alexametrics
27.7 C
Jayapura
Tuesday, 17 May 2022

Jenderal Dudung Pukul Mundur Massa, Reuni 212 Gagal Total

RADARPAPUA.ID – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman meminta massa reuni 212 segera pulang karena tidak memiliki izin untuk melakukan kegiatan di kawasan Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda, Jakarta Pusat.

 

Dalam kesempatan itu, Dudung juga mengklaim merekrut santri yang berakhlak baik menjadi prajurit TNI agar tidak menakuti rakyat.

 

“Saya akan merekrut prajurit baik, khusus para santri dari pesantren-pesantren termasuk dari lintas agama, khususnya dari muslim. Ada khusus lagi tafsir Alquran. Saya merekrut ini, karena saya yakin kalau dari pesantren, yang sudah dididik agama sudah pasti terjaga masalah akhlak,” kata Dudung di Pos Taman Pandang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (2/12).

Baca Juga :  Biro Hukum Setda PB Sukses Gelar Sosialisasi Pencegahan Korupsi

 

Dalam pedoman wajib TNI, Dudung mengklaim prajurit harus bersikap ramah dan sopan santun terhadap rakyat. Selain itu, prajurit TNI juga harus menjunjung tinggi kehormatan wanita, kehormatan diri di muka umum dan menjadi contoh dengan sikap kebijaksanaannya. “Tidak sekali-kali merugikan rakyat, menakuti dan menyakiti hati rakyat. Ini bisa dilakukan kalau akhlak itu bagus, kalau keperibadiannya itu bagus,” katanya.

RADARPAPUA.ID – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman meminta massa reuni 212 segera pulang karena tidak memiliki izin untuk melakukan kegiatan di kawasan Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda, Jakarta Pusat.

 

Dalam kesempatan itu, Dudung juga mengklaim merekrut santri yang berakhlak baik menjadi prajurit TNI agar tidak menakuti rakyat.

 

“Saya akan merekrut prajurit baik, khusus para santri dari pesantren-pesantren termasuk dari lintas agama, khususnya dari muslim. Ada khusus lagi tafsir Alquran. Saya merekrut ini, karena saya yakin kalau dari pesantren, yang sudah dididik agama sudah pasti terjaga masalah akhlak,” kata Dudung di Pos Taman Pandang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (2/12).

Baca Juga :  WADUH! Anies Baswedan Sengaja 'Dibunuh', Pelakunya Disebut PDIP dan PSI

 

Dalam pedoman wajib TNI, Dudung mengklaim prajurit harus bersikap ramah dan sopan santun terhadap rakyat. Selain itu, prajurit TNI juga harus menjunjung tinggi kehormatan wanita, kehormatan diri di muka umum dan menjadi contoh dengan sikap kebijaksanaannya. “Tidak sekali-kali merugikan rakyat, menakuti dan menyakiti hati rakyat. Ini bisa dilakukan kalau akhlak itu bagus, kalau keperibadiannya itu bagus,” katanya.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/