alexametrics
26.7 C
Jayapura
Friday, 20 May 2022

Lokasi Formula E Eks Pembuangan Lumpur, Gubernur Anies Baswedan Disarankan…

RADARPAPUA.ID – Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo, mempertanyakan wilayah lintasan Formula E Jakarta yang disiapkan Pemprov DKI. Setelah ditinjau, lokasi yang akan menjadi lintasan ternyata di tanah pembuangan lumpur.

 

Dia menilai, bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak punya perencanaan yang terukur. Sehingga lokasi ajang balapan internasional itu, adalah bekas pembuangan lumpur.

 

“Ini yang terjadi kalau perencanaan termasuk penentuan trek tidak dikaji dulu. Tidak ada rencana terukur. Sepertinya Pak Anies lebih baik bikin acara lomba tangkap belut ketimbang balap mobil,” kata Anggara, Jumat, 31 Desember 2021.

 

Keputusan pemilihan lokasi sirkuit ini, menurut Anggara, tidak memiliki proses yang terbuka. Dia juga menduga pemilihan lokasi sirkuit Formula E Jakarta tidak memiliki studi kelayakan.

Baca Juga :  Bukan 12, Tapi 21 Santriwati yang Diperkosa Ustadz Cabul Herry Wirawan

 

“Makanya dari awal kami bilang harus ada transparansi karena ini acara yang pakai uang rakyat dan di atas tanah perusahaan daerah pula. Jangan-jangan penentuan trek ini belum ada studi kelayakannya,” ujarnya.

 

Anggara meminta Anies Baswedan belajar dari uji coba pembangunan sirkuit Formula E yang merusak cagar budaya Monas. Menurutnya, kompensasi yang harus dibayar untuk pelaksanaan kegiatan ini sangat besar.

 

“Kami ingatkan jangan sampai ada kerugian atau kerusakan lingkungan akibat pembangunan sirkuit Formula E karena perencanaan yang tidak hati-hati. Terlalu banyak yang harus kita bayar, biaya cagar budaya yang rusak, pohon, dan lain-lain, sementara event ini tidak jelas manfaat langsungnya di tengah situasi pandemi seperti sekarang,” tambahnya. (viva)

RADARPAPUA.ID – Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo, mempertanyakan wilayah lintasan Formula E Jakarta yang disiapkan Pemprov DKI. Setelah ditinjau, lokasi yang akan menjadi lintasan ternyata di tanah pembuangan lumpur.

 

Dia menilai, bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak punya perencanaan yang terukur. Sehingga lokasi ajang balapan internasional itu, adalah bekas pembuangan lumpur.

 

“Ini yang terjadi kalau perencanaan termasuk penentuan trek tidak dikaji dulu. Tidak ada rencana terukur. Sepertinya Pak Anies lebih baik bikin acara lomba tangkap belut ketimbang balap mobil,” kata Anggara, Jumat, 31 Desember 2021.

 

Keputusan pemilihan lokasi sirkuit ini, menurut Anggara, tidak memiliki proses yang terbuka. Dia juga menduga pemilihan lokasi sirkuit Formula E Jakarta tidak memiliki studi kelayakan.

Baca Juga :  KETERLALUAN! Musim Pandemi, Gubernur DKI Anies Baswedan Naikkan Tunjangan DPRD

 

“Makanya dari awal kami bilang harus ada transparansi karena ini acara yang pakai uang rakyat dan di atas tanah perusahaan daerah pula. Jangan-jangan penentuan trek ini belum ada studi kelayakannya,” ujarnya.

 

Anggara meminta Anies Baswedan belajar dari uji coba pembangunan sirkuit Formula E yang merusak cagar budaya Monas. Menurutnya, kompensasi yang harus dibayar untuk pelaksanaan kegiatan ini sangat besar.

 

“Kami ingatkan jangan sampai ada kerugian atau kerusakan lingkungan akibat pembangunan sirkuit Formula E karena perencanaan yang tidak hati-hati. Terlalu banyak yang harus kita bayar, biaya cagar budaya yang rusak, pohon, dan lain-lain, sementara event ini tidak jelas manfaat langsungnya di tengah situasi pandemi seperti sekarang,” tambahnya. (viva)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/