alexametrics
30.7 C
Jayapura
Tuesday, 17 May 2022

Soal CAT CASN Ternyata Bocor, Polisi Telusuri Keterlibatan Pejabat…

RADARPAPUA.ID–Polri berupaya menuntaskan kasus mafia seleksi calon aparatur sipil negara (ASN) hingga ke akar-akarnya. Selain menelusuri keterlibatan pejabat daerah, Polri mengusut pejabat tingkat pusat.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Gatot Repli Handoko menuturkan, setelah pengungkapan mafia seleksi calon ASN, masih ada langkah tindak lanjut yang akan dilakukan. ’’Pertama, mengembangkan tersangka,’’ katanya dalam keterangan tertulis kemarin (26/4).

Polri berupaya menangkap tersangka lain yang hingga saat ini belum terungkap. Pengembangan penyidikan juga dilakukan untuk mengetahui keterlibatan pihak internal tingkat pusat. ’’Pengembangan ke sana,’’ ucapnya.

Menurut dia, upaya pengembangan tersebut dilakukan karena ada indikasi kebocoran soal computer assisted test (CAT). Kebocoran itu diprediksi berpeluang melibatkan oknum di tingkat pusat. ’’Ya, soalnya dibocorkan,’’ ungkap Gatot.

Dugaan itu muncul karena mafia seleksi calon ASN memiliki modus membantu menjawab soal CAT. Bahkan, mafia itu menjawab soal secara jarak jauh dengan aplikasi remote access. Hal itu terungkap saat konferensi pers Senin (25/4) lalu.

Terpisah, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) Tjahjo Kumolo kembali menegaskan bahwa dirinya tak akan memberikan ampun untuk kecurangan-kecurangan dalam rekrutmen CASN.

Baca Juga :  Kapolri Ultimatum 34 Kapolda dan Kapolres, Polisi Nakal Karirnya Tamat

Dia memastikan, mereka yang terbukti melakukan kecurangan tidak akan bisa mengikuti seleksi CASN lagi. ’’Yang bermain-main dengan calo langsung tidak diluluskan dan di-blacklist,’’ tegasnya.

Karena itu, dia meminta peran masyarakat untuk melapor jika menemukan praktik percaloan tersebut. Pihaknya sangat terbuka dan akan melakukan penelusuran dengan data digital yang ada.

Terkait keterlibatan sejumlah ASN dalam praktik busuk itu, Tjahjo berjanji meningkatkan pengawasan internal. Dia juga akan memperketat pakta integritas untuk para ASN.

Pada bagian lain, Plt Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengapresiasi kerja keras Bareskrim Polri. Pihaknya pun siap bersinergi membongkar dugaan-dugaan kecurangan dalam rekrutmen CASN. ’’Kami terus berbenah diri dalam mewujudkan reformasi birokrasi serta mengedepankan rekrutmen CASN menggunakan CAT BKN yang bersih, transparan, serta akuntabel,’’ paparnya.

BKN juga akan menindak tegas setiap bentuk kecurangan yang terjadi. Salah satunya, mencabut nomor induk pegawai (NIP) sejumlah ASN yang terlibat. Termasuk apabila 81 CASN yang telah lulus pada 2021 terbukti melakukan kecurangan. ’’Saat ini BKN masih menunggu nama-nama dari Bareskrim,’’ ungkapnya.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Polri berupaya menuntaskan kasus mafia seleksi calon aparatur sipil negara (ASN) hingga ke akar-akarnya. Selain menelusuri keterlibatan pejabat daerah, Polri mengusut pejabat tingkat pusat.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Gatot Repli Handoko menuturkan, setelah pengungkapan mafia seleksi calon ASN, masih ada langkah tindak lanjut yang akan dilakukan. ’’Pertama, mengembangkan tersangka,’’ katanya dalam keterangan tertulis kemarin (26/4).

Polri berupaya menangkap tersangka lain yang hingga saat ini belum terungkap. Pengembangan penyidikan juga dilakukan untuk mengetahui keterlibatan pihak internal tingkat pusat. ’’Pengembangan ke sana,’’ ucapnya.

Menurut dia, upaya pengembangan tersebut dilakukan karena ada indikasi kebocoran soal computer assisted test (CAT). Kebocoran itu diprediksi berpeluang melibatkan oknum di tingkat pusat. ’’Ya, soalnya dibocorkan,’’ ungkap Gatot.

Dugaan itu muncul karena mafia seleksi calon ASN memiliki modus membantu menjawab soal CAT. Bahkan, mafia itu menjawab soal secara jarak jauh dengan aplikasi remote access. Hal itu terungkap saat konferensi pers Senin (25/4) lalu.

Terpisah, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) Tjahjo Kumolo kembali menegaskan bahwa dirinya tak akan memberikan ampun untuk kecurangan-kecurangan dalam rekrutmen CASN.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Kejar Aktor Utama Kasus Ekspor Minyak Goreng, Minta Usut Tuntas

Dia memastikan, mereka yang terbukti melakukan kecurangan tidak akan bisa mengikuti seleksi CASN lagi. ’’Yang bermain-main dengan calo langsung tidak diluluskan dan di-blacklist,’’ tegasnya.

Karena itu, dia meminta peran masyarakat untuk melapor jika menemukan praktik percaloan tersebut. Pihaknya sangat terbuka dan akan melakukan penelusuran dengan data digital yang ada.

Terkait keterlibatan sejumlah ASN dalam praktik busuk itu, Tjahjo berjanji meningkatkan pengawasan internal. Dia juga akan memperketat pakta integritas untuk para ASN.

Pada bagian lain, Plt Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengapresiasi kerja keras Bareskrim Polri. Pihaknya pun siap bersinergi membongkar dugaan-dugaan kecurangan dalam rekrutmen CASN. ’’Kami terus berbenah diri dalam mewujudkan reformasi birokrasi serta mengedepankan rekrutmen CASN menggunakan CAT BKN yang bersih, transparan, serta akuntabel,’’ paparnya.

BKN juga akan menindak tegas setiap bentuk kecurangan yang terjadi. Salah satunya, mencabut nomor induk pegawai (NIP) sejumlah ASN yang terlibat. Termasuk apabila 81 CASN yang telah lulus pada 2021 terbukti melakukan kecurangan. ’’Saat ini BKN masih menunggu nama-nama dari Bareskrim,’’ ungkapnya.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/