alexametrics
26.7 C
Jayapura
Friday, 20 May 2022

Teroris KKB Tuduh TNI-Polri Serang Markasnya Pakai Roket

RADARPAPUA- Kelompok kriminal bersenjata (KKB) mengklaim bahwa markasnya telah diserang TNI dan Polri. Markas kelompok separatis teroris (KST) yang terletak di Distrik Kiwirok itu disebut diserang dengan cara menjatuhkan semacam roket atau bom. Namun, tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menuturkan, peristiwa serangan udara dengan menjatuhkan bom itu dilakukan pertengahan Oktober. Serangan itu membuat markas menjadi terbakar. “Satu bom meledak saat dijatuhkan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Dalam serangan itu, tidak ada korban jiwa. personil dari TPNPB-OPM tidak mengalami luka-luka. begitu juga tidak ada anggota TNI dan Polri yang terluka. “Ada dua tempat yang diserang,” terangnya.

Selain markas TPNPB-OPM juga ada sebuah pos yang diserang. Dia menuturkan, justru ledakan itu hanya menghancurkan rumah warga sipil. “Warga setempat yang kena,” tuduhnya.

Baca Juga :  KKTB Klaim Kuasai 32 Distrik di Nduga

Dalam keterangan tertulis itu, TPNPB-OPM juga menyertakan sejumlah foto untuk meyakinkan bahwa benar terjadi serangan. Dalam satu foto tampak asap hitam membumbung di atas sebuah bangunan. bangunan itu tampak terjadi kebakaran. Foto selanjutnya, menunjukkan ditemukannya logam berbentuk semacam baling-baling, yang kemungkinan bagian dari sebuah senjata.

selain itu, juga ada sebuah foto yang menunjukkan sebuah bangunan rusak yang bagian tanahnya berlubang. Belum diketahui kebenaran foto tersebut. Namun, Sebby menyebut bahwa foto itu merupakan bukti serpihan senjata yang digunakan menyerang markas. “Serangan TNI dan Polri,” paparnya.

Sementara Kapendam XVII/ Cendrawasih Letkol (Arm) Reza Nur Patria menuturkan, masih mencari informasi terkait klaim sepihak dari KST tersebut. “Kalau ada perkembangan nanti akan disampaikan,” tuturnya.(jawapos)

RADARPAPUA- Kelompok kriminal bersenjata (KKB) mengklaim bahwa markasnya telah diserang TNI dan Polri. Markas kelompok separatis teroris (KST) yang terletak di Distrik Kiwirok itu disebut diserang dengan cara menjatuhkan semacam roket atau bom. Namun, tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menuturkan, peristiwa serangan udara dengan menjatuhkan bom itu dilakukan pertengahan Oktober. Serangan itu membuat markas menjadi terbakar. “Satu bom meledak saat dijatuhkan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Dalam serangan itu, tidak ada korban jiwa. personil dari TPNPB-OPM tidak mengalami luka-luka. begitu juga tidak ada anggota TNI dan Polri yang terluka. “Ada dua tempat yang diserang,” terangnya.

Selain markas TPNPB-OPM juga ada sebuah pos yang diserang. Dia menuturkan, justru ledakan itu hanya menghancurkan rumah warga sipil. “Warga setempat yang kena,” tuduhnya.

Baca Juga :  Gubernur Enembe: PON Papua Simbol Kemenangan Kita Bersama

Dalam keterangan tertulis itu, TPNPB-OPM juga menyertakan sejumlah foto untuk meyakinkan bahwa benar terjadi serangan. Dalam satu foto tampak asap hitam membumbung di atas sebuah bangunan. bangunan itu tampak terjadi kebakaran. Foto selanjutnya, menunjukkan ditemukannya logam berbentuk semacam baling-baling, yang kemungkinan bagian dari sebuah senjata.

selain itu, juga ada sebuah foto yang menunjukkan sebuah bangunan rusak yang bagian tanahnya berlubang. Belum diketahui kebenaran foto tersebut. Namun, Sebby menyebut bahwa foto itu merupakan bukti serpihan senjata yang digunakan menyerang markas. “Serangan TNI dan Polri,” paparnya.

Sementara Kapendam XVII/ Cendrawasih Letkol (Arm) Reza Nur Patria menuturkan, masih mencari informasi terkait klaim sepihak dari KST tersebut. “Kalau ada perkembangan nanti akan disampaikan,” tuturnya.(jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/