alexametrics
25.7 C
Jayapura
Thursday, 18 August 2022

NGERI BANGET! Densus 88 Beber ‘Otak’ Kelompok yang Konvoi Kebangkitan Khilafah

RADARPAPUA.ID – Densus 88 Antiteror Mabes Polri menyampaikan peringatan serius kepada masyarakat pasca konvoi kelompok Khilafatul Muslimin di Cawang, Jakarta Timur.

 

Densus 88 Antiteror mengingatkan, bahwa kelompok tersebut memiliki keterkaitan dengan sejumlah aksi terorisme dan radikalisme.

 

Demikian disampaikan Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/6/2022).

 

“Bagi masyarakat atau siapa pun yang bergabung dalam kelompok itu bahwa kelompok tersebut memiliki sejarah panjang keterkaitan dengan berbagai teror dan radikal,” kata Aswin.

 

Aswin juga mengungkap, sejumlah anggota kelompok Khilafatul Muslimin ternyata pernah ditangkap Densus 88 Antiteror.

 

Anggota kelompok Khilafatul Muslimin itu ditangkap karena menjadi pelaku aksi terorisme di Indonesia.

 

“Ada juga beberapa orang lain sudah pernah kita tangkap, nama-nama atau identitasnya adalah para pelaku tindak pidana terorisme di Indonesia,” ujarnya.

 

Selain anggota, pemimpin kelompok itu, Abdul Qodir Baraja juga pernah terlibat dalam aksi terorisme di tanah air.

 

“Ketua atau pemimpin kelompok ini pernah terkait kasus terorisme. Jadi kita masih mendalami intensif informasi ini,” kata Aswin.

 

Karena itu, pihaknya mewanti-wanti masyarakat agar tak mudah terpengaruh kelompok ini.

 

Sebab, selain anggotanya terlibat aksi-aksi terorisme, Khilafatul Muslimin juga mempunyai sejarah panjang keterlibatan langsung dengan jaringan teroris.

 

“Masyarakat supaya tahu bahwa Khilafatul Muslimin, mereka kampanyekan atau yang mereka konvoikan itu sangat dekat dengan terorisme,” ingatnya.

 

Saat ini, Densus 88 bahkan tengah menyelidiki konvoi Khilafatul Muslimin.

 

“Kami lihat nanti, apakah ini akan mengarah ke tindak pidana terorisme atau tidak, nanti berdasarkan bukti-bukti yang akan kami kumpulkan,” ujarnya.

 

Dia berharap dengan memahami sejarah kelompok dan orang-orang yang terlibat dalam gerakan Khilafatul Muslimin, masyarakat bisa lebih waspada.

 

“Kami betul-betul mengimbau kalau ada orang yang mengajak lagi seperti itu (konvoi), pikirkan masak-masak berkali-kali,” tekan Aswin.

 

“Apabila bergabung dalam kegiatan itu, ya bisa menghadapi konsekuensi hukum,” ingat Aswin Siregar. (ruh/pojoksatu)

RADARPAPUA.ID – Densus 88 Antiteror Mabes Polri menyampaikan peringatan serius kepada masyarakat pasca konvoi kelompok Khilafatul Muslimin di Cawang, Jakarta Timur.

 

Densus 88 Antiteror mengingatkan, bahwa kelompok tersebut memiliki keterkaitan dengan sejumlah aksi terorisme dan radikalisme.

 

Demikian disampaikan Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/6/2022).

 

“Bagi masyarakat atau siapa pun yang bergabung dalam kelompok itu bahwa kelompok tersebut memiliki sejarah panjang keterkaitan dengan berbagai teror dan radikal,” kata Aswin.

 

Aswin juga mengungkap, sejumlah anggota kelompok Khilafatul Muslimin ternyata pernah ditangkap Densus 88 Antiteror.

 

Anggota kelompok Khilafatul Muslimin itu ditangkap karena menjadi pelaku aksi terorisme di Indonesia.

 

“Ada juga beberapa orang lain sudah pernah kita tangkap, nama-nama atau identitasnya adalah para pelaku tindak pidana terorisme di Indonesia,” ujarnya.

 

Selain anggota, pemimpin kelompok itu, Abdul Qodir Baraja juga pernah terlibat dalam aksi terorisme di tanah air.

 

“Ketua atau pemimpin kelompok ini pernah terkait kasus terorisme. Jadi kita masih mendalami intensif informasi ini,” kata Aswin.

 

Karena itu, pihaknya mewanti-wanti masyarakat agar tak mudah terpengaruh kelompok ini.

 

Sebab, selain anggotanya terlibat aksi-aksi terorisme, Khilafatul Muslimin juga mempunyai sejarah panjang keterlibatan langsung dengan jaringan teroris.

 

“Masyarakat supaya tahu bahwa Khilafatul Muslimin, mereka kampanyekan atau yang mereka konvoikan itu sangat dekat dengan terorisme,” ingatnya.

 

Saat ini, Densus 88 bahkan tengah menyelidiki konvoi Khilafatul Muslimin.

 

“Kami lihat nanti, apakah ini akan mengarah ke tindak pidana terorisme atau tidak, nanti berdasarkan bukti-bukti yang akan kami kumpulkan,” ujarnya.

 

Dia berharap dengan memahami sejarah kelompok dan orang-orang yang terlibat dalam gerakan Khilafatul Muslimin, masyarakat bisa lebih waspada.

 

“Kami betul-betul mengimbau kalau ada orang yang mengajak lagi seperti itu (konvoi), pikirkan masak-masak berkali-kali,” tekan Aswin.

 

“Apabila bergabung dalam kegiatan itu, ya bisa menghadapi konsekuensi hukum,” ingat Aswin Siregar. (ruh/pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/