Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Hati-hati! Penipuan Online Berkedok COD Ancam Konsumen, Begini Cara Mengatasinya

Tina Mamangkey • Sabtu, 29 Juli 2023 | 12:35 WIB
Ilustrasi Penipuan COD. (Pixabay)
Ilustrasi Penipuan COD. (Pixabay)

RADARPAPUA - Beberapa waktu belakangan, media sosial diramaikan dengan cerita penipuan online berkedok cash on delivery (COD). Netizen beramai-ramai berbagi kekesalan mereka setelah menjadi korban modus penipuan ini.

Beberapa di antaranya diungkapkan melalui cuitan di Twitter pada Sabtu (29/7).

Salah satu netizen, @egahedrick, menulis di akun Twitternya, "Tadi ibu nelfon ada kurir nganter paket COD, tapi gue gapernah beli online dan gapernah pake pembayaran COD.

Alamatnya bener rumah gue, nama gue, tapi untuk nomor HP yang ditulis nomor HP si penjual. Nomor resinya pas gue cek emang ada juga. Tapi gue gapernah mesen itu paket."

Sementara itu, @vionitaalv juga mengungkapkan pengalaman serupa, "Tolong banget inimah ya penipuan paket COD, sedangkan saya ga merasa pesen barang apapun di online tiba-tiba ada yang nganterin paket COD."

Sistem cash on delivery (COD) memang sering digunakan dalam transaksi online di Indonesia, di mana pembayaran dilakukan tunai saat menerima barang dari kurir pengantar.

Namun, modus penipuan ini kerap dimanfaatkan oleh oknum penjual yang tidak bertanggung jawab untuk menipu konsumen. Para korban menerima paket-paket palsu tanpa sepengetahuan mereka telah melakukan pembelian di platform e-commerce.

Modus penipuan ini biasanya bertujuan untuk meminta pembayaran dalam jumlah besar dari korban. Bahkan, modus tersebut semakin canggih dengan mengatasnamakan pihak-pihak tertentu agar korban merasa percaya.

Untuk menghindari menjadi korban penipuan online berkedok COD, berikut beberapa cara yang dapat diikuti seperti yang dilansir dari website SAP Express pada Sabtu (29/7):

1. Periksa nama dan nomor telepon yang tertera di paket

Hal yang harus diwaspadai pertama kali adalah memeriksa nama atau nomor telepon pengirim serta informasi jasa pengiriman. Bila nomor telepon tidak dapat dihubungi atau bukan jasa kurir yang biasa dipakai untuk pengiriman barang, Anda wajib berhati-hati atau tolak barang yang dikirimkan tersebut.

2. Konfirmasi ke anggota keluarga 

Jika memesan paket COD, usahakan konfirmasi nama toko dan harga yang harus dibayar kepada anggota keluarga yang ada di rumah agar terhindar dari penipuan. Jika tidak sesuai dengan barang yang dipesan, itu adalah modus penipuan.


3. Berani menolak dan kembalikan barang

Jika ada kejanggalan pada identitas yang tertera di paket dan Anda sudah mendapat konfirmasi lengkap dari keluarga bahwa tidak ada pembelian online COD, Anda harus berani menolak paket tersebut.

Katakan tidak untuk menerima paket, apalagi memberi uang. Kembalikan barang dengan sopan, kecuali bila kurir memaksa, Anda bisa mengambil tindakan melapor ke perusahaan jasa pengiriman maupun pihak berwajib atau polisi.

4. Gunakan pembayaran di awal

Belanja online dengan metode pembayaran di awal, seperti terhubung ke dompet digital lebih disarankan ketimbang COD. Ini agar memudahkan Anda mengembalikan barang penipuan yang tidak sesuai dengan pesanan.

5. Pilih situs belanja online yang terpercaya

Mulailah belanja online ke toko yang memiliki rekam digital bagus dan punya sistem keamanan berlapis atau lebih canggih. Mulai dari keamanan data konsumen, pembayaran, pengiriman, sampai selektif dalam menyaring mitra atau toko online. Pilih yang tepercaya dan punya kredibilitas bagus agar Anda mudah terhindar dari penipuan belanja online COD.


6. Buang bungkus paket dengan benar

Kardus atau bungkus paket biasanya tertera resi yang berisi data pribadi penerima, seperti nama, nomor telepon, dan alamat lengkap. Untuk lebih berhati-hati lagi, hindari membuangnya dengan data yang masih tertempel di kardus/bungkus paket, Anda bisa menyobek dan menggunting sebelum dibuang karena hal ini bisa disalahgunakan oknum untuk penipuan online COD. (jpg)

 

 

Editor : Tina Mamangkey
#cod #Penipuan #cash on delivery