdaya oleh pemerintah ataupun menjadi alat memukul pihak-pihak yang kritis termasuk ulama.

“Dan inilah yang terjadi direzim ini karena sudah terpedayakannya, para ulama yang menjadi korban kriminalisasi karena menjadi korban kepentingan oligarki,” ujarnya.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/