alexametrics
29.7 C
Jayapura
Monday, 15 August 2022

SITUASI KACAU! Bukan hanya Sekda yang Dihajar Massa, 3 Polisi Juga Dipukul, 6..

Enam pendemo yang tertembak ialah Rio Weiraso, Tandius Saroni, Izak Anabe, Leo Weraso, Dedeus Sarone, dan Esra Mamawiso.

Menurut Fakhiri, pada Jumat (27/5) sore sekitar pukul 17.00 WIT, polisi berupaya membubarkan aksi pemalangan jembatan yang dilakukan sekitar 100 warga dari Tor Atas, Apawer dan Mafen Tor yang menuntut pembayaran hak ulayat Jembatan Tor Atas.

Pemalangan yang dilakukan sejak pukul 15.00 WIT itu membuat arus lalu lintas dari dan ke Sarmi tidak bisa dilintasi pengendara.

Lalu, sekitar pukul 17.00 WIT, Sekda Sarmi Elias Bakay bersama Kabag Ops Polres Sarmi AKP Josua Abba mendatangi TKP dan berdialog dengan massa yang melakukan pemalangan jalan.

Namun pertemuan dengan massa untuk membicarakan terkait dengan pembayaran ganti rugi tidak menemui titik terang.

Massa yang tidak puas dengan hasil pertemuan tersebut lantas menganiaya Sekda Sarmi.

Meski sudah berupaya mengamankan diri, pedemo tetap mengejar pejabat Pemkab Sarmi itu.

Irjen Fakhiri menyebut aksi massa sempat dihentikan polisi dengan memblokade jalan, tetapi pedemo makin anarkistis, bahkan menyerang anggota dengan menggunakan tombak dan panah.

Menghadapi situasi mencekam tersebut, polisi mengeluarkan tembakan peringatan.

“Saat ini pendemo masih bertahan di Kampung Mafentor dan memblokade jalan,” ungkap Irjen Fakhiri. (Pojoksatu)

Enam pendemo yang tertembak ialah Rio Weiraso, Tandius Saroni, Izak Anabe, Leo Weraso, Dedeus Sarone, dan Esra Mamawiso.

Menurut Fakhiri, pada Jumat (27/5) sore sekitar pukul 17.00 WIT, polisi berupaya membubarkan aksi pemalangan jembatan yang dilakukan sekitar 100 warga dari Tor Atas, Apawer dan Mafen Tor yang menuntut pembayaran hak ulayat Jembatan Tor Atas.

Pemalangan yang dilakukan sejak pukul 15.00 WIT itu membuat arus lalu lintas dari dan ke Sarmi tidak bisa dilintasi pengendara.

Lalu, sekitar pukul 17.00 WIT, Sekda Sarmi Elias Bakay bersama Kabag Ops Polres Sarmi AKP Josua Abba mendatangi TKP dan berdialog dengan massa yang melakukan pemalangan jalan.

Namun pertemuan dengan massa untuk membicarakan terkait dengan pembayaran ganti rugi tidak menemui titik terang.

Massa yang tidak puas dengan hasil pertemuan tersebut lantas menganiaya Sekda Sarmi.

Meski sudah berupaya mengamankan diri, pedemo tetap mengejar pejabat Pemkab Sarmi itu.

Irjen Fakhiri menyebut aksi massa sempat dihentikan polisi dengan memblokade jalan, tetapi pedemo makin anarkistis, bahkan menyerang anggota dengan menggunakan tombak dan panah.

Menghadapi situasi mencekam tersebut, polisi mengeluarkan tembakan peringatan.

“Saat ini pendemo masih bertahan di Kampung Mafentor dan memblokade jalan,” ungkap Irjen Fakhiri. (Pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/