alexametrics
26.7 C
Jayapura
Saturday, 21 May 2022

PDIP Terpecah? Pendukung Ganjar Deklarasi Barisan Celeng Berjuang

JAKARTA – Kemunculan ‘Barisan Celeng Berjuang’ dinilai pengamat politik Khoirul Umam merupakan symbol perlawanan pendukung Ganjar Pranowo ke PDIP.

Khoirul Umam yang merupakan Direktur Eksekutif Indostrategic, menilai kemunculan ‘Barisan Celeng Berjuang’ sebagai perlawanan terhadap gaya demokrasi terpimpin yang dilakukan PDIP.

Khoirul Umam menilai PDIP perlu menyerap masukan yang disampaikan sejumlah kader PDIP.

“Sebagai partai yang menggunakan istilah ‘demokrasi’ di namanya, PDIP seharusnya bersikap lebih demokratis,” tegas Khoirul Umam kepada wartawan, Selasa (12/10).

“Jika memang benar berasal dari kader, logo Celeng Berjuang itu merupakan merupakan simbol perlawanan terhadap model kepemimpinan ala ‘demokrasi terpimpin’ yang sebenarnya tidak ada dalam varian teori demokrasi mana pun,” kata Umam lagi.

Demokrasi terpimpin yang dimaksud Khoirul Umam adalah tak dibukanya masukan dari kader.

Kader PDIP dipaksa untuk mengikuti keputusan elite PDIP, justru akan menimbulkan perpecahan.

“Tidak dibukanya ruang kebebasan berpendapat, di mana kader dipaksa tunduk pada keputusan elite, berpotensi menciptakan friksi yang tidak produktif,” ujarnya.

Menurut Khoirul Umam, PDIP perlu mengembalikan watak demokrasi di dalam partai.

Sehingga perbedaan sikap kader dapat ditampung untuk ditimbang dalam mengambil keputusan.

“Karena itu, organisasi partai perlu mengembalikan watak demokratisnya untuk mengkanalisasi perbedaan pandangan dan sikap politik dalam sistem pengambilan keputusan di dalamnya,” ucapnya.

Lantas, apakah perlu PDIP memberikan sanksi terhadap kader yang menyuarakan Celeng Berjuang? Umam melihat ada dua sisi yang bisa dilakukan PDIP.

“Tergantung. Kalau mau mempertahankan model demokrasi terpimpin ya sanksi akan digunakan sebagai instrumen penegakan disiplin. Tapi mau demokratis, sanksi tidak perlu digunakan,” imbuhnya.

Lahirnya Celeng Berjuang

Baca Juga :  Survei SMRC: Sebanyak 25,2 Persen Pemilih Akan Memilih PDIP Bila Pemilu...

Diketahui, ungkapan celeng yang dilontarkan Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto, terhadap pendukung Ganjar Pranowo langsung dieksekusi kader PDIP dengan membuat logo celeng bertaring panjang.

“Barisan celeng yaitu kita-kita kader PDIP yang ingin selalu berjuang untuk kebenaran demi besarnya partai mengusung Ganjar Pranowo presiden 2024,” kata Seknas Ganjar Indonesia (SGI) Kabupaten Purworejo, Eko Lephex saat dihubungi detikcom, Selasa (12/10).

Eko yang juga kader PDIP Purworejo itu membuat logo celeng dengan latar warna merah, hitam, dan putih. Gambar celeng itu pun dibuat dengan taring panjang ke atas dengan tulisan ‘Barisan Celeng Berjuang’.

“Taring panjang agar kita tetap semangat berjuang tidak takut rintangan apapun. Warna merah artinya kader PDIP arus bawah yang berani memperjuangkan pilihannya, sedangkan putih simbol kebenaran hati nurani kami,” jelasnya.

Berita sebelumnya, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul sebelumnya menyebut sejumlah kader PDIP yang mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai celeng.

Seperti diketahui, Bambang Pacul menyebut kader PDIP yang telah mendeklarasikan dukungan calon presiden (capres) lain disebutnya sebagai celeng.

“Itu celeng, bukan banteng,” tutur Bambang Pacul.

Kata celeng menggambarkan Bambang Pacul jengkel dengan kader-kader PDIP yang tidak tertib dalam mengikuti garis partai, termasuk soal pancapresan.

Dimana para kader-kader ini tidak manut terhadap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Semua harus tegak lurus menurut perintah Ibu Ketua Umum,” tutur Bambang Pacul.

Bambang Pacul secara terbuka mengatakan bahwa kader PDIP yang mendukung Ganjar bukan banteng yang menurut perintah partai.

