alexametrics
31.7 C
Jayapura
Sunday, 22 May 2022

TERBONGKAR! PPATK Sebut Banyak Pejabat Negara Alihkan Duit ke Pacar

RADARPAPUA.ID – Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) membeberkan fakta menarik.

PPATK mengaku telah beberapa kali menemukan ada aliran uang dalam jumlah besar dari pejabat negara yang dialihkan ke pacar atau selingkuhan.

Dilansir dari Bisnis.com, Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengemukakan bahwa hal itu termasuk ke dalam kategori tindak pidana pencucian uang. Di mana penyelenggara negara menerima uang dalam jumlah besar, lalu dialihkan ke nominee atau orang di luar susunan keluarga seperti tetangga, anak buah hingga pacar.

“Jadi kami temukan transaksi para pejabat negara yang uangnya dialihkan ke nominee seperti kolega, sahabat hingga dialihkan ke pacarnya pun juga kita temukan. Itu yang kita sebut sebagai nominee,” tutur Ivan di Gedung DPR, Senin (31/1/2022).

Ivan mengemukakan bahwa pihaknya tidak perlu ada permintaan dari aparat penegak hukum untuk menyelidiki aliran dana dari pejabat negara kepada pacarnya.

Baca Juga :  KPK Periksa Sejumlah Mantan Pejabat Ditjen Pajak Terkait Kasus Pencucian Uang..

“Itu inisiatif dari PPATK sendiri, jadi ada transaksi yang besar di orang tertentu dan dikirim ke pihak tertentu, langsung terlacak oleh PPATK,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa temuan aliran uang dari pejabat negara kepada pacarnya itu beberapa kali telah dibuktikan aparat penegak hukum, seperti perkara suap yang diduga melibatkan pejabat Ditjen Pajak Kemenkeu Wawan Ridwan kepada pacarnya pramugari Siwi Widi Purwanti.

PPATK juga pernah mengungkap kasus di Jawa Barat. Kasus tersebut bermula dari transaksi pembelian sebuah rumah untuk teman perempuan pejabat. Transaksi dilakukan dengan menggunakan uang tunai. Setelah ditelusuri lebih lanjut, pembelian tersebut terkait dengan dugaan TPPU pejabat di Jawa Barat.

RADARPAPUA.ID – Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) membeberkan fakta menarik.

PPATK mengaku telah beberapa kali menemukan ada aliran uang dalam jumlah besar dari pejabat negara yang dialihkan ke pacar atau selingkuhan.

Dilansir dari Bisnis.com, Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengemukakan bahwa hal itu termasuk ke dalam kategori tindak pidana pencucian uang. Di mana penyelenggara negara menerima uang dalam jumlah besar, lalu dialihkan ke nominee atau orang di luar susunan keluarga seperti tetangga, anak buah hingga pacar.

“Jadi kami temukan transaksi para pejabat negara yang uangnya dialihkan ke nominee seperti kolega, sahabat hingga dialihkan ke pacarnya pun juga kita temukan. Itu yang kita sebut sebagai nominee,” tutur Ivan di Gedung DPR, Senin (31/1/2022).

Ivan mengemukakan bahwa pihaknya tidak perlu ada permintaan dari aparat penegak hukum untuk menyelidiki aliran dana dari pejabat negara kepada pacarnya.

Baca Juga :  KPK Periksa Sejumlah Mantan Pejabat Ditjen Pajak Terkait Kasus Pencucian Uang..

“Itu inisiatif dari PPATK sendiri, jadi ada transaksi yang besar di orang tertentu dan dikirim ke pihak tertentu, langsung terlacak oleh PPATK,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa temuan aliran uang dari pejabat negara kepada pacarnya itu beberapa kali telah dibuktikan aparat penegak hukum, seperti perkara suap yang diduga melibatkan pejabat Ditjen Pajak Kemenkeu Wawan Ridwan kepada pacarnya pramugari Siwi Widi Purwanti.

PPATK juga pernah mengungkap kasus di Jawa Barat. Kasus tersebut bermula dari transaksi pembelian sebuah rumah untuk teman perempuan pejabat. Transaksi dilakukan dengan menggunakan uang tunai. Setelah ditelusuri lebih lanjut, pembelian tersebut terkait dengan dugaan TPPU pejabat di Jawa Barat.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/