alexametrics
25.7 C
Jayapura
Monday, 8 August 2022

Baru Divonis 4 Tahun Penjara, Adam Deni Kembali Dilaporkan Politisi Nasdem: Mulutmu Harimaumu

RADARPAPUA.ID–Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang juga politisi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, kembali melaporkan pegiat media sosial Adam Deni ke Bareskrim Polri. Laporan dibuat pada 30 Juni 2022 lalu terkait dugaan pencemaran nama baik.

Laporannya terdaftar dengan nomor LP/B/0336/VI/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 30 Juni 2022. Adam Deni dilaporkan dengan Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP dan/atau Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946.

Ahmad Sahroni sengaja melaporkan Adam Deni untuk kedua kali buntut dari pernyataan kekasih Elsya Rosana tersebut. Adam Deni mengatakan bahwa Sahroni telah mengeluarkan uang Rp 30 miliar untuk membungkam dan menjebloskannya ke dalam penjara. Hal itu diungkapkan Adam Deni usai sidang putusan atas kasus UU ITE di PN Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.

Ditemui di bilangan Jakarta Selatan, Jumat (1/7), Ahmad Sahroni menyatakan dirinya kembali melaporkan Adam Deni supaya ia mempertanggungjawabkan pernyataan yang telah diucapkannya di hadapan hukum.

“Itu kan asumsi dia saja. Dia ngomong seenak-enaknya saja, tapi dia harus tahu ucapan yang diucapkan oleh siapapun terkait ujaran kebencian tidak memiliki dasar kebenaran, maka dia menerima risikonya sendiri di mata hukum,” kata Ahmad Sahroni.

Dia menegaskan dirinya bukan termasuk orang yang anti kritik dan mudah baper. Boleh saja orang mengkritiknya, tapi jangan sampai ada unsur kebencian dan fitnah, apalagi membawa-bawa keluarga. “Itu yang saya sedikit marah, istri saya, dan keluarga saya jadi bertanya dalam hal keterkaitan apa yang dibuat isu di media sosial,” tuturnya.

Menurut Ahmad Sahroni, anaknya yang baru berusia 11 tahun juga sampai bertanya terkait tudingan yang beredar di media sosial. “Ada bahasa kotor yang tidak pantas disampaikan. Saya juga laporkan akun Instagram, mungkin lagi diselidiki sama kepolisian. Kita tunggu saja,” katanya.

Kepada Adam Deni, Ahmad Sahroni hendak menyampaikan pesan khusus dengan kembali melaporkannya ke polisi. “Pesannya adalah mulutmu harimaumu. Apa yang kau sebut, yang menjadi masalah terhadap dirimu sendiri ya itulah dirimu, bukan karena saya. Karena semua ada aspek hukum yang mendasari apa yang menjadi ucapan semua orang,” tandasnya.

Sebelumnya, Ahmad Sahroni melaporkan Adam Deni ke polisi terkait penyebaran dokumen elektronik miliknya di media sosial. Kasus ini sudah mendapat putusan dari majelis hakim PN Jakarta Utara. Adam Deni dinyatakan bersalah dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 5 bulan kurungan.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang juga politisi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, kembali melaporkan pegiat media sosial Adam Deni ke Bareskrim Polri. Laporan dibuat pada 30 Juni 2022 lalu terkait dugaan pencemaran nama baik.

Laporannya terdaftar dengan nomor LP/B/0336/VI/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 30 Juni 2022. Adam Deni dilaporkan dengan Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP dan/atau Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946.

Ahmad Sahroni sengaja melaporkan Adam Deni untuk kedua kali buntut dari pernyataan kekasih Elsya Rosana tersebut. Adam Deni mengatakan bahwa Sahroni telah mengeluarkan uang Rp 30 miliar untuk membungkam dan menjebloskannya ke dalam penjara. Hal itu diungkapkan Adam Deni usai sidang putusan atas kasus UU ITE di PN Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.

Ditemui di bilangan Jakarta Selatan, Jumat (1/7), Ahmad Sahroni menyatakan dirinya kembali melaporkan Adam Deni supaya ia mempertanggungjawabkan pernyataan yang telah diucapkannya di hadapan hukum.

“Itu kan asumsi dia saja. Dia ngomong seenak-enaknya saja, tapi dia harus tahu ucapan yang diucapkan oleh siapapun terkait ujaran kebencian tidak memiliki dasar kebenaran, maka dia menerima risikonya sendiri di mata hukum,” kata Ahmad Sahroni.

Dia menegaskan dirinya bukan termasuk orang yang anti kritik dan mudah baper. Boleh saja orang mengkritiknya, tapi jangan sampai ada unsur kebencian dan fitnah, apalagi membawa-bawa keluarga. “Itu yang saya sedikit marah, istri saya, dan keluarga saya jadi bertanya dalam hal keterkaitan apa yang dibuat isu di media sosial,” tuturnya.

Menurut Ahmad Sahroni, anaknya yang baru berusia 11 tahun juga sampai bertanya terkait tudingan yang beredar di media sosial. “Ada bahasa kotor yang tidak pantas disampaikan. Saya juga laporkan akun Instagram, mungkin lagi diselidiki sama kepolisian. Kita tunggu saja,” katanya.

Kepada Adam Deni, Ahmad Sahroni hendak menyampaikan pesan khusus dengan kembali melaporkannya ke polisi. “Pesannya adalah mulutmu harimaumu. Apa yang kau sebut, yang menjadi masalah terhadap dirimu sendiri ya itulah dirimu, bukan karena saya. Karena semua ada aspek hukum yang mendasari apa yang menjadi ucapan semua orang,” tandasnya.

Sebelumnya, Ahmad Sahroni melaporkan Adam Deni ke polisi terkait penyebaran dokumen elektronik miliknya di media sosial. Kasus ini sudah mendapat putusan dari majelis hakim PN Jakarta Utara. Adam Deni dinyatakan bersalah dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 5 bulan kurungan.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/