“Mereka itu celeng (tidak manut),” tutur Bambang Pacul. (pojoksatu/detikcom)

JAKARTA – Kemunculan ‘Barisan Celeng Berjuang’ dinilai pengamat politik Khoirul Umam merupakan symbol perlawanan pendukung Ganjar Pranowo ke PDIP.

Khoirul Umam yang merupakan Direktur Eksekutif Indostrategic, menilai kemunculan ‘Barisan Celeng Berjuang’ sebagai perlawanan terhadap gaya demokrasi terpimpin yang dilakukan PDIP.

Khoirul Umam menilai PDIP perlu menyerap masukan yang disampaikan sejumlah kader PDIP.

“Sebagai partai yang menggunakan istilah ‘demokrasi’ di namanya, PDIP seharusnya bersikap lebih demokratis,” tegas Khoirul Umam kepada wartawan, Selasa (12/10).

“Jika memang benar berasal dari kader, logo Celeng Berjuang itu merupakan merupakan simbol perlawanan terhadap model kepemimpinan ala ‘demokrasi terpimpin’ yang sebenarnya tidak ada dalam varian teori demokrasi mana pun,” kata Umam lagi.

Demokrasi terpimpin yang dimaksud Khoirul Umam adalah tak dibukanya masukan dari kader.

Kader PDIP dipaksa untuk mengikuti keputusan elite PDIP, justru akan menimbulkan perpecahan.

“Tidak dibukanya ruang kebebasan berpendapat, di mana kader dipaksa tunduk pada keputusan elite, berpotensi menciptakan friksi yang tidak produktif,” ujarnya.

Menurut Khoirul Umam, PDIP perlu mengembalikan watak demokrasi di dalam partai.

Sehingga perbedaan sikap kader dapat ditampung untuk ditimbang dalam mengambil keputusan.

“Karena itu, organisasi partai perlu mengembalikan watak demokratisnya untuk mengkanalisasi perbedaan pandangan dan sikap politik dalam sistem pengambilan keputusan di dalamnya,” ucapnya.

Lantas, apakah perlu PDIP memberikan sanksi terhadap kader yang menyuarakan Celeng Berjuang? Umam melihat ada dua sisi yang bisa dilakukan PDIP.

“Tergantung. Kalau mau mempertahankan model demokrasi terpimpin ya sanksi akan digunakan sebagai instrumen penegakan disiplin. Tapi mau demokratis, sanksi tidak perlu digunakan,” imbuhnya.

Lahirnya Celeng Berjuang

Baca Juga :  Sebut Megawati Gulingkan Gus Dur, Jubir Demokrat Minta Maaf

Diketahui, ungkapan celeng yang dilontarkan Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto, terhadap pendukung Ganjar Pranowo langsung dieksekusi kader PDIP dengan membuat logo celeng bertaring panjang.

“Barisan celeng yaitu kita-kita kader PDIP yang ingin selalu berjuang untuk kebenaran demi besarnya partai mengusung Ganjar Pranowo presiden 2024,” kata Seknas Ganjar Indonesia (SGI) Kabupaten Purworejo, Eko Lephex saat dihubungi detikcom, Selasa (12/10).

Eko yang juga kader PDIP Purworejo itu membuat logo celeng dengan latar warna merah, hitam, dan putih. Gambar celeng itu pun dibuat dengan taring panjang ke atas dengan tulisan ‘Barisan Celeng Berjuang’.

“Taring panjang agar kita tetap semangat berjuang tidak takut rintangan apapun. Warna merah artinya kader PDIP arus bawah yang berani memperjuangkan pilihannya, sedangkan putih simbol kebenaran hati nurani kami,” jelasnya.

Berita sebelumnya, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul sebelumnya menyebut sejumlah kader PDIP yang mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai celeng.

Seperti diketahui, Bambang Pacul menyebut kader PDIP yang telah mendeklarasikan dukungan calon presiden (capres) lain disebutnya sebagai celeng.

“Itu celeng, bukan banteng,” tutur Bambang Pacul.

Kata celeng menggambarkan Bambang Pacul jengkel dengan kader-kader PDIP yang tidak tertib dalam mengikuti garis partai, termasuk soal pancapresan.

Dimana para kader-kader ini tidak manut terhadap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Semua harus tegak lurus menurut perintah Ibu Ketua Umum,” tutur Bambang Pacul.

Bambang Pacul secara terbuka mengatakan bahwa kader PDIP yang mendukung Ganjar bukan banteng yang menurut perintah partai.

“Mereka itu celeng (tidak manut),” tutur Bambang Pacul. (pojoksatu/detikcom)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/