alexametrics
27.7 C
Jayapura
Wednesday, 18 May 2022

Tiga Vaksin Covid-19 Diteliti untuk Usia 5 hingga 11 Tahun

RADARPAPUA– Pemerintah tengah mengkaji pemberian vaksin Covid-19 untuk anak usia 5 hingga 11 tahun. Ada beberapa pertimbangan yang membuat pemerintah tidak segera memvaksin anak usia dibawah 12 tahun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan bahwa pemberian vaksin anak usia 5 sampai 11 tahun masih belum bisa dilakukan tahun ini. Sebab, pemerintah harus menunggu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan emergency use authorization (EUA). ”Diharapkan segera mungkin (EUA) dikeluarkan setelah di negara asalnya digunakan untuk anak di bawah 12 tahun,” ungkap Budi.

Dalam mengeluarkan EUA, BPOM menggandeng ITAGI dan ahli. Hal ini sebagai langkah hati-hati dalam memberikan mengeluarkan izin penggunaan vaksin pada kondisi darurat.

Sejauh ini, ada tiga vaksin yang sedang diuji coba untuk anak usia 5 hingga 11 tahun. Vaksin tersebut menurut Budi ada Sinovac, Sinopharm, dan Pfizer.

Vaksinasi Covid-19 untuk anak dibawah 12 tahun sepertinya tidak bisa dilakukan tahun ini. “Rencananya setelah itu (EUA0 keluar, asumsinya akan bisa digunakan pada tahun 2022,” ujar Budi.

Vaksinasi Covid-19 dengan sasaran anak memang tidak direncanakan sejak awal. Misalnya pada usia 12 hingga 17 tahun, baru bisa mendapatkan vaksin Covid-19 pada Juli lalu. Sedangkan vaksinasi dimulai pada Januari. Dengan menambahkan usia 12 hingga 17 tahun, maka sasaran vaksinasi lebih banyak.

Baca Juga :  Panglima TNI Turunkan Polisi Militer, Usut Perempuan Mengaku Anak Jenderal

Hingga kemarin, baru sekitar 14,5 persen dari sasaran vaksinasi kelompok usia 12-17 tahun yang mendapatkan dosis pertama. Sedangkan yang sudah mendapatkan dosis lengkap mencapai 11,7 persen. Secara total sasaran vaksinasi Covid-19, sudah lebih dari 115 juta warga Indonesia yang mendapatkan dosis pertama dan 70 juta di antaranya telah mendapatkan dosis lengkap.

“Vaksinasi remaja atau kelompok usia 12 hingga 17 tahun harus kita percepat karena sangat penting untuk memberikan perlindungan dan rasa aman dalam pelaksanaan PTM terbatas,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. Dia meminta para orang tua dan sekolah bisa mendorong vaksinasi bagi anak mereka yang sudah berusia di atas 12 tahun.

Menurutnya, vaksinasi terbukti dapat mengurangi risiko sakit berat jika terinfeksi vírus Covid-19. Vaksinasi dinilai sangat penting untuk melindungi para remaja terutama saat melakukan PTM terbatas. (jawapos)

RADARPAPUA– Pemerintah tengah mengkaji pemberian vaksin Covid-19 untuk anak usia 5 hingga 11 tahun. Ada beberapa pertimbangan yang membuat pemerintah tidak segera memvaksin anak usia dibawah 12 tahun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan bahwa pemberian vaksin anak usia 5 sampai 11 tahun masih belum bisa dilakukan tahun ini. Sebab, pemerintah harus menunggu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan emergency use authorization (EUA). ”Diharapkan segera mungkin (EUA) dikeluarkan setelah di negara asalnya digunakan untuk anak di bawah 12 tahun,” ungkap Budi.

Dalam mengeluarkan EUA, BPOM menggandeng ITAGI dan ahli. Hal ini sebagai langkah hati-hati dalam memberikan mengeluarkan izin penggunaan vaksin pada kondisi darurat.

Sejauh ini, ada tiga vaksin yang sedang diuji coba untuk anak usia 5 hingga 11 tahun. Vaksin tersebut menurut Budi ada Sinovac, Sinopharm, dan Pfizer.

Vaksinasi Covid-19 untuk anak dibawah 12 tahun sepertinya tidak bisa dilakukan tahun ini. “Rencananya setelah itu (EUA0 keluar, asumsinya akan bisa digunakan pada tahun 2022,” ujar Budi.

Vaksinasi Covid-19 dengan sasaran anak memang tidak direncanakan sejak awal. Misalnya pada usia 12 hingga 17 tahun, baru bisa mendapatkan vaksin Covid-19 pada Juli lalu. Sedangkan vaksinasi dimulai pada Januari. Dengan menambahkan usia 12 hingga 17 tahun, maka sasaran vaksinasi lebih banyak.

Baca Juga :  Airlangga: Pemerintah Akan Tindak Tegas Pelanggar Larang Ekspor Produk CPO

Hingga kemarin, baru sekitar 14,5 persen dari sasaran vaksinasi kelompok usia 12-17 tahun yang mendapatkan dosis pertama. Sedangkan yang sudah mendapatkan dosis lengkap mencapai 11,7 persen. Secara total sasaran vaksinasi Covid-19, sudah lebih dari 115 juta warga Indonesia yang mendapatkan dosis pertama dan 70 juta di antaranya telah mendapatkan dosis lengkap.

“Vaksinasi remaja atau kelompok usia 12 hingga 17 tahun harus kita percepat karena sangat penting untuk memberikan perlindungan dan rasa aman dalam pelaksanaan PTM terbatas,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. Dia meminta para orang tua dan sekolah bisa mendorong vaksinasi bagi anak mereka yang sudah berusia di atas 12 tahun.

Menurutnya, vaksinasi terbukti dapat mengurangi risiko sakit berat jika terinfeksi vírus Covid-19. Vaksinasi dinilai sangat penting untuk melindungi para remaja terutama saat melakukan PTM terbatas. (jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/