alexametrics
25.7 C
Jayapura
Friday, 20 May 2022

DENGERIN NIH! Pakar Pidana Sebut Polisi Sudah Tepat Tetapkan Edy Mulyadi…

RADARPAPUA.ID – Polisi menetapkan Edy Mulyadi sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian SARA terkait ‘jin buang anak’. Ketua Umum Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi (Mahupiki) Yenti Garnasih menilai penetapan tersangka tersebut sudah tepat.

Dilansir dari detikcom, Yenti awalnya menjelaskan pentingnya saling menghormati antarsuku. Dia menilai ucapan Edy soal tempat jin buang anak untuk wilayah ibu kota negara baru di Kalimantan Timur (Kaltim) bisa memicu orang-orang di wilayah tersebut tersinggung.

“Kalau rumah kita dibilang jauh tempat jin buang anak kita kan nggak enak juga. Kita harus sangat menghormati suku-suku itu. Kita punya SARA, suku, agama, ras dan antargolongan. Suku itu kan di depan. Penghinaan atau begini kan ini delik aduan. Ini kan delik aduan. Pasti ada yang merasa tersinggung dan melaporkan atau mengadu. Kalau lihat konten dia, menggebu-gebunya,” ucap Yenti kepada wartawan, Senin (31/1/2022).

Yenti menilai langkah polisi menetapkan Edy Mulyadi sebagai tersangka sudah tepat. Dia menilai ucapan Edy Mulyadi memenuhi unsur.

Baca Juga :  SIAP-SIAP YAH! Tak Hanya Edy Mulyadi, Polisi Periksa Orang-orang di Video...

“Menurut saya, itu memenuhi unsur menimbulkan rasa terhina ada tentang suku. Saya kira tepat lah. Kalau nggak jadi tersangka lebih repot lagi. Karena lihat akibatnya, yang tersinggung itu kan orang merasa sangat tersinggung, orang yang di situ, kan lihat mereka seperti itu. Saya kira nggak ada jalan lain ya. Polisi pasti juga sudah dengan dua alat bukti yang cukup,” ucap Yenti.

Dia juga mengimbau semua pihak untuk selalu bijak dalam menyampaikan pendapat. Yenti mengatakan kasus ini tidak ada kaitannya dengan pembatasan kebebasan berpendapat.

“Jangan lagi dikatakan bahwa ini mengingkari hak kebebasan berpendapat. Kebebasan berpendapat harus dilihat betul. Bukan berarti kita apa saja boleh semau kita bukan seperti itu. HAM yang kita miliki dibatasi HAM orang lain,” ucap Yenti.

Sebelumnya, Polisi menetapkan Edy Mulyadi sebagai tersangka kasus ujaran kebencian SARA terkait pernyataannya soal Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur ‘tempat jin buang anak’. Edy dijerat pasal berlapis.

RADARPAPUA.ID – Polisi menetapkan Edy Mulyadi sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian SARA terkait ‘jin buang anak’. Ketua Umum Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi (Mahupiki) Yenti Garnasih menilai penetapan tersangka tersebut sudah tepat.

Dilansir dari detikcom, Yenti awalnya menjelaskan pentingnya saling menghormati antarsuku. Dia menilai ucapan Edy soal tempat jin buang anak untuk wilayah ibu kota negara baru di Kalimantan Timur (Kaltim) bisa memicu orang-orang di wilayah tersebut tersinggung.

“Kalau rumah kita dibilang jauh tempat jin buang anak kita kan nggak enak juga. Kita harus sangat menghormati suku-suku itu. Kita punya SARA, suku, agama, ras dan antargolongan. Suku itu kan di depan. Penghinaan atau begini kan ini delik aduan. Ini kan delik aduan. Pasti ada yang merasa tersinggung dan melaporkan atau mengadu. Kalau lihat konten dia, menggebu-gebunya,” ucap Yenti kepada wartawan, Senin (31/1/2022).

Yenti menilai langkah polisi menetapkan Edy Mulyadi sebagai tersangka sudah tepat. Dia menilai ucapan Edy Mulyadi memenuhi unsur.

Baca Juga :  KABAR GEMBIRA UNTUK KORUPTOR KELAS TERI! Jaksa Agung: Korupsi di Bawah Rp 50...

“Menurut saya, itu memenuhi unsur menimbulkan rasa terhina ada tentang suku. Saya kira tepat lah. Kalau nggak jadi tersangka lebih repot lagi. Karena lihat akibatnya, yang tersinggung itu kan orang merasa sangat tersinggung, orang yang di situ, kan lihat mereka seperti itu. Saya kira nggak ada jalan lain ya. Polisi pasti juga sudah dengan dua alat bukti yang cukup,” ucap Yenti.

Dia juga mengimbau semua pihak untuk selalu bijak dalam menyampaikan pendapat. Yenti mengatakan kasus ini tidak ada kaitannya dengan pembatasan kebebasan berpendapat.

“Jangan lagi dikatakan bahwa ini mengingkari hak kebebasan berpendapat. Kebebasan berpendapat harus dilihat betul. Bukan berarti kita apa saja boleh semau kita bukan seperti itu. HAM yang kita miliki dibatasi HAM orang lain,” ucap Yenti.

Sebelumnya, Polisi menetapkan Edy Mulyadi sebagai tersangka kasus ujaran kebencian SARA terkait pernyataannya soal Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur ‘tempat jin buang anak’. Edy dijerat pasal berlapis.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/