alexametrics
25.7 C
Jayapura
Thursday, 18 August 2022

TERUNGKAP, Ternyata Ini Sumber Dana Operasional Kelompok Khilafatul Muslimin

RADARPAPUA.ID–Sumber uang sebagai dana operasional Khilafatul Muslimin akhirnya diungkap oleh polisi. Fakta baru itu terungkap dari hasil pendalaman dan penyelidikan Polda Metro Jaya.

Polisi menemukan Khilafatul Muslimin mewajibkan setiap anggotanya, yang berjumlah 14 ribu lebih untuk membayar infak minimal Rp1.000 setiap harinya. Uang yang terkumpul itu kemudian digunakan untuk operasional kelompok Khilafatul Muslimin.

Fakta baru itu diungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, Kamis (16/6). “Semua ini warga-warganya, mulai dari tingkat paling bawah, wajib memberikan infaq, sodaqoh per hari minimal Rp1.000,” tuturnya.

Meski begitu, pihaknya masih akan terus melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui adanya aliran dana dari luar untuk operasional Khilafatul Muslimin. “Ini masih tahap penyelidikan dan sejak awal kami sudah berkoordinasi dengan PPATK,” ujar Hengki.

Uang yang terkumpul itu, salah satunya digunakan untuk menjalankan lembaga pendidikan milik kelompok yang berpaham mendirikan negara khilafah tersebut. “Pendidikannya bersifat gratis. Jadi masuk gratis, tapi wali muridnya akan dibaiat, wajib memberikan infak.”

Temuan lain berdasarkan penyelidikan sementara yang dilakukan polisi, usai tertangkapnya sejumlah pimpinan Khilafatul Muslimin. Selain itu, Khilafatul Muslimin juga memiliki 25 sekolah yang dibuat mirip dengan pondok pesantren.

Akan tetapi, kurikulum yang dterapkan di ponpes tersebut, sangat jauh berbeda dengan di ponpes pada lazimnya. Sedangkan untuk seluruh anggota, dibuatkan nomor induk warga (NIW) dan kartu tanda warga negara khilafah.

Namum sebelum menjadi anggota, seseorang harus lebih dulu menjalani baiat oleh khalifah atau amir daulah kewilayahan. “Apabila sudah di baiat, baru dinyatakan resmi menjadi warga Khilafatul Muslimin,” ungkap Hengki.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Sumber uang sebagai dana operasional Khilafatul Muslimin akhirnya diungkap oleh polisi. Fakta baru itu terungkap dari hasil pendalaman dan penyelidikan Polda Metro Jaya.

Polisi menemukan Khilafatul Muslimin mewajibkan setiap anggotanya, yang berjumlah 14 ribu lebih untuk membayar infak minimal Rp1.000 setiap harinya. Uang yang terkumpul itu kemudian digunakan untuk operasional kelompok Khilafatul Muslimin.

Fakta baru itu diungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, Kamis (16/6). “Semua ini warga-warganya, mulai dari tingkat paling bawah, wajib memberikan infaq, sodaqoh per hari minimal Rp1.000,” tuturnya.

Meski begitu, pihaknya masih akan terus melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui adanya aliran dana dari luar untuk operasional Khilafatul Muslimin. “Ini masih tahap penyelidikan dan sejak awal kami sudah berkoordinasi dengan PPATK,” ujar Hengki.

Uang yang terkumpul itu, salah satunya digunakan untuk menjalankan lembaga pendidikan milik kelompok yang berpaham mendirikan negara khilafah tersebut. “Pendidikannya bersifat gratis. Jadi masuk gratis, tapi wali muridnya akan dibaiat, wajib memberikan infak.”

Temuan lain berdasarkan penyelidikan sementara yang dilakukan polisi, usai tertangkapnya sejumlah pimpinan Khilafatul Muslimin. Selain itu, Khilafatul Muslimin juga memiliki 25 sekolah yang dibuat mirip dengan pondok pesantren.

Akan tetapi, kurikulum yang dterapkan di ponpes tersebut, sangat jauh berbeda dengan di ponpes pada lazimnya. Sedangkan untuk seluruh anggota, dibuatkan nomor induk warga (NIW) dan kartu tanda warga negara khilafah.

Namum sebelum menjadi anggota, seseorang harus lebih dulu menjalani baiat oleh khalifah atau amir daulah kewilayahan. “Apabila sudah di baiat, baru dinyatakan resmi menjadi warga Khilafatul Muslimin,” ungkap Hengki.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/