alexametrics
32.7 C
Jayapura
Tuesday, 16 August 2022

SADIS! Kepala Sekda Ini Bocor Ditebas Parang Pendemo, Polisi Menengahi Malah…

Menurut Kamal, Sekda Sami telah dievakuasi ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

“Pak Sekda dalam keadaan sadar dan hari ini sudah dievakuasi ke rumah sakit di Jayapura,” kata Kamal.

Sebelumnya, massa melakukan aksi demonstrasi di Jembatan Tor Atas, Kabupaten Sarmi, Papua pada Jumat sore (27/5).

Massa yang berjumlah sekitar 100 orang melakukan pemalangan jembatan. Mereka menuntut pembayaran hak ulayat Jembatan Tor Atas.

Pemalangan yang dilakukan sejak pukul 15.00 WIT itu membuat arus lalu lintas dari dan ke Sarmi tidak bisa dilintasi pengendara.

Lalu, sekitar pukul 17.00 WIT, Sekda Sarmi Elias Bakay bersama Kabag Ops Polres Sarmi AKP Josua Abba mendatangi TKP dan berdialog dengan massa yang melakukan pemalangan jalan.

Pertemuan yang membicarakan pembayaran ganti rugi tidak menemui titik terang.

Massa yang tidak puas dengan hasil pertemuan tersebut lantas menganiaya Sekda Sarmi.

Selain Sekda Sarmi, massa juga menyerang tiga anggota polisi sehingga menyebabkan luka-luka.

“Akibat aksi anarkis itu, petugas melepaskan tembakan peringatan ke pendemo yang menuntut ganti rugi pembayaran hak ulayat Jembatan Tor Atas,” ucap Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri, Irjen Fakhiri pada Jumat (27/5) malam.

Tembakan peringatan tak membuat massa mundur. Mereka terus melakukan aksi brutal sehingga petugas terpaksa bertindak tegas dengan menembak pelaku.

Enam pendemo yang tertembak yakni Rio Weiraso, Tandius Saroni, Izak Anabe, Leo Weraso, Dedeus Sarone, dan Esra Mamawiso.

Jenderal bintang dua itu mengatakan massa menyerang aparat dengan menggunakan senjata tajam.

“Mereka terus menyerang dengan menggunakan senjata tajam dan senjata tradisional, seperti panah, yang menyebabkan tiga anggota terluka,” lanjutnya. (one/pojoksatu)

Menurut Kamal, Sekda Sami telah dievakuasi ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

“Pak Sekda dalam keadaan sadar dan hari ini sudah dievakuasi ke rumah sakit di Jayapura,” kata Kamal.

Sebelumnya, massa melakukan aksi demonstrasi di Jembatan Tor Atas, Kabupaten Sarmi, Papua pada Jumat sore (27/5).

Massa yang berjumlah sekitar 100 orang melakukan pemalangan jembatan. Mereka menuntut pembayaran hak ulayat Jembatan Tor Atas.

Pemalangan yang dilakukan sejak pukul 15.00 WIT itu membuat arus lalu lintas dari dan ke Sarmi tidak bisa dilintasi pengendara.

Lalu, sekitar pukul 17.00 WIT, Sekda Sarmi Elias Bakay bersama Kabag Ops Polres Sarmi AKP Josua Abba mendatangi TKP dan berdialog dengan massa yang melakukan pemalangan jalan.

Pertemuan yang membicarakan pembayaran ganti rugi tidak menemui titik terang.

Massa yang tidak puas dengan hasil pertemuan tersebut lantas menganiaya Sekda Sarmi.

Selain Sekda Sarmi, massa juga menyerang tiga anggota polisi sehingga menyebabkan luka-luka.

“Akibat aksi anarkis itu, petugas melepaskan tembakan peringatan ke pendemo yang menuntut ganti rugi pembayaran hak ulayat Jembatan Tor Atas,” ucap Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri, Irjen Fakhiri pada Jumat (27/5) malam.

Tembakan peringatan tak membuat massa mundur. Mereka terus melakukan aksi brutal sehingga petugas terpaksa bertindak tegas dengan menembak pelaku.

Enam pendemo yang tertembak yakni Rio Weiraso, Tandius Saroni, Izak Anabe, Leo Weraso, Dedeus Sarone, dan Esra Mamawiso.

Jenderal bintang dua itu mengatakan massa menyerang aparat dengan menggunakan senjata tajam.

“Mereka terus menyerang dengan menggunakan senjata tajam dan senjata tradisional, seperti panah, yang menyebabkan tiga anggota terluka,” lanjutnya. (one/pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/