Prabowo Ternyata Sudah Tahu Dirinya Disadap, Yusril Ungkap Sosok yang Melapor

RADARPAPUA - Presiden Prabowo Subianto telah mengetahui dirinya menjadi salah satu target dugaan penyadapan ilegal yang menyeret tiga personel Polri.
Informasi tersebut diketahui setelah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyampaikan laporan langsung kepada kepala negara.
Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra.
Ia memastikan bahwa Presiden telah mendapatkan informasi mengenai dugaan penyadapan tersebut melalui laporan yang disampaikan Kapolri.
“Sudah barang tentu Presiden tahu karena dilaporkan oleh Kapolri kepada beliau,” kata Yusril dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (4/11) malam.
Yusril menjelaskan, laporan dari Kapolri disampaikan karena dugaan penyadapan terhadap Presiden dan sejumlah menteri merupakan persoalan serius yang berkaitan dengan kepentingan negara.
Menurutnya, tindakan tersebut tidak bisa dipandang sebagai pelanggaran biasa, mengingat pihak yang menjadi sasaran merupakan pejabat penting dalam pemerintahan.
Ia juga menyoroti belum jelasnya tujuan di balik dugaan penyadapan tersebut.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti untuk kepentingan apa nomor telepon Presiden maupun para pejabat negara lainnya disadap.



