alexametrics
27.7 C
Jayapura
Tuesday, 17 May 2022

Mencekam, Satu Prajurit TNI Gugur saat Kontak Senjata dengan KKB Papua

RADARPAPUA.ID–Dua prajurit TNI yang tergabung dalam satgas teritorial yang ditugaskan di Koramil Persiapan Suru-Suru, Kodim 1715/Yahukimo, Papua, Jumat (3/12), ditembak kelompok bersenjata (KKB). Satu anggota TNI gugur, dan satu anggota lainnya mengalami luka.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Ignatius Yogo Triyono, kepada ANTARA, Jumat (3/12) petang, di Jayapura, mengakui hal itu seraya mengatakan korban belum bisa dipindahkan karena cuaca.

Dari laporan yang diterima, insiden itu terjadi pada Jumat (3/12) sekitar pukul 13.45 WIT saat kedua prajurit yang berasal dari Kodam Iskandar Muda, Banda Aceh, sedang mengambil air di penampungan yang berjarak sekitar 15 meter.

Saat mengambil air yang berada di belakang pos, keduanya ditembak dari perbukitan yang ada di sekitarnya hingga menyebabkan Sersan Dua Putra Rahaldi yang tertembak di bagian dada meninggal, sedangkan rekannya, Prajurit Kepala Suheri, terkena di bagian pantat.

Baca Juga :  MASIH BERANI? Pernyataan Komjen Agus Sangat Tegas untuk Edy Mulyadi

“Mereka ditembak saat mengambil air yang jarak antara tempat penampungan air dengan pos dekat,” kata Triyono, seraya mengaku anggota sempat mengejar kelompok bersenjata itu, namun mereka sudah menghilang ke dalam hutan.

“Sebetulnya jumlah personel sudah cukup banyak setelah dilakukan penambahan dari pasukan tempur hingga seluruhnya berjumlah 65 personel,” kata Triyono.

Tercatat lima prajurit TNI terluka, dua di antaranya gugur di Suru-Suru sejak 20 November lalu yakni Sersan Satu TNI Ari Baskoro dan Rahaldi. Distrik Suru-Suru masuk dalam wilayah Kabupaten Asmat, Papua, namun Kabupaten Yahukimo juga mengklaim wilayah itu.(antaranews)

RADARPAPUA.ID–Dua prajurit TNI yang tergabung dalam satgas teritorial yang ditugaskan di Koramil Persiapan Suru-Suru, Kodim 1715/Yahukimo, Papua, Jumat (3/12), ditembak kelompok bersenjata (KKB). Satu anggota TNI gugur, dan satu anggota lainnya mengalami luka.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Ignatius Yogo Triyono, kepada ANTARA, Jumat (3/12) petang, di Jayapura, mengakui hal itu seraya mengatakan korban belum bisa dipindahkan karena cuaca.

Dari laporan yang diterima, insiden itu terjadi pada Jumat (3/12) sekitar pukul 13.45 WIT saat kedua prajurit yang berasal dari Kodam Iskandar Muda, Banda Aceh, sedang mengambil air di penampungan yang berjarak sekitar 15 meter.

Saat mengambil air yang berada di belakang pos, keduanya ditembak dari perbukitan yang ada di sekitarnya hingga menyebabkan Sersan Dua Putra Rahaldi yang tertembak di bagian dada meninggal, sedangkan rekannya, Prajurit Kepala Suheri, terkena di bagian pantat.

Baca Juga :  14 Januari, Launching Penggunaan Vaksin Covid-19

“Mereka ditembak saat mengambil air yang jarak antara tempat penampungan air dengan pos dekat,” kata Triyono, seraya mengaku anggota sempat mengejar kelompok bersenjata itu, namun mereka sudah menghilang ke dalam hutan.

“Sebetulnya jumlah personel sudah cukup banyak setelah dilakukan penambahan dari pasukan tempur hingga seluruhnya berjumlah 65 personel,” kata Triyono.

Tercatat lima prajurit TNI terluka, dua di antaranya gugur di Suru-Suru sejak 20 November lalu yakni Sersan Satu TNI Ari Baskoro dan Rahaldi. Distrik Suru-Suru masuk dalam wilayah Kabupaten Asmat, Papua, namun Kabupaten Yahukimo juga mengklaim wilayah itu.(antaranews)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/