alexametrics
27.7 C
Jayapura
Tuesday, 17 May 2022

Kalah Atau Menang Doni Salmanan Tetap Dapat Untung dari Member

RADARPAPUA.ID–Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol Asep Edi Suheri, mengungkapkan dari dugaan kasus penipuan investasi bodong lewat trading binary option Qoutex, Doni Salmanan mendapatkan keuntungan sebesar 80 persen dari setiap member yang kalah.

Adapun Doni Salmanan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri karena tersandung kasus dugaan penipuan investasi platform Qoutex. Dia pun sudah mendekam di Rutan Bareskrim Polri.

“Affiliator mendapatkan keuntungan dari hasil transaksi dengan keuntungan sebesar 80 persen apabila member mengalami kekalahan,” ujar Asep kepada wartawan, Rabu (16/3).

Asep mengatakan, Doni Salmanan yang menjadi affiliator juga mendapatkan keuntungan dari setiap member yang menang bermain trading. Namun jumlahnya lebih kecil, hanya sebesar 20 persen.

“Jadi keuntungan sebesar 20 persen apabila para member mengalami kemenangan bermain trading,” katanya.

Asep menuturkan, crazy rich asal Bandung, Jawa Barat tersebut melancarkan berbagai modus penipuan ke masyarakat. Salah satu modus yang dilakukan Doni Salmanan adalah memamerkan harta-harta yang dimiliknya, yang disebut buah dari keberhasilan bermain trading binary option Qoutex.

“Dengan cara seolah-olah tersangka DS mendapatkan uang miliaran rupiah dari hasil bermain trading valuta asing di website Quotex dan melakukan flexing (pamer kekayaan) dengan maksud dan tujuan untuk meyakinkan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jokowi Sebut Bangun Tol 1.900 KM, Said Didu: Presiden Sebelumnya Bangun Jalan..

Asep berujar, harta-harta dan kemewahan yang dipamerkan oleh Doni Salmanan kemudian diunggah ke akun YouTube King Salmanan. Tujuannya agar masyarakat tertarik dan melakukan investasi.

“Para korban yang tertarik dengan promosi video tersebut melakukan trading di Quotex yang pada akhirnya mengalami kerugian materiil,” tuturnya.

Diketahui, Bareskrim Polri telah menetapkan Doni Salmanan sebagai tersangka dugaan penipuan berkedok investasi bodong lewat trading binary option di platform Quotex.

Adapun, laporan dugaan penipuan investasi bodong terhadap Doni Salmanan dibuat oleh pelapor inisial RA dan terdaftar dalam LP:B/0059/II/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tanggal 3 Februari 2022.

Doni Salmanan dilaporkan terkait tindakan judi online dan penyebaran berita bohong atau hoaks melalui media elektronik atau penipuan perbuatan curang dan tindak pidana pencucian uang.

Pihak kepolisian menyebut crazy rich asal Bandung, Doni Salmanan terancam hukuman kurungan penjara maksimal 20 tahun.

Doni Salmanan disangka Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 28 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kemudian Pasal 378 KUHP dan Pasal 55 KUHP, dan/atau Pasal 3, Pasal 5, dan pasal 10 UU RI Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol Asep Edi Suheri, mengungkapkan dari dugaan kasus penipuan investasi bodong lewat trading binary option Qoutex, Doni Salmanan mendapatkan keuntungan sebesar 80 persen dari setiap member yang kalah.

Adapun Doni Salmanan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri karena tersandung kasus dugaan penipuan investasi platform Qoutex. Dia pun sudah mendekam di Rutan Bareskrim Polri.

“Affiliator mendapatkan keuntungan dari hasil transaksi dengan keuntungan sebesar 80 persen apabila member mengalami kekalahan,” ujar Asep kepada wartawan, Rabu (16/3).

Asep mengatakan, Doni Salmanan yang menjadi affiliator juga mendapatkan keuntungan dari setiap member yang menang bermain trading. Namun jumlahnya lebih kecil, hanya sebesar 20 persen.

“Jadi keuntungan sebesar 20 persen apabila para member mengalami kemenangan bermain trading,” katanya.

Asep menuturkan, crazy rich asal Bandung, Jawa Barat tersebut melancarkan berbagai modus penipuan ke masyarakat. Salah satu modus yang dilakukan Doni Salmanan adalah memamerkan harta-harta yang dimiliknya, yang disebut buah dari keberhasilan bermain trading binary option Qoutex.

“Dengan cara seolah-olah tersangka DS mendapatkan uang miliaran rupiah dari hasil bermain trading valuta asing di website Quotex dan melakukan flexing (pamer kekayaan) dengan maksud dan tujuan untuk meyakinkan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  ANCAMAN BENCANA BESAR, Nyawa Presiden Jokowi Terancam, DPR Diminta Tolak RUU...

Asep berujar, harta-harta dan kemewahan yang dipamerkan oleh Doni Salmanan kemudian diunggah ke akun YouTube King Salmanan. Tujuannya agar masyarakat tertarik dan melakukan investasi.

“Para korban yang tertarik dengan promosi video tersebut melakukan trading di Quotex yang pada akhirnya mengalami kerugian materiil,” tuturnya.

Diketahui, Bareskrim Polri telah menetapkan Doni Salmanan sebagai tersangka dugaan penipuan berkedok investasi bodong lewat trading binary option di platform Quotex.

Adapun, laporan dugaan penipuan investasi bodong terhadap Doni Salmanan dibuat oleh pelapor inisial RA dan terdaftar dalam LP:B/0059/II/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tanggal 3 Februari 2022.

Doni Salmanan dilaporkan terkait tindakan judi online dan penyebaran berita bohong atau hoaks melalui media elektronik atau penipuan perbuatan curang dan tindak pidana pencucian uang.

Pihak kepolisian menyebut crazy rich asal Bandung, Doni Salmanan terancam hukuman kurungan penjara maksimal 20 tahun.

Doni Salmanan disangka Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 28 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kemudian Pasal 378 KUHP dan Pasal 55 KUHP, dan/atau Pasal 3, Pasal 5, dan pasal 10 UU RI Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/