alexametrics
23.7 C
Jayapura
Tuesday, 24 May 2022

Pasien Terakhir di Faskar Rusunawa ‘Dipulangkan’

MANOKWARI — IR (38), warga Amban yang jadi pasien terakhir dari 11 pasien yang dirawat di fasilitas karantina (faskar) terpusat (Rusunawa Marina) dikembalikan ke keluarganya, Kamis (13/8). Pasalnya, setelah sekira 18 hari dirawat, dinyatakan sembuh dari gejala corona virus deseease 2019 (Covid-19).

Ketua Harian Gugugs Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manokwari drG Henri Sembiring mengatakan, saat ini faskar terpusat Kabupaten Manokwari yang dikhususkan untuk merawat pasien ataupun warga yang memiliki gejala Covid-19, telah ‘kosong’.

“Faskar ini merawat 11 pasien. Tapi puji Tuhan, semua pasien sembuh dan sudah dikembalikan ke keluarganya dan terakhir hari ini,” kata Sembiring.

Perawatan pasien dan perkembangannya, kata Sembiring, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Manokwari dan tenaga kesehatan yang ditempatkan di lokasi faskar.

“Kita memberi perhatian dan perawatan yang maksimal kepada warga ataupun pasien. Memang, diakui warga di Indonesia sulit untuk dikarantina. Namun, berkat campur tangan Tuhan, ke-11 pasien yang dirawat di faskar terpusat semuanya sembuh dan telah diizinkan kembali ke keluarganya,” jelasnya.

Baca Juga :  PLN ‘Berguru’ ke Kejati Papua Barat

Senada diungkapkan Penanggungjawab Pelayanan Klinis Faskar Rusunawa Marina, dr Ivonne F Kalele.

“Kita memberi perhatian serius bagi para pasien baik itu kesehatan, gizi, psikis maupun kerohaniannya. Para tenaga medis melakukan tugas dan tangungjawab sesuai jadwal yang telah diatur. Hal ini untuk memantau dan meperhatikan perkembangan setiap pasien,” ungkapnya.

Sementara itu, IR saat pelepasan dari faskar terpusat menmberi apresiasi kepada Pemkab Manokwari, Gustu, para dokter dan tenaga medis yang telah memberi perhatian serius atas proses kesembuhannya.

“Terima kasih kepada pemerintah, para dokter dan tenaga medis yang dengan semangat memberi perhatian bagi kami. Selama di faskar, saya diperlakukan sangat baik.
Gizi pun tercukupi. Bagi masyarakat yg di luar jangan menganggap faskar neraka. Di sini seperti surga,” tandas IR.(xlo)

MANOKWARI — IR (38), warga Amban yang jadi pasien terakhir dari 11 pasien yang dirawat di fasilitas karantina (faskar) terpusat (Rusunawa Marina) dikembalikan ke keluarganya, Kamis (13/8). Pasalnya, setelah sekira 18 hari dirawat, dinyatakan sembuh dari gejala corona virus deseease 2019 (Covid-19).

Ketua Harian Gugugs Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manokwari drG Henri Sembiring mengatakan, saat ini faskar terpusat Kabupaten Manokwari yang dikhususkan untuk merawat pasien ataupun warga yang memiliki gejala Covid-19, telah ‘kosong’.

“Faskar ini merawat 11 pasien. Tapi puji Tuhan, semua pasien sembuh dan sudah dikembalikan ke keluarganya dan terakhir hari ini,” kata Sembiring.

Perawatan pasien dan perkembangannya, kata Sembiring, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Manokwari dan tenaga kesehatan yang ditempatkan di lokasi faskar.

“Kita memberi perhatian dan perawatan yang maksimal kepada warga ataupun pasien. Memang, diakui warga di Indonesia sulit untuk dikarantina. Namun, berkat campur tangan Tuhan, ke-11 pasien yang dirawat di faskar terpusat semuanya sembuh dan telah diizinkan kembali ke keluarganya,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Manokwari Pacu Pembahasan Ranperbup Protokol Kesehatan

Senada diungkapkan Penanggungjawab Pelayanan Klinis Faskar Rusunawa Marina, dr Ivonne F Kalele.

“Kita memberi perhatian serius bagi para pasien baik itu kesehatan, gizi, psikis maupun kerohaniannya. Para tenaga medis melakukan tugas dan tangungjawab sesuai jadwal yang telah diatur. Hal ini untuk memantau dan meperhatikan perkembangan setiap pasien,” ungkapnya.

Sementara itu, IR saat pelepasan dari faskar terpusat menmberi apresiasi kepada Pemkab Manokwari, Gustu, para dokter dan tenaga medis yang telah memberi perhatian serius atas proses kesembuhannya.

“Terima kasih kepada pemerintah, para dokter dan tenaga medis yang dengan semangat memberi perhatian bagi kami. Selama di faskar, saya diperlakukan sangat baik.
Gizi pun tercukupi. Bagi masyarakat yg di luar jangan menganggap faskar neraka. Di sini seperti surga,” tandas IR.(xlo)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/