alexametrics
27.7 C
Jayapura
Tuesday, 17 May 2022

Tiada Ampun dari Panglima Andika bagi Prajurit TNI Pemukul Polwan Polda, POM

RADARPAPUA.ID-Polisi wanita (Polwan) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) dipukuli prajurit TNI. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa tak tinggal diam dengan aksi anak buahnya memukul polisi wanita.

 

Prajurit TNI yang diduga melakukan pemukulan berasal dari Yonif Raider 631/Antang, Kalteng. Danrem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Yudianto Putrajaya buka suara soal pemukulan tersebut.

 

“Cerita sebenarnya itu kan sudah terjadi. Yang beredar itu kan dilebih-lebihkan. Sebenarnya tidak seperti itu,” ujar Yudianto kepada wartawan, Selasa (7/12/2021).

 

“Itu kan kesalahpahaman. Anak-anak itu di kafe. Intinya sudah diselesaikan, saya dan Kapolda sudah menyelesaikan. Sudah damai,” sambungnya.

 

Meskipun pelaku dengan korban sudah berdamai, penyelidikan oleh POM TNI tetap dilakukan. Proses hukum tetap dilaksanakan untuk menuntaskan kasus pemukulan tersebut. “Saya tegaskan itu walaupun sudah selesai secara damai, tetep saya ke dalam itu melakukan proses hukum, penyelidikan melalui POM,” kata Brigjen TNI Yudianto

 

Proses hukum dilakukan untuk menciptakan efek jera bagi anggota yang lain. Brigjen TNI Yudianto akan tegas menyatakan yang benar dan yang salah.

 

“Sehingga ada efek deterrent (menakuti), efek jera bagi anggota lain. Tetap saya sebagai Danrem menyatakan benar yang benar, salah yang salah,” ujarnya.

 

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa angkat bicara soal pemukulan yang diduga dilakukan anak buahnya di Kalteng. Andika menegaskan bakal memberi sanksi jika prajurit TNI terbukti melanggar aturan. “Saya akan proses hukum,” ucap Jenderal Andika.

 

Andika mengatakan baru mendapat informasi tersebut. Jenderal Andika menegaskan proses hukum segera dilakukan. “Segera,” ucap Andika.

Baca Juga :  Hasil Survei, Masyarakat Lebih Percaya TNI dan Polisi Dibanding KPK

 

Korem 102 menyatakan perkara ini masuk kategori pelanggaran berat TNI AD. Setidaknya, ada tujuh pelanggaran berat TNI AD. “Siapa pun yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku karena hal tersebut merupakan salah satu dari tujuh pelanggaran berat yang sudah dicanangkan oleh TNI AD yang tidak boleh dilanggar anggota TNI AD,” tegas Kapenrem 102/Panju Panjung Mayor Inf Mahsun Abadi, saat konferensi pers dengan Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Eko Saputro di Korem 102/ Panju Panjung.

 

TNI berkoordinasi dengan Polri untuk menerapkan sanksi pada prajurit Yonif Raider 631/Antang yang terlibat dalam kasus pemukulan terhadap polwan. POM TNI melakukan proses hukum dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh.

 

“Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa telah memerintahkan kepada seluruh penyidik dan aparat hukum TNI, maupun TNI AD untuk melakukan proses hukum kepada oknum-oknum anggota TNI AD yang diduga terlibat dalam tindak pidana,” kata Kapuspen TNI, Mayjen TNI Prantara Santosa dalam keterangan tertulis.

 

“Para penyidik TNI juga berkoordinasi dengan Polri untuk melakukan proses hukum terhadap oknum anggota Polri yang diduga terlibat dalam dugaan tindak pidana tersebut.”

