alexametrics
25.7 C
Jayapura
Tuesday, 24 May 2022

Menteri Jokowi: Erick Thohir Didesak Copot Jabatan Ahok Sebagai Komut Pertamina

RADARPAPUA.ID – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menyoroti Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Dalam hal ini, Dedi menilai Ahok kerap menuai protes karena pernyataannya yang membuat kisruh di ruang publik.

Atas hal itu, banyak pihak termasuk Dedi mendesak agar Ahok segera diberhentikan dari jabatannya saat ini. “Termasuk statement terkait ancaman mogok dan gaji karyawan. Tetapi saat ada Ahok justru terlihat makin rumit, bahkan sesama elit di Pertamina terjadi kisruh,” kata Dedi dikutip dari Galamedia Minggu, 26 Desember 2021.

Oleh karena itu, pengamat politik ini meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir segera mencopot Ahok sebagai Komut Pertamina. “Erick Tohir layak mempertimbangkan pencopotan Ahok, tidak perlu khawatir siapa yang berada di baliknya, selama tidak menghasilkan performa yang baik,” tegas Dedi.

Sebelumnya, Ahok sempat melontarkan ancaman mogok Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) karena pemotongan gaji. Namun, Komisaris Independen Pertamina, Iggi Haruman Achsien menegaskan tak ada pemotongan gaji di perusahaan plat merah tersebut.

Baca Juga :  Menko Airlangga Ajak Calon Investor Berinvestasi di KEK Indonesia

Informasi keduanya bertolak belakang karena menyebut tidak ada pemotongan gaji di perusahaan minyak dan gas milik negara itu.

Perbedaan suara ini dianggap aneh oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Bambang Haryadi. Dia bilang, hal ini justru menambah gaduh yang ada di Pertamina.

“Ini agak janggal menurut saya. Dan anehnya lagi terdapat perbedaan informasi atas isu pemotongan gaji yang menjadi kegelisahan serikat pekerja antara Komut Ahok dan salah satu komisaris Pertamina,” katanya dalam keterangan tertulis.

Bambang lantas meminta Ahok untuk fokus pada tupoksinya sebagai Komut sesuai dengan ketentuan dalam UU Perseroan. “Jangan ada hal-hal yang belum terklarifikasi diumbar di publik, yang hanya membuat kegaduhan yang dapat menggangu kinerja Pertamina itu sendiri,” jelasnya.(*)

RADARPAPUA.ID – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menyoroti Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Dalam hal ini, Dedi menilai Ahok kerap menuai protes karena pernyataannya yang membuat kisruh di ruang publik.

Atas hal itu, banyak pihak termasuk Dedi mendesak agar Ahok segera diberhentikan dari jabatannya saat ini. “Termasuk statement terkait ancaman mogok dan gaji karyawan. Tetapi saat ada Ahok justru terlihat makin rumit, bahkan sesama elit di Pertamina terjadi kisruh,” kata Dedi dikutip dari Galamedia Minggu, 26 Desember 2021.

Oleh karena itu, pengamat politik ini meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir segera mencopot Ahok sebagai Komut Pertamina. “Erick Tohir layak mempertimbangkan pencopotan Ahok, tidak perlu khawatir siapa yang berada di baliknya, selama tidak menghasilkan performa yang baik,” tegas Dedi.

Sebelumnya, Ahok sempat melontarkan ancaman mogok Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) karena pemotongan gaji. Namun, Komisaris Independen Pertamina, Iggi Haruman Achsien menegaskan tak ada pemotongan gaji di perusahaan plat merah tersebut.

Baca Juga :  MULAI CIUT? Terkait Habib Bahar-Eggi Sudjana, Tokoh 212 Novel Ingin Berdamai

Informasi keduanya bertolak belakang karena menyebut tidak ada pemotongan gaji di perusahaan minyak dan gas milik negara itu.

Perbedaan suara ini dianggap aneh oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Bambang Haryadi. Dia bilang, hal ini justru menambah gaduh yang ada di Pertamina.

“Ini agak janggal menurut saya. Dan anehnya lagi terdapat perbedaan informasi atas isu pemotongan gaji yang menjadi kegelisahan serikat pekerja antara Komut Ahok dan salah satu komisaris Pertamina,” katanya dalam keterangan tertulis.

Bambang lantas meminta Ahok untuk fokus pada tupoksinya sebagai Komut sesuai dengan ketentuan dalam UU Perseroan. “Jangan ada hal-hal yang belum terklarifikasi diumbar di publik, yang hanya membuat kegaduhan yang dapat menggangu kinerja Pertamina itu sendiri,” jelasnya.(*)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/