RADARPAPUA - Pada 28 September 2025 tim PRX (Paper Rex) menelan kekalahan tipis 1–2 dari Fnatic di babak upper semi final VALORANT Champions 2025.
Pada pertandingan itu PRX sempat unggul di map pertama, namun Fnatic berhasil bangkit kuat di map kedua dan ketiga.
Hasil resmi menunjukkan Fnatic menang dengan 2 map, dan PRX hanya mampu merebut 1 map saja.
Menurut EscoreNews, statistik menunjukkan Fnatic mencatat total kill lebih banyak (230 vs 199) dalam rangkaian pertandingan tersebut.
Di map veto, PRX melakukan ban pada Abyss, Fnatic memban Sunset, lalu PRX memilih Bind, Fnatic memilih Haven, PRX memban Ascent, Fnatic memban Corrode, sehingga map Lotus menjadi penentu.
Pada map pertama (Bind), PRX tampil cukup solid dan sukses mengamankan kemenangan melawan Fnatic.
Namun di map kedua (Haven) Fnatic tampil dominan dan berhasil membalikkan keadaan atas PRX.
Pada map penentu ketiga (Lotus), Fnatic berhasil memimpin dan akhirnya memenangkan series 2–1.
Baca Juga: Dying Light: The Beast Rilis 2025, Hadirkan Survival Lebih Intens
Keberhasilan Fnatic ini dianggap sebagai balas dendam, karena sebelumnya PRX sempat menyingkirkan Fnatic di ajang Masters Toronto 2025.
Dalam pertandingan tersebut, pemain Fnatic kaajak tampil sangat impresif dan menjadi salah satu kunci kemenangan timnya.
Statistik tim menunjukkan performa Fnatic yang lebih konsisten, terutama dalam menghadapi tekanan dan menjaga momentum.
Bagi PRX, kekalahan ini menjadi catatan bahwa konsistensi dan adaptasi strategi masih harus ditingkatkan agar mampu bersaing di level tertinggi.
Sekarang PRX harus turun ke bracket bawah dan menghadapi rute lebih panjang jika ingin tetap melaju ke final.
Tim Fnatic di sisi lain melaju ke upper final dan berpeluang besar masuk ke grand final dari jalur pemenang.
Wardeka adalah nama panggilan yang cukup dikenal di kalangan scene esports Indonesia meskipun tidak terlalu sering muncul di kompetisi internasional besar.
Ia dikenal sebagai content creator, shoutcaster, atau analis dalam ekosistem game kompetitif di Indonesia.
Beberapa kali Wardeka muncul dalam diskusi, analisis pertandingan, dan juga mengulas strategi tim-tim VALORANT lokal maupun internasional.
Walau tidak terlibat langsung sebagai pemain di pertandingan besar seperti PRX vs Fnatic, kontribusinya dalam menyebarkan wawasan tentang taktik dan meta sangat dihargai oleh komunitas.
Wardeka sering mengedukasi pemain muda tentang posisi, pemilihan agent, dan pengambilan keputusan strategis dalam pertandingan kompetitif.
Peran seperti Wardeka ini penting untuk membangun ekosistem yang sehat, agar generasi berikutnya memahami bahwa kemenangan bukan sekadar mekanik, tapi juga keputusan taktis dan mental. (aak)
Editor : Richard Lawongan