alexametrics
26.7 C
Jayapura
Friday, 20 May 2022

Peluang Guru di Masa Pandemi Covid-19

 

RadarPapua-PANDEMI corona virus desease (covid-19) memberikan dampak yang begitu sangat besar bagi semua bidang kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Dampak yang ditimbulkan bisa dilihat dalam sisi positif dan sisi negatif. Pada umumnya orang melihat pandemi covid-19 sebagai sebuah ancaman, wabah yang merugikan bagi manusia pada umumnya dan pendidikan secara khusus dan memang hal ini benar. Namun dalam tulisan kali ini penulis memahami hadirnya covid-19 menjadi sebuah peluang atau kesempatan bagi para guru untuk maju, bergerak, berinovasi dan lebih banyak belajar lagi. Menghadapi covid-19 dalam bidang pendidikan hendaknya dipahami dalam bingkai optimisme bagi para guru. Dengan kata lain, situasi pandemi covid-19 saat ini menjadi “pintu masuk”  bagi semua guru di Indonesia untuk maju dan bangkit menuju peningkatan mutu pendidikan, pembelajaran, dan kualitas profesional sebagai pendidik. Ada beberapa peluang guru pada masa pandemi covid-19 yakni:

Perubahan paradigma Pendidikan

Salah satu dampak positif dari penyebaran covid-19 di bidang pendidikan adalah percepatan transformasi pendidikan. Hadirnya covid-19 mewajibkan semua sekolah untuk melaksanakan pembelajaran daring (online). Bahkan sekolah-sekolah di daerah yang tidak ada internet/listrik/signal “wajib” melakukan pembelajaran daring. Perubahan paradigma pendidikan di masa pandemi covid-19 ini memaksa guru,  siswa dan orang tua untuk cakap dan melek dengan teknologi. Kesempatan ini menjadi peluang bagi guru dalam menyesuaikan perkembangan teknologi yang begitu cepat. Mau atau tidak mau, bisa tidaktidak bisa, guru harus berinovasi terhadap keadaan saat ini. Jika tidak, maka mereka akan ketinggalan. Kompetensi guru untuk selalu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan komunikasi termasuk pembelajaran online menjadi salah satu standar profesi guru yang berlaku secara nasional. Covid-19 menyadarkan para guru bahwa proses pembelajaran bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Realitas ini menjadi mungkin jika guru mampu mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online). Singkatnya, penyebaran covid-19 memberikan sebuah perubahan paradigma bagi guru-guru di Indonesia untuk selalu berinovasi dan ikut  mengikuti setiap perubahan dan perkembangan yang muncul dalam dunia  pendidikan misalnya penggunaan teknologi dalam pembelajaran.

Penggunaan Aplikasi belajar online

Dampak positif lain bagi guru terhadap penyebaran covid-19 adalah munculnya berbagai aplikasi belajar online. Maraknya aplikasi-aplikasi belajar online dengan menawarkan berbagai fitur-fitur yang menarik dan menyenangkan menjadi peluang dan kesempatan besar bagi setiap guru untuk berinovasi, mendesain dan menyiapkan diri dalam pembelajaran daring kepada siswa. Melalui aplikasi pembelajaran daring, diharapkan setiap satuan pendidikan atau sekolah perlu mempersiapkan dan melakukan berbagai program kerja seperti workshop dan pelatihan bagi guru-gurunya untuk siap dalam menggunakan aplikasi-aplikasi belajar online. Artinya, setiap sekolah perlu menyediakan infrastruktur yang mendukung operasionalisasi pembelajaran secara daring antara lain koneksi internet, kuota, laptop, dan penguasaan teknologi. Aplikasi belajar online menjadi kesempatan bagi guru untuk melakukan berbagai penemuan dan penelitian tentang jenis dan media pembelajaran online  yang tepat dari rumah. Dengan kata lain, pandemi covid-19 memicu guru untuk mengembangkan, mendesain kembali, dan mungkin menciptakan model-model pembelajaran daring yang baru untuk peningkatan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa.

