alexametrics
26.7 C
Jayapura
Friday, 20 May 2022

PEDAS! Jokowi Marahi Menteri, Rocky Gerung: Kita Tahu, Ini Akal-akalan Saja

RADARPAPUA.ID–Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang para menteri Kabinet Indonesia Maju berbicara isu penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan presiden.

Namun, larangan dari Jokowi itu dianggap oleh pengamat politik Rocky Gerung sebagai akal-akalan saja.

Menurut Rocky Gerung, hal tersebut diucapkan Jokowi agar masyarakat menganggapnya lebih mementingkan suara rakyat.

“Presiden Jokowi memang mengucapkan itu. Tetapi soal yang diucapkan di sidang kabinet itu konsumsi diplomasi politik. Seolah presiden mendengarkan suara rakyat. Kalau dia dengar dia akan hentikan itu ketika asisten khususnya dan 34 orang sekitarnya untuk mengorganisir kampanye kumpulan tekad. Kita tahu semua bahwa ini adalah akal-akalan saja seolah presiden mengemudi di depan rakyat, saya tidak ingin ditampar, padahal semua orang malah ingin menampar dia justru karena tidak konsisten,” kata Rocky Gerung seperti dikutip FIN dari Channel Rocky Gerung Official pada Kamis (7/4/2022).

Jokowi, lanjut Rocky Gerung, memilki mempunyai tujuan tertentu dengan adanya pernyataan tersebut. Yakni berusaha membuat rakyat kembali percaya padanya.

“Jokowi memang bersepakat tentu diam-diam ucapin hal itu untuk mengutus asisten-asisten operasional ke daerah bikin kebulatan tekad. Jadi itu intinya. Jokowi tentu bilang wah kan saya udah pernah ucapkan supaya hentikan itu. Iya hentikan ucapannya, tetapi aktivitasnya tetap jalan,” imbuh Rocky.

Dia menegaskan ini adalah taktik Jokowi agar bisa menikmati kepuasaan ibukota baru. Karena itu, aksi kebulatan tekad akan terus dilakukan.

Baca Juga :  Airlangga Hartarto: SWF Tiga Negara Siap Investasi di LPI

“Kita akan melihat terus kebulatan tekad gak mungkin dihentikan. Karena sudah menjadi semacam tujuan utama Presiden Jokowi adalah menikmati kepuasan, agar bisa menikmati ibukota baru. Ini adalah satu paket. Jadi kalau ucapan seolah-olah marahi menteri supaya stop, maunya headline begitu, tetapi isi beritanya yang ditugaskan tetap berlangsung,” urainya.

Rocky juga menyebut Jokowi sudah menyewa beberapa tokoh intelektual dan menyogok beberapa para ahli hukum untuk mewujudkan tujuannya itu.

“Tokoh-tokoh intelektual sudah pada disewa, mulai membuat opini tentang masuk akalnya tiga periode, pakar-pakar HTN juga disogok, mungkin akan disogok dengan mobil listrik karena itu garasi mereka sudah dibikin lebih lebar. Karena memerlukan opini hukum untuk mewujudkan ide tiga periode, itu intinya,” paparnya.

Artinya Jokowi belum lempar handuk? “Memang Jokowi sudah sadar, tapi boong. Kan kira-kira begitu ya,” ucap Rocky.

Selain itu, Rocky menyebut Jokowi pelit kepada rakyat. Kenapa pelit? Karena Jokowi harus membayar utang negara dan tidak mau melepaskan proyek-proyek strategis nasional.

“Pemerintah itu bohong sebetulnya. Kalau memang krisis, ya bilang aja krisis. Tapi kalau krisis ya hentikan juga proyek strategis. Artinya uang APBN itu tetap dipakai buat ibu kota. Bukan buat ibu-ibu,” terang Rocky. (fin)

RADARPAPUA.ID–Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang para menteri Kabinet Indonesia Maju berbicara isu penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan presiden.

Namun, larangan dari Jokowi itu dianggap oleh pengamat politik Rocky Gerung sebagai akal-akalan saja.

Menurut Rocky Gerung, hal tersebut diucapkan Jokowi agar masyarakat menganggapnya lebih mementingkan suara rakyat.

“Presiden Jokowi memang mengucapkan itu. Tetapi soal yang diucapkan di sidang kabinet itu konsumsi diplomasi politik. Seolah presiden mendengarkan suara rakyat. Kalau dia dengar dia akan hentikan itu ketika asisten khususnya dan 34 orang sekitarnya untuk mengorganisir kampanye kumpulan tekad. Kita tahu semua bahwa ini adalah akal-akalan saja seolah presiden mengemudi di depan rakyat, saya tidak ingin ditampar, padahal semua orang malah ingin menampar dia justru karena tidak konsisten,” kata Rocky Gerung seperti dikutip FIN dari Channel Rocky Gerung Official pada Kamis (7/4/2022).

Jokowi, lanjut Rocky Gerung, memilki mempunyai tujuan tertentu dengan adanya pernyataan tersebut. Yakni berusaha membuat rakyat kembali percaya padanya.

“Jokowi memang bersepakat tentu diam-diam ucapin hal itu untuk mengutus asisten-asisten operasional ke daerah bikin kebulatan tekad. Jadi itu intinya. Jokowi tentu bilang wah kan saya udah pernah ucapkan supaya hentikan itu. Iya hentikan ucapannya, tetapi aktivitasnya tetap jalan,” imbuh Rocky.

Dia menegaskan ini adalah taktik Jokowi agar bisa menikmati kepuasaan ibukota baru. Karena itu, aksi kebulatan tekad akan terus dilakukan.

Baca Juga :  Hasil Survei, Pemilih PDIP Lebih Pilih Ganjar Jadi Capres Dibanding Puan

“Kita akan melihat terus kebulatan tekad gak mungkin dihentikan. Karena sudah menjadi semacam tujuan utama Presiden Jokowi adalah menikmati kepuasan, agar bisa menikmati ibukota baru. Ini adalah satu paket. Jadi kalau ucapan seolah-olah marahi menteri supaya stop, maunya headline begitu, tetapi isi beritanya yang ditugaskan tetap berlangsung,” urainya.

Rocky juga menyebut Jokowi sudah menyewa beberapa tokoh intelektual dan menyogok beberapa para ahli hukum untuk mewujudkan tujuannya itu.

“Tokoh-tokoh intelektual sudah pada disewa, mulai membuat opini tentang masuk akalnya tiga periode, pakar-pakar HTN juga disogok, mungkin akan disogok dengan mobil listrik karena itu garasi mereka sudah dibikin lebih lebar. Karena memerlukan opini hukum untuk mewujudkan ide tiga periode, itu intinya,” paparnya.

Artinya Jokowi belum lempar handuk? “Memang Jokowi sudah sadar, tapi boong. Kan kira-kira begitu ya,” ucap Rocky.

Selain itu, Rocky menyebut Jokowi pelit kepada rakyat. Kenapa pelit? Karena Jokowi harus membayar utang negara dan tidak mau melepaskan proyek-proyek strategis nasional.

“Pemerintah itu bohong sebetulnya. Kalau memang krisis, ya bilang aja krisis. Tapi kalau krisis ya hentikan juga proyek strategis. Artinya uang APBN itu tetap dipakai buat ibu kota. Bukan buat ibu-ibu,” terang Rocky. (fin)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/