alexametrics
23.7 C
Jayapura
Tuesday, 24 May 2022

Provos TNI Pukul Polwan di Depan Kodam, Sebut Bukan Daerah Pelacuran…

RADARPAPUA.ID-Sebuah video yang menyebutkan provos TNI pukul polwan viral di media sosial.

 

Disebutkan, peritiwa provos TNI pukul polwan itu terjadi di depan Kodam II/Sriwijaya, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Sumatera Selatan.

 

Dalam video berdurasi dua menit 25 detik disebutkan, peristiwa provos pukul polwan itu terjadi pada Senin (20/12) sekitar pukul 06.30 WIB.

 

Saat itu, polwan Briptu A yang bertugas di Polda Sumatera Selatan melintas di depan Makodam II/Sriwijaya. Akan tetapi, Briptu A tiba-tiba dihentikan oleh seorang anggota provos TNI.

 

Karena mendadak, Briptu A pun tiba-tiba mengerem dan baru berhenti setelah melewati anggota provos TNI tersebut.

 

Anggota provos TNI itu langsung menghampiri Briptu A dan langsung memukul kepala kanan Briptu A yang mengenakan helm. Tak terima, Briptu A pun menanyakan kenapa ia dihentikan dan dipukul.

 

Bukannya mendapat jawaban, Briptu A malah mendapat kata-kata kasar dari seorang provos TNI lain yang memegang sapu. “Sudah mbak, jangan marah-marah. Ini Komplek TNI, bukan daerah pelacuran,” ucap provos TNI kepada Briptu A, dikutip dari pojoksatu.

Baca Juga :  Tiada Ampun dari Panglima Andika bagi Prajurit TNI Pemukul Polwan Polda, POM

 

Disebutkan pula, saat kejadian, Briptu A mengenakan seragam dinas kepolisian lengkap. Selain itu, Briptu A juga mengenakan jaket yang bertuliskan ‘Command Center Polda Sumsel’, tempat dirinya bertugas di Biro Ops Polda Sumsel.

 

Dikonfirmasi, Kependam II/Sriwijaya Kolonel Jono Marjono membenarkan peristiwa tersebut.

 

Sayangnya, Kolonel Jono enggan menjelaskan secara rinci terkait peristiwa anggota provos TNI pukul polwan dimaksud. “Sedang kami dalami tentang video viral di medsos tersebut oleh tim kami di lapangan,” singkat Kolonel Jono.

 

Sementara, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi dipicu salah paham.

 

“Sudah dipertemukan keduanya, mungkin ada kesalahpahaman. Proses mediasi sudah dilakukan. Kita harap persoalan ini cepat selesai,” ujarnya.

 

Irjen Toni juga menyatakan bahwa telah dilakukan mediasi antara kedua belah pihak. “Saat ini, mediasi antara keduanya sudah dilakukan dan kondisi Briptu A pun dalam keadaan baik,” kata dia. Irjen Toni juga menyebutkan bahwa Briptu A saat ini sudah bertugas kembali.(pojoksatu)

RADARPAPUA.ID-Sebuah video yang menyebutkan provos TNI pukul polwan viral di media sosial.

 

Disebutkan, peritiwa provos TNI pukul polwan itu terjadi di depan Kodam II/Sriwijaya, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Sumatera Selatan.

 

Dalam video berdurasi dua menit 25 detik disebutkan, peristiwa provos pukul polwan itu terjadi pada Senin (20/12) sekitar pukul 06.30 WIB.

 

Saat itu, polwan Briptu A yang bertugas di Polda Sumatera Selatan melintas di depan Makodam II/Sriwijaya. Akan tetapi, Briptu A tiba-tiba dihentikan oleh seorang anggota provos TNI.

 

Karena mendadak, Briptu A pun tiba-tiba mengerem dan baru berhenti setelah melewati anggota provos TNI tersebut.

 

Anggota provos TNI itu langsung menghampiri Briptu A dan langsung memukul kepala kanan Briptu A yang mengenakan helm. Tak terima, Briptu A pun menanyakan kenapa ia dihentikan dan dipukul.

 

Bukannya mendapat jawaban, Briptu A malah mendapat kata-kata kasar dari seorang provos TNI lain yang memegang sapu. “Sudah mbak, jangan marah-marah. Ini Komplek TNI, bukan daerah pelacuran,” ucap provos TNI kepada Briptu A, dikutip dari pojoksatu.

Baca Juga :  MELAWAN! Tak Terima Dipecat Karena Diduga Selingkuh, Mantan Polwan Malah Gugat

 

Disebutkan pula, saat kejadian, Briptu A mengenakan seragam dinas kepolisian lengkap. Selain itu, Briptu A juga mengenakan jaket yang bertuliskan ‘Command Center Polda Sumsel’, tempat dirinya bertugas di Biro Ops Polda Sumsel.

 

Dikonfirmasi, Kependam II/Sriwijaya Kolonel Jono Marjono membenarkan peristiwa tersebut.

 

Sayangnya, Kolonel Jono enggan menjelaskan secara rinci terkait peristiwa anggota provos TNI pukul polwan dimaksud. “Sedang kami dalami tentang video viral di medsos tersebut oleh tim kami di lapangan,” singkat Kolonel Jono.

 

Sementara, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi dipicu salah paham.

 

“Sudah dipertemukan keduanya, mungkin ada kesalahpahaman. Proses mediasi sudah dilakukan. Kita harap persoalan ini cepat selesai,” ujarnya.

 

Irjen Toni juga menyatakan bahwa telah dilakukan mediasi antara kedua belah pihak. “Saat ini, mediasi antara keduanya sudah dilakukan dan kondisi Briptu A pun dalam keadaan baik,” kata dia. Irjen Toni juga menyebutkan bahwa Briptu A saat ini sudah bertugas kembali.(pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/