Baca Juga :  Cegah Covid-19 Lewat Ikan Tuna

Webinar dan Kursus Online

Menjamurnya kegiatan webinar dan kursus secara gratis menjadi kesempatan guru untuk meng-upgrade diri sesuai bidang keahlia masing-masing. Situasi pendidikan Indonesia saat pandemi covid-19 ini mendorong munculnya berbagai kegiatan webinar dan kursus gratis secara daring. Intinya kehadiran webinar dan kursus online yang “murah” bahkan gratis menyadarkan kita semua bahwa transfer pengetahuan itu tanpa mengenal batasan jarak, ruang dan waktu. Fasilitas webinar yang marak saat ini menjadi peluang dan kesempatan bagi guru-guru untuk saling bertukar informasi, saling belajar, saling berdiskusi demi pengembangan pengetahuan. Karena melalui dialog dan diskusi yang terbuka di situ ilmu pengetahuan (filsafat) mengalami perkembangan dan kemajuan yang cepat.

Pentingnya Kolaborasi

Dalam upaya peningkatan ide-ide krativitas dan inovasi di masa pandemi covid-19 maka dibutuhkan sebuah kolaborasi, kerjasama, saling membantu antar lini baik antar guru dan siswa, orang tua dan guru. Misalnya guru perlu “menyontek” cara, media, metode pembelajaran daring dari guru lain sejauh itu sangat membantu. Guru perlu berkolaborasi yang intensif dengan orang tua dalam mengontrol dan mengawasi perkembangan belajar siswa di rumah. Partisipasi orangtua menjadi sangat penting untuk menyukseskan pembelajaran daring. Situasi dilematis kemudian terjadi ketika orangtua tidak dapat hadir mendampingi anak karena masih harus bekerja. Semua bentuk kolaborasi, kerjasama dan saling membantu hanya bisa mungkin terjadi dengan baik lewat komunikasi yang efektif dan berkelanjutan. Komunikasi dan dialog antar subyek-subyek  terkait akan  memberikan angin segar bagi kemajuan pendidikan baik di masa pandemi covid-19. Masa pandemi covid-19 hendak  menyadarkan kita semua bahwa pendidikan tidak lepas dari konektivitas antar organ-organ lain, relasi dengan subjek-subjek yang ada.(***)

*) Dosen Prodi PGSD Universitas Katolik De La Salle Manado.

 

 

 

 

 

RadarPapua-PANDEMI corona virus desease (covid-19) memberikan dampak yang begitu sangat besar bagi semua bidang kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Dampak yang ditimbulkan bisa dilihat dalam sisi positif dan sisi negatif. Pada umumnya orang melihat pandemi covid-19 sebagai sebuah ancaman, wabah yang merugikan bagi manusia pada umumnya dan pendidikan secara khusus dan memang hal ini benar. Namun dalam tulisan kali ini penulis memahami hadirnya covid-19 menjadi sebuah peluang atau kesempatan bagi para guru untuk maju, bergerak, berinovasi dan lebih banyak belajar lagi. Menghadapi covid-19 dalam bidang pendidikan hendaknya dipahami dalam bingkai optimisme bagi para guru. Dengan kata lain, situasi pandemi covid-19 saat ini menjadi “pintu masuk”  bagi semua guru di Indonesia untuk maju dan bangkit menuju peningkatan mutu pendidikan, pembelajaran, dan kualitas profesional sebagai pendidik. Ada beberapa peluang guru pada masa pandemi covid-19 yakni:

Perubahan paradigma Pendidikan

Salah satu dampak positif dari penyebaran covid-19 di bidang pendidikan adalah percepatan transformasi pendidikan. Hadirnya covid-19 mewajibkan semua sekolah untuk melaksanakan pembelajaran daring (online). Bahkan sekolah-sekolah di daerah yang tidak ada internet/listrik/signal “wajib” melakukan pembelajaran daring. Perubahan paradigma pendidikan di masa pandemi covid-19 ini memaksa guru,  siswa dan orang tua untuk cakap dan melek dengan teknologi. Kesempatan ini menjadi peluang bagi guru dalam menyesuaikan perkembangan teknologi yang begitu cepat. Mau atau tidak mau, bisa tidaktidak bisa, guru harus berinovasi terhadap keadaan saat ini. Jika tidak, maka mereka akan ketinggalan. Kompetensi guru untuk selalu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan komunikasi termasuk pembelajaran online menjadi salah satu standar profesi guru yang berlaku secara nasional. Covid-19 menyadarkan para guru bahwa proses pembelajaran bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Realitas ini menjadi mungkin jika guru mampu mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online). Singkatnya, penyebaran covid-19 memberikan sebuah perubahan paradigma bagi guru-guru di Indonesia untuk selalu berinovasi dan ikut  mengikuti setiap perubahan dan perkembangan yang muncul dalam dunia  pendidikan misalnya penggunaan teknologi dalam pembelajaran.

Penggunaan Aplikasi belajar online

Dampak positif lain bagi guru terhadap penyebaran covid-19 adalah munculnya berbagai aplikasi belajar online. Maraknya aplikasi-aplikasi belajar online dengan menawarkan berbagai fitur-fitur yang menarik dan menyenangkan menjadi peluang dan kesempatan besar bagi setiap guru untuk berinovasi, mendesain dan menyiapkan diri dalam pembelajaran daring kepada siswa. Melalui aplikasi pembelajaran daring, diharapkan setiap satuan pendidikan atau sekolah perlu mempersiapkan dan melakukan berbagai program kerja seperti workshop dan pelatihan bagi guru-gurunya untuk siap dalam menggunakan aplikasi-aplikasi belajar online. Artinya, setiap sekolah perlu menyediakan infrastruktur yang mendukung operasionalisasi pembelajaran secara daring antara lain koneksi internet, kuota, laptop, dan penguasaan teknologi. Aplikasi belajar online menjadi kesempatan bagi guru untuk melakukan berbagai penemuan dan penelitian tentang jenis dan media pembelajaran online  yang tepat dari rumah. Dengan kata lain, pandemi covid-19 memicu guru untuk mengembangkan, mendesain kembali, dan mungkin menciptakan model-model pembelajaran daring yang baru untuk peningkatan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa.

Baca Juga :  Uskup Mandagi  dan Harapan Orang Papua

Webinar dan Kursus Online

Menjamurnya kegiatan webinar dan kursus secara gratis menjadi kesempatan guru untuk meng-upgrade diri sesuai bidang keahlia masing-masing. Situasi pendidikan Indonesia saat pandemi covid-19 ini mendorong munculnya berbagai kegiatan webinar dan kursus gratis secara daring. Intinya kehadiran webinar dan kursus online yang “murah” bahkan gratis menyadarkan kita semua bahwa transfer pengetahuan itu tanpa mengenal batasan jarak, ruang dan waktu. Fasilitas webinar yang marak saat ini menjadi peluang dan kesempatan bagi guru-guru untuk saling bertukar informasi, saling belajar, saling berdiskusi demi pengembangan pengetahuan. Karena melalui dialog dan diskusi yang terbuka di situ ilmu pengetahuan (filsafat) mengalami perkembangan dan kemajuan yang cepat.

Pentingnya Kolaborasi

Dalam upaya peningkatan ide-ide krativitas dan inovasi di masa pandemi covid-19 maka dibutuhkan sebuah kolaborasi, kerjasama, saling membantu antar lini baik antar guru dan siswa, orang tua dan guru. Misalnya guru perlu “menyontek” cara, media, metode pembelajaran daring dari guru lain sejauh itu sangat membantu. Guru perlu berkolaborasi yang intensif dengan orang tua dalam mengontrol dan mengawasi perkembangan belajar siswa di rumah. Partisipasi orangtua menjadi sangat penting untuk menyukseskan pembelajaran daring. Situasi dilematis kemudian terjadi ketika orangtua tidak dapat hadir mendampingi anak karena masih harus bekerja. Semua bentuk kolaborasi, kerjasama dan saling membantu hanya bisa mungkin terjadi dengan baik lewat komunikasi yang efektif dan berkelanjutan. Komunikasi dan dialog antar subyek-subyek  terkait akan  memberikan angin segar bagi kemajuan pendidikan baik di masa pandemi covid-19. Masa pandemi covid-19 hendak  menyadarkