alexametrics
26.7 C
Jayapura
Saturday, 21 May 2022

Di Ambang Penjara Seumur Hidup, Kolonel P, Penabrak 2 Sejoli Mendadak…

RADARPAPUA.ID – Polisi Militer TNI Angkatan Darat melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang merenggut nyawa sejoli Handi Hariasaputra (17) dan Salsabila (14).

Berdasarkan pemberitaan Kompas.id, salah satu tersangka, yakni Kolonel P diperiksa kesehatan jiwanya. ”Hari ini (kemarin) ada pemeriksaan kesehatan jiwa,” kata Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD Letnan Jenderal Chandra Sukotjo, Rabu (29/12/2021).

Selain Kolonel P, dua oknum TNI lainnya juga menjadi tersangka kasus ini. Mereka yakni Kopral Satu DA dan Kopral Dua A. Kendati demikian, menurut Chandra, baru kolonel P yang diperiksa kesehatan jiwanya. Menurut dia, tidak semua kasus perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan jiwa. ”Kasus-kasus tertentu saja,” kata Chandra.

Kecelakaan di Nagreg terjadi pada Rabu (8/12/2021). Handi Hariasaputra (17) dan Salsabila (14) tewas ditabrak mobil yang berisi Kolonel P, Kopral Satu DA, dan Kopral Dua A.

Baca Juga :  KASAD Jenderal Dudung: Prajurit Tidak Usah Panik, tak Usah Takut!

Alih-alih dibawa ke rumah sakit, kedua korban justru dibuang ke Sungai Serayu, Jawa Tengah. Handi diduga masih hidup saat ditenggelamkan.

Tiga hari kemudian, Sabtu (11/12/2021), jenazah Handi ditemukan di Desa Banjarparakan, Kecamatan Rawalo, Banyumas, Jateng.

Sementara itu, Salsabila ditemukan di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Cilacap, Jateng. Jaraknya 200 kilometer dari lokasi tabrakan.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman telah menyatakan, ia yang bertanggung jawab atas tindakan tiga anak buahnya. Dudung mengatakan, ia tetap menghormati dan mendorong proses hukum melalui peradilan yang jujur dan adil.(*)

RADARPAPUA.ID – Polisi Militer TNI Angkatan Darat melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang merenggut nyawa sejoli Handi Hariasaputra (17) dan Salsabila (14).

Berdasarkan pemberitaan Kompas.id, salah satu tersangka, yakni Kolonel P diperiksa kesehatan jiwanya. ”Hari ini (kemarin) ada pemeriksaan kesehatan jiwa,” kata Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD Letnan Jenderal Chandra Sukotjo, Rabu (29/12/2021).

Selain Kolonel P, dua oknum TNI lainnya juga menjadi tersangka kasus ini. Mereka yakni Kopral Satu DA dan Kopral Dua A. Kendati demikian, menurut Chandra, baru kolonel P yang diperiksa kesehatan jiwanya. Menurut dia, tidak semua kasus perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan jiwa. ”Kasus-kasus tertentu saja,” kata Chandra.

Kecelakaan di Nagreg terjadi pada Rabu (8/12/2021). Handi Hariasaputra (17) dan Salsabila (14) tewas ditabrak mobil yang berisi Kolonel P, Kopral Satu DA, dan Kopral Dua A.

Baca Juga :  Sudah Lapor SPT Tahunan, Menko Airlangga: Bentuk Kecintaan Kepada Negara

Alih-alih dibawa ke rumah sakit, kedua korban justru dibuang ke Sungai Serayu, Jawa Tengah. Handi diduga masih hidup saat ditenggelamkan.

Tiga hari kemudian, Sabtu (11/12/2021), jenazah Handi ditemukan di Desa Banjarparakan, Kecamatan Rawalo, Banyumas, Jateng.

Sementara itu, Salsabila ditemukan di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Cilacap, Jateng. Jaraknya 200 kilometer dari lokasi tabrakan.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman telah menyatakan, ia yang bertanggung jawab atas tindakan tiga anak buahnya. Dudung mengatakan, ia tetap menghormati dan mendorong proses hukum melalui peradilan yang jujur dan adil.(*)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/