alexametrics
25.7 C
Jayapura
Saturday, 21 May 2022

MENOHOK! Firli Bahuri Disebut Pede Ingin jadi Capres, Gak Laku di Parpol…

RADARPAPUA.ID – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri disebut terlalu percaya diri (pede) ingin menjadi capres di Pilpres 2024 mendatang. Partai politik (parpol) juga tidak ada  yang melirik.

Dilansir dari Pojoksatu (jaringan Manado Post), pasalnya, dari sisi elektabilitas Firli juga belum masuk di radar survei capres. Apalagi capres yang diunggulkan.

Karena itu, menurut pengamat politik Jamiluddin Ritonga, peluang Firli sangat kecil untuk menjadi Capres.

“Terlalu pede jadi capres, urusan KPK saja belum selesai,” kata Jamiluddin kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Senin (21/2/2022).

Dosen Universitas Esa Unggul itu juga menilai, Partai Politik atau parpol akan sulit mengusung Firli Bahuri.

“Partai politik tentu akan sulit mengusung yang bukan kadernya dengan elektabilitas rendah,” ujarnya.

Baca Juga :  KPK Periksa Sejumlah Mantan Pejabat Ditjen Pajak Terkait Kasus Pencucian Uang..

Jamiluddin mengatakan, jika ingin mencalonkan jadi capres, dirinya harus meningkatkan elektabilitasnya dalam waktu yang relatif pendek ini.

“Kan elektabilitas dulu ditingkatkan jika ingin jadi capres, setelah itu partai politik siapa yang akan mengusung,” pungkasnya.

RADARPAPUA.ID – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri disebut terlalu percaya diri (pede) ingin menjadi capres di Pilpres 2024 mendatang. Partai politik (parpol) juga tidak ada  yang melirik.

Dilansir dari Pojoksatu (jaringan Manado Post), pasalnya, dari sisi elektabilitas Firli juga belum masuk di radar survei capres. Apalagi capres yang diunggulkan.

Karena itu, menurut pengamat politik Jamiluddin Ritonga, peluang Firli sangat kecil untuk menjadi Capres.

“Terlalu pede jadi capres, urusan KPK saja belum selesai,” kata Jamiluddin kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Senin (21/2/2022).

Dosen Universitas Esa Unggul itu juga menilai, Partai Politik atau parpol akan sulit mengusung Firli Bahuri.

“Partai politik tentu akan sulit mengusung yang bukan kadernya dengan elektabilitas rendah,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Lagi Terikat KPK, Novel Baswedan Akan `Blak-blakan` Bicara Antikorupsi

Jamiluddin mengatakan, jika ingin mencalonkan jadi capres, dirinya harus meningkatkan elektabilitasnya dalam waktu yang relatif pendek ini.

“Kan elektabilitas dulu ditingkatkan jika ingin jadi capres, setelah itu partai politik siapa yang akan mengusung,” pungkasnya.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/