26.7 C
Jayapura
Monday, 6 February 2023

Kenaikan Sewa Hotel di Makkah Diprediksi Hingga Musim Haji 2023

RADARPAPUA.ID – Penyelenggara umrah dihadapkan dengan kenaikan selangit sewa hotel. Kenaikan harga sewa hotel ini, diprediksi bakal semakin panjang. Kenaikan harga sewa hotel yang bisa mencapai 300 persen itu, bakal berlangsung hingga akhir musim umrah 1444 H. Akhir musim umrah tahun ini, bebarengan dimulainya masa haji 2023 sekitar Mei sampai Juni nanti.

Sebelumnya kenaikan harga sewa hotel hingga tiga kali lipat itu diperkirakan sampai akhir Januari ini, hingga Februari depan. ’’Kami prediksi, besar kemungkinan kenaikan harga hotel berlangsung sampai akhir musim umrah,’’ kata Ketua Umum Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umrah (Bersathu) Wawan Suhada kepada wartawan Jumat (6/1).

Dia menegaskan kenaikan harga hotel itu benar-benar terjadi. Bukan akal-akan travel umrah untuk menaikkan harga paket umrahnya. Dia mengatakan kenaikan harga hotel tidak hanya terjadi di hotel-hotel bintang lima yang dekat dengan Masjidilharam. Tetapi juga pada hotel-hotel bintang tiga.

Wawan mengatakan kenaikan harga sewa hotel itu sangat mengganggu roda finansial penyelenggara umrah di tanah air. Pasalnya mereka sudah menetapkan harga paket umrah sejak tiga sampai empat bulan yang lalu. ’’Tetapi sekarang ada kenaikan harga sewa hotel yang begitu tinggi,’’ jelasnya.

Dia mencontohkan tarif hotel bintang empat bernama Rayana Ajad naik dari 600 riyal (Rp 2,4 juta) menjadi 900 riyal (Rp 3,74 juta). Wawan menegaskan kenaikan harga sewa hotel yang signifikan itu, menjadi situasi yang sangat buruk. Banyak kejadian secara mendadak pihak hotel memindahkan ke hotel lain, karena sudah penuh.

Wawan berharap para calon jemaah umrah menyadari situasi yang terjadi sekarang. Menurut dia kenaikan harga sewa hotel tersebut, karena negara-negara di Arab Saudi, mengirim jemaah umrah dalam jumlah sangat besar. ’’Tidak hanya Indonesia saja yang mengirim jemaah umrah dalam jumlah besar,’’ jelasnya.

Negara lain seperti Pakistan, India, Turki, Bangladesh, dan Mesir juga mengirim jemaah dalam jumlah besar pada waktu hampir bersamaan. Travel umrah tidak memiliki kuasa untuk melakukan protes atau upaya responsif terkait dengan kenaikan harga sewa hotel tersebut. (Jpc)

RADARPAPUA.ID – Penyelenggara umrah dihadapkan dengan kenaikan selangit sewa hotel. Kenaikan harga sewa hotel ini, diprediksi bakal semakin panjang. Kenaikan harga sewa hotel yang bisa mencapai 300 persen itu, bakal berlangsung hingga akhir musim umrah 1444 H. Akhir musim umrah tahun ini, bebarengan dimulainya masa haji 2023 sekitar Mei sampai Juni nanti.

Sebelumnya kenaikan harga sewa hotel hingga tiga kali lipat itu diperkirakan sampai akhir Januari ini, hingga Februari depan. ’’Kami prediksi, besar kemungkinan kenaikan harga hotel berlangsung sampai akhir musim umrah,’’ kata Ketua Umum Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umrah (Bersathu) Wawan Suhada kepada wartawan Jumat (6/1).

Dia menegaskan kenaikan harga hotel itu benar-benar terjadi. Bukan akal-akan travel umrah untuk menaikkan harga paket umrahnya. Dia mengatakan kenaikan harga hotel tidak hanya terjadi di hotel-hotel bintang lima yang dekat dengan Masjidilharam. Tetapi juga pada hotel-hotel bintang tiga.

Wawan mengatakan kenaikan harga sewa hotel itu sangat mengganggu roda finansial penyelenggara umrah di tanah air. Pasalnya mereka sudah menetapkan harga paket umrah sejak tiga sampai empat bulan yang lalu. ’’Tetapi sekarang ada kenaikan harga sewa hotel yang begitu tinggi,’’ jelasnya.

Dia mencontohkan tarif hotel bintang empat bernama Rayana Ajad naik dari 600 riyal (Rp 2,4 juta) menjadi 900 riyal (Rp 3,74 juta). Wawan menegaskan kenaikan harga sewa hotel yang signifikan itu, menjadi situasi yang sangat buruk. Banyak kejadian secara mendadak pihak hotel memindahkan ke hotel lain, karena sudah penuh.

Wawan berharap para calon jemaah umrah menyadari situasi yang terjadi sekarang. Menurut dia kenaikan harga sewa hotel tersebut, karena negara-negara di Arab Saudi, mengirim jemaah umrah dalam jumlah sangat besar. ’’Tidak hanya Indonesia saja yang mengirim jemaah umrah dalam jumlah besar,’’ jelasnya.

Negara lain seperti Pakistan, India, Turki, Bangladesh, dan Mesir juga mengirim jemaah dalam jumlah besar pada waktu hampir bersamaan. Travel umrah tidak memiliki kuasa untuk melakukan protes atau upaya responsif terkait dengan kenaikan harga sewa hotel tersebut. (Jpc)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain