alexametrics
23.7 C
Jayapura
Monday, 27 June 2022

Anies Baswedan Mendadak Toleran, Mazdjo Pray Bongkar Motif Gubernur

Mau aja dibohongin pakai lubang resapan hahaha. Balik lagi ke lubang resapan ya. Iya betapa kerasnya kalian mencoba mengangkat citra Anies yang seolah-olah toleran. Sejarah akan mencatat, bahwa dia naik karena politisasi agama, ayat dan kuburan. Jadi kalau si Anies itu orang yang toleran, tentu saja kampanye yang brutal dan rasis itu tidak akan dia lakukan.

 

Ambisi berkuasa Anies mengalahkan nurani kemanusiaan, dan itu dimulai sejak pemilihan Rektor Universitas Paramadina beberapa tahun silam. Anies adalah produk intoleransi, ketika kerukunan bangsa dipertaruhkan demi sebuah ambisi. Ini berbahaya apalagi di tengah pandemi. Politisasi agama pada saatnya akan memakan korban diri sendiri.

 

Ini penghianatan nilai-nilai demokrasi. Percuma berkuasa kalau rakyat terbelah dan saling memaki. Cebong, kampret, masih abadi sampai saat ini. Rakyat berantem cuma gara-gara ulah politisi. Kita yang capek, mereka yang menikmati. Bangsat kan? Hahaha. Ya! Si Anies ingin menunjukkan dirinya sosok yang toleran. Padahal Pilkada DKI sudah menjadi saksi yang jelas dan kelihatan.

 

Sekarang suasana berbeda, karena Anies sadar betul mayoritas rakyat tidak bisa diintervensi dengan ayat dan kuburan. Mau nggak mau wajahnya harus dipoles sedemikian rupa sehingga terlihat sopan, toleran, meski enggak bisa apa-apa hahaha. (*)

Mau aja dibohongin pakai lubang resapan hahaha. Balik lagi ke lubang resapan ya. Iya betapa kerasnya kalian mencoba mengangkat citra Anies yang seolah-olah toleran. Sejarah akan mencatat, bahwa dia naik karena politisasi agama, ayat dan kuburan. Jadi kalau si Anies itu orang yang toleran, tentu saja kampanye yang brutal dan rasis itu tidak akan dia lakukan.

 

Ambisi berkuasa Anies mengalahkan nurani kemanusiaan, dan itu dimulai sejak pemilihan Rektor Universitas Paramadina beberapa tahun silam. Anies adalah produk intoleransi, ketika kerukunan bangsa dipertaruhkan demi sebuah ambisi. Ini berbahaya apalagi di tengah pandemi. Politisasi agama pada saatnya akan memakan korban diri sendiri.

 

Ini penghianatan nilai-nilai demokrasi. Percuma berkuasa kalau rakyat terbelah dan saling memaki. Cebong, kampret, masih abadi sampai saat ini. Rakyat berantem cuma gara-gara ulah politisi. Kita yang capek, mereka yang menikmati. Bangsat kan? Hahaha. Ya! Si Anies ingin menunjukkan dirinya sosok yang toleran. Padahal Pilkada DKI sudah menjadi saksi yang jelas dan kelihatan.

 

Sekarang suasana berbeda, karena Anies sadar betul mayoritas rakyat tidak bisa diintervensi dengan ayat dan kuburan. Mau nggak mau wajahnya harus dipoles sedemikian rupa sehingga terlihat sopan, toleran, meski enggak bisa apa-apa hahaha. (*)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/