 

Polda Kalteng menegaskan bahwa kasus pemukulan ini sudah diselesaikan. Namun pelaku yang terlibat dalam pemukulan ini diproses hukum. “Kasusnya sudah selesai. Dan yang oknum yang terlibat pertikaian akan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” kata Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Eko Saputro.(dtc)

RADARPAPUA.ID-Polisi wanita (Polwan) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) dipukuli prajurit TNI. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa tak tinggal diam dengan aksi anak buahnya memukul polisi wanita.

 

Prajurit TNI yang diduga melakukan pemukulan berasal dari Yonif Raider 631/Antang, Kalteng. Danrem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Yudianto Putrajaya buka suara soal pemukulan tersebut.

 

“Cerita sebenarnya itu kan sudah terjadi. Yang beredar itu kan dilebih-lebihkan. Sebenarnya tidak seperti itu,” ujar Yudianto kepada wartawan, Selasa (7/12/2021).

 

“Itu kan kesalahpahaman. Anak-anak itu di kafe. Intinya sudah diselesaikan, saya dan Kapolda sudah menyelesaikan. Sudah damai,” sambungnya.

 

Meskipun pelaku dengan korban sudah berdamai, penyelidikan oleh POM TNI tetap dilakukan. Proses hukum tetap dilaksanakan untuk menuntaskan kasus pemukulan tersebut. “Saya tegaskan itu walaupun sudah selesai secara damai, tetep saya ke dalam itu melakukan proses hukum, penyelidikan melalui POM,” kata Brigjen TNI Yudianto

 

Proses hukum dilakukan untuk menciptakan efek jera bagi anggota yang lain. Brigjen TNI Yudianto akan tegas menyatakan yang benar dan yang salah.

 

“Sehingga ada efek deterrent (menakuti), efek jera bagi anggota lain. Tetap saya sebagai Danrem menyatakan benar yang benar, salah yang salah,” ujarnya.

 

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa angkat bicara soal pemukulan yang diduga dilakukan anak buahnya di Kalteng. Andika menegaskan bakal memberi sanksi jika prajurit TNI terbukti melanggar aturan. “Saya akan proses hukum,” ucap Jenderal Andika.

 

Andika mengatakan baru mendapat informasi tersebut. Jenderal Andika menegaskan proses hukum segera dilakukan. “Segera,” ucap Andika.

Baca Juga :  14 Januari, Launching Penggunaan Vaksin Covid-19

 

Korem 102 menyatakan perkara ini masuk kategori pelanggaran berat TNI AD. Setidaknya, ada tujuh pelanggaran berat TNI AD. “Siapa pun yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku karena hal tersebut merupakan salah satu dari tujuh pelanggaran berat yang sudah dicanangkan oleh TNI AD yang tidak boleh dilanggar anggota TNI AD,” tegas Kapenrem 102/Panju Panjung Mayor Inf Mahsun Abadi, saat konferensi pers dengan Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Eko Saputro di Korem 102/ Panju Panjung.

 

TNI berkoordinasi dengan Polri untuk menerapkan sanksi pada prajurit Yonif Raider 631/Antang yang terlibat dalam kasus pemukulan terhadap polwan. POM TNI melakukan proses hukum dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh.

 

“Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa telah memerintahkan kepada seluruh penyidik dan aparat hukum TNI, maupun TNI AD untuk melakukan proses hukum kepada oknum-oknum anggota TNI AD yang diduga terlibat dalam tindak pidana,” kata Kapuspen TNI, Mayjen TNI Prantara Santosa dalam keterangan tertulis.

 

“Para penyidik TNI juga berkoordinasi dengan Polri untuk melakukan proses hukum terhadap oknum anggota Polri yang diduga terlibat dalam dugaan tindak pidana tersebut.”

 

Polda Kalteng menegaskan bahwa kasus pemukulan ini sudah diselesaikan. Namun pelaku yang terlibat dalam pemukulan ini diproses hukum. “Kasusnya sudah selesai. Dan yang oknum yang terlibat pertikaian akan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” kata Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Eko Saputro.(dtc)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/