alexametrics
30.7 C
Jayapura
Thursday, 18 August 2022

DPRD Sulut Terima Aspirasi Tolak Papua Merdeka

RADARPAPUA.ID— Aliansi pemuda peduli NKRI, Jumat (10/6) melakukan aksi damai menyampaikan aspirasi di DPRD Provinsi Sulut. Mereka diterima oleh Ketua Komisi 1, Raski Mokodompit dan Anggota DPRD, James A Kojongian (JAK).

Ada empat poin yang disampaikan. Yakni menolak wacana Papua merdeka dan referendum bagi Papua. Karena papua bagian dari Indonesia yang tidak terpisahkan.

Kedua, mendukung upaya penyelesaian konflik di Papua secara bermartabat demi terciptanya Papua yang damai.

Ketiga, mendorong penyelesaian secara rekonsiliasi dan restitusi untuk Papua yang aman. Dan keempat, mendukung implementasi UU Otsus Nomor 2/2021 dan rencana pemekaran daerah otonomi baru (DOB) menuju Papua aman nyaman dan sejahtera.

Akan hak itu, Raski memberi apresiasi atas kepedulian pemuda di Sulut menjaga keutuhan NKRI. “Secara teknis, pekan depan aspirasi ini akan disampaikan ke pemerintah pusat,” ucap Raski.

Dia mengaku memahami aksi damai tersebut adalah langkah positif untuk bersama-sama, terutama pemuda di Sulut dalam menjaga NKRI.

“Pemuda tidak hanya diam saja. Tapi tetap memperhatikan situasi di negara ini,” ucapnya.

JAK juga memberi apresiasi atas perhatian dan kepedulian pemuda di Sulut dengan kondisi di Papua.

“Nanti akan sampaikan ke pimpinan dan teruskan ke pusat. Kami DPRD apresiasi karena pemuda Sulut memberanikan diri sampaikan aspirasi tentang bagaimana menjaga kepedulian NKRI sekaligus mengamalkan Pancasila serta persatuan Indonesia. Ini jadi landasan bernegara,” ucapnya.

Menurut JAK, ini menjadi tolak ukur sejarah bagaimana Pemuda di Sulut menyuarakan kepentingan masyarakat di Papua.

“Semoga ke depan masyarakat Papua juga menyuarakan kepentingan warga Sulut. Saling membangun untuk Indonesia.
Kami tentunya akan suarakan 4 poin ini dan sampaikan ke pimpinan untuk menjadi surat dan dibawa ke pusat,” tutupnya. (ando)

RADARPAPUA.ID— Aliansi pemuda peduli NKRI, Jumat (10/6) melakukan aksi damai menyampaikan aspirasi di DPRD Provinsi Sulut. Mereka diterima oleh Ketua Komisi 1, Raski Mokodompit dan Anggota DPRD, James A Kojongian (JAK).

Ada empat poin yang disampaikan. Yakni menolak wacana Papua merdeka dan referendum bagi Papua. Karena papua bagian dari Indonesia yang tidak terpisahkan.

Kedua, mendukung upaya penyelesaian konflik di Papua secara bermartabat demi terciptanya Papua yang damai.

Ketiga, mendorong penyelesaian secara rekonsiliasi dan restitusi untuk Papua yang aman. Dan keempat, mendukung implementasi UU Otsus Nomor 2/2021 dan rencana pemekaran daerah otonomi baru (DOB) menuju Papua aman nyaman dan sejahtera.

Akan hak itu, Raski memberi apresiasi atas kepedulian pemuda di Sulut menjaga keutuhan NKRI. “Secara teknis, pekan depan aspirasi ini akan disampaikan ke pemerintah pusat,” ucap Raski.

Dia mengaku memahami aksi damai tersebut adalah langkah positif untuk bersama-sama, terutama pemuda di Sulut dalam menjaga NKRI.

“Pemuda tidak hanya diam saja. Tapi tetap memperhatikan situasi di negara ini,” ucapnya.

JAK juga memberi apresiasi atas perhatian dan kepedulian pemuda di Sulut dengan kondisi di Papua.

“Nanti akan sampaikan ke pimpinan dan teruskan ke pusat. Kami DPRD apresiasi karena pemuda Sulut memberanikan diri sampaikan aspirasi tentang bagaimana menjaga kepedulian NKRI sekaligus mengamalkan Pancasila serta persatuan Indonesia. Ini jadi landasan bernegara,” ucapnya.

Menurut JAK, ini menjadi tolak ukur sejarah bagaimana Pemuda di Sulut menyuarakan kepentingan masyarakat di Papua.

“Semoga ke depan masyarakat Papua juga menyuarakan kepentingan warga Sulut. Saling membangun untuk Indonesia.
Kami tentunya akan suarakan 4 poin ini dan sampaikan ke pimpinan untuk menjadi surat dan dibawa ke pusat,” tutupnya. (ando)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/