alexametrics
27.7 C
Jayapura
Wednesday, 18 May 2022

Doa Jenderal Dudung Berbahasa Indonesia Didukung MUI Pusat, Muhammad:Kita Butuh

RADARPAPUA.ID – KSAD Jenderal Dudung Abdurachman kembali mendapat “serangan” opini dari sejumlah ulama terkait pernyataannya mengenai cara berdoa sehari-hari.

 

Dalam sebuah video yang diunggah di YouTube Deddy Corbuzier, Jenderal Dudung mengatakan bahwa ia berdoa simpel dengan menggunakan Bahasa Indonesia.

 

Menanggapi pernyataan itu, Pengurus Harian MUI Pusat Muhammad Makmun Rasyid menilai bahwa maksud dan tujuan dari ucapan Jenderal Dudung itu baik. Karena beliau militer jadi selalu bicara dengan penuh ketegasan.

 

“Jika kita melihat video utuhnya dan tidak fokus pada sepenggal, maka maksud dan tujuan dari Jenderal Dudung tidak ada indikasi menistakan sesuatu. Kita bebas berdoa dengan menggunakan bahasa apa saja, tak terkecuali Bahasa Indonesia,” kata Makmun Rasyid dalam keterangannya, Jum’at (3/11/2021).

Baca Juga :  Ditangkap Densus 88, Tiga Ustaz Resmi Tersangka Kasus Terorisme

 

Makmun memahami awal muasal kontroversi tersebut berasal dari penggalan kalimat bahwa: ‘Ya Tuhan pakai Bahasa Indonesia saja, karena Tuhan kita bukan orang Arab’. “Pernyataan ini harus kita sikapi secara bijaksana,” kata Makmun.

RADARPAPUA.ID – KSAD Jenderal Dudung Abdurachman kembali mendapat “serangan” opini dari sejumlah ulama terkait pernyataannya mengenai cara berdoa sehari-hari.

 

Dalam sebuah video yang diunggah di YouTube Deddy Corbuzier, Jenderal Dudung mengatakan bahwa ia berdoa simpel dengan menggunakan Bahasa Indonesia.

 

Menanggapi pernyataan itu, Pengurus Harian MUI Pusat Muhammad Makmun Rasyid menilai bahwa maksud dan tujuan dari ucapan Jenderal Dudung itu baik. Karena beliau militer jadi selalu bicara dengan penuh ketegasan.

 

“Jika kita melihat video utuhnya dan tidak fokus pada sepenggal, maka maksud dan tujuan dari Jenderal Dudung tidak ada indikasi menistakan sesuatu. Kita bebas berdoa dengan menggunakan bahasa apa saja, tak terkecuali Bahasa Indonesia,” kata Makmun Rasyid dalam keterangannya, Jum’at (3/11/2021).

Baca Juga :  Jenderal Dudung Tausiah di Papua, Pesan Jangan Dalami Agama Tuai Kontroversi

 

Makmun memahami awal muasal kontroversi tersebut berasal dari penggalan kalimat bahwa: ‘Ya Tuhan pakai Bahasa Indonesia saja, karena Tuhan kita bukan orang Arab’. “Pernyataan ini harus kita sikapi secara bijaksana,” kata Makmun.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/