alexametrics
30.7 C
Jayapura
Thursday, 26 May 2022

Yunarto: Stop Ketololan, Tak Setuju Lawan Politik Meninggal Dikaitkan Kutukan..

RADARPAPUA.ID – Pengamat politik Yunarto Wijaya tak setuju.

 

Apabila meninggalnya lawan politik dikait-kaitkan dengan kutukan yang muncul akibat sikap orang tersebut di Pilkada atau Pemilu.

 

Baginya, mempercayai adanya kutukan dan keterkaitannya dengan kematian adalah sebuah ketololan yang harus dihentikan. “Stop ketololan percaya kalo ada orang yang masuk penjara atau meninggal itu ada kaitannya kutukan dengan sikapnya di pilkada/pemilu,” kata Yunarto Wijaya melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa, 14 Desember 2021.

 

Yunarto Wijaya mengingatkan bahwa dari dua kubu yang terbentuk saat Pilkada/Pemilu, sama-sama ada yang terkena kasus hukum dan meninggal. Terlebih, menurutnya, pihak-pihak dalam kedua kubu tersebut sama-sama adalah manusia yang bisa melakukan kesalahan dan pasti meninggal suatu saat.

 

“Dua belah kubu ada yang kena kasus hukum dan meninggal juga kok. Sama-sama manusia, bisa salah dan pasti meninggal,” katanya.

 

Dalam cuitannya yang lain, Yunarto Wijaya secara lebih spesifik melontarkan sindiran kepada orang yang tak konsisten dalam melawan politisasi nama Allah. Ia menyinggung bahwa ketika Pilkada/Pemilu dulu, orang-orang tersebut berjuang melawan politisasi nama Tuhan.

Baca Juga :  Anggota DPR AW & HL Ditangkap Diduga Narkoba, Hillary: Bukan Saya, Kaget...

 

Namun, orang-orang itu kini malah juga membawa-bawa nama Tuhan dan “kutukan” ketika lawan politik di saat Pilkada/Pemilu itu meninggal. “Dulu berjuang di pilkada/pemilu melawan politisasi yang bawa-bawa nama Tuhan,” kata Yunarto Wijaya.

 

“Sekarang lawan politiknya meninggal, nama Tuhan juga yang dibawa-bawa disertai spekulasi tentang kutukan lah. Apa bedanya anda dengan mereka yang anda kritik dulu?” tambahnya.

 

Yunarto Wijaya tak menyebutkan secara jelas soal siapa lawan politik yang meninggal tersebut dan soal siapa yang mengait-ngaitkan dengan “kutukan Pilkada/Pemilu”.

 

Namun, dalam cuitannya yang lain, ia berkomentar soal Ketua DPW PPP Haji Lulung yang baru saja meninggal.

 

“RIP Haji Lulung. Lebih sering berbeda pandangan politik, tapi sering juga menyapa secara pribadi sebagai senior dan sangat bersahabat, jauh dari kesan sebagai lawan politik. Selamat jalan ji,” katanya.(terkini)

RADARPAPUA.ID – Pengamat politik Yunarto Wijaya tak setuju.

 

Apabila meninggalnya lawan politik dikait-kaitkan dengan kutukan yang muncul akibat sikap orang tersebut di Pilkada atau Pemilu.

 

Baginya, mempercayai adanya kutukan dan keterkaitannya dengan kematian adalah sebuah ketololan yang harus dihentikan. “Stop ketololan percaya kalo ada orang yang masuk penjara atau meninggal itu ada kaitannya kutukan dengan sikapnya di pilkada/pemilu,” kata Yunarto Wijaya melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa, 14 Desember 2021.

 

Yunarto Wijaya mengingatkan bahwa dari dua kubu yang terbentuk saat Pilkada/Pemilu, sama-sama ada yang terkena kasus hukum dan meninggal. Terlebih, menurutnya, pihak-pihak dalam kedua kubu tersebut sama-sama adalah manusia yang bisa melakukan kesalahan dan pasti meninggal suatu saat.

 

“Dua belah kubu ada yang kena kasus hukum dan meninggal juga kok. Sama-sama manusia, bisa salah dan pasti meninggal,” katanya.

 

Dalam cuitannya yang lain, Yunarto Wijaya secara lebih spesifik melontarkan sindiran kepada orang yang tak konsisten dalam melawan politisasi nama Allah. Ia menyinggung bahwa ketika Pilkada/Pemilu dulu, orang-orang tersebut berjuang melawan politisasi nama Tuhan.

Baca Juga :  Bahas Vaksinasi & Ekonomi, Airlangga Dampingi Jokowi Bertemu PM Morrison

 

Namun, orang-orang itu kini malah juga membawa-bawa nama Tuhan dan “kutukan” ketika lawan politik di saat Pilkada/Pemilu itu meninggal. “Dulu berjuang di pilkada/pemilu melawan politisasi yang bawa-bawa nama Tuhan,” kata Yunarto Wijaya.

 

“Sekarang lawan politiknya meninggal, nama Tuhan juga yang dibawa-bawa disertai spekulasi tentang kutukan lah. Apa bedanya anda dengan mereka yang anda kritik dulu?” tambahnya.

 

Yunarto Wijaya tak menyebutkan secara jelas soal siapa lawan politik yang meninggal tersebut dan soal siapa yang mengait-ngaitkan dengan “kutukan Pilkada/Pemilu”.

 

Namun, dalam cuitannya yang lain, ia berkomentar soal Ketua DPW PPP Haji Lulung yang baru saja meninggal.

 

“RIP Haji Lulung. Lebih sering berbeda pandangan politik, tapi sering juga menyapa secara pribadi sebagai senior dan sangat bersahabat, jauh dari kesan sebagai lawan politik. Selamat jalan ji,” katanya.(terkini)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/