alexametrics
30.7 C
Jayapura
Friday, 27 May 2022

WADUH! Ketua DPRD DKI Beber Alasan Pengusaha Ogah Sponsori Formula E

RADARPAPUA.ID – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyebut kalangan investor enggan mensponsori Formula E. Pasalnya, investor tak mau terang-terangan terlibat dalam kegaduhan politik akibat Formula E.

Dilansir dari detikcom, Pras sapaan akrabnya mengatakan, awal mula ajang Formula E menjadi agenda politik saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengundang tujuh fraksi DPRD DKI Jakarta untuk makan malam serta mangkir dari paripurna interpelasi yang diinisiasi oleh Fraksi PDIP dan PSI.

“Setelah waktu itu semua terkait Formula E adalah peristiwa politik,” kata Prasetio dalam keterangannya, Kamis (3/2/2022).

Politikus PDIP itu menuturkan, Pemprov DKI adalah penyelenggara Formula E di Jakarta. Hal ini diperkuat oleh instruksi Gubernur kepada Dinas Pemuda dan Olahraga untuk menganggarkan dan membayar commitment Formula E sebesar Rp 560 miliar.

Baca Juga :  TERBONGKAR! Brigjen Junior Tumilaar Ditahan, Mohon Ampun karena Sakit

Kendati demikian, pada 2021 silam, Anies menyatakan ajang Formula E merupakan bussines to bussines sehingga Pemprov tak lagi terlibat. Ditambah lagi, Anies menunjuk Ahmad Sahroni sebagai Ketua Pelaksana Formula E Jakarta yang notabene merupakan politikus.

Kondisi itu lah yang diyakini Pras menjadi penyebab Formula E tak diminati oleh investor. Ditambah lagi, masa jabatan Anies sebagai Gubernur DKI segera berakhir pada Oktober mendatang.

“Pengusaha nggak mau terlibat dalam kegaduhan politik. Makanya mereka nggak mau investasi di Formula E,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, lelang tender pembangunan sirkuit Formula E tertulis gagal di situs resmi JakPro. Direktur Utama PT JakPro Widi Amanasto buka suara soal tender lelang tertulis gagal di situs JakPro. Widi menyebut bukan gagal, tapi diulang.

RADARPAPUA.ID – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyebut kalangan investor enggan mensponsori Formula E. Pasalnya, investor tak mau terang-terangan terlibat dalam kegaduhan politik akibat Formula E.

Dilansir dari detikcom, Pras sapaan akrabnya mengatakan, awal mula ajang Formula E menjadi agenda politik saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengundang tujuh fraksi DPRD DKI Jakarta untuk makan malam serta mangkir dari paripurna interpelasi yang diinisiasi oleh Fraksi PDIP dan PSI.

“Setelah waktu itu semua terkait Formula E adalah peristiwa politik,” kata Prasetio dalam keterangannya, Kamis (3/2/2022).

Politikus PDIP itu menuturkan, Pemprov DKI adalah penyelenggara Formula E di Jakarta. Hal ini diperkuat oleh instruksi Gubernur kepada Dinas Pemuda dan Olahraga untuk menganggarkan dan membayar commitment Formula E sebesar Rp 560 miliar.

Baca Juga :  Pesan Bos PNS ke KPK soal Abdi Negara Korupsi

Kendati demikian, pada 2021 silam, Anies menyatakan ajang Formula E merupakan bussines to bussines sehingga Pemprov tak lagi terlibat. Ditambah lagi, Anies menunjuk Ahmad Sahroni sebagai Ketua Pelaksana Formula E Jakarta yang notabene merupakan politikus.

Kondisi itu lah yang diyakini Pras menjadi penyebab Formula E tak diminati oleh investor. Ditambah lagi, masa jabatan Anies sebagai Gubernur DKI segera berakhir pada Oktober mendatang.

“Pengusaha nggak mau terlibat dalam kegaduhan politik. Makanya mereka nggak mau investasi di Formula E,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, lelang tender pembangunan sirkuit Formula E tertulis gagal di situs resmi JakPro. Direktur Utama PT JakPro Widi Amanasto buka suara soal tender lelang tertulis gagal di situs JakPro. Widi menyebut bukan gagal, tapi diulang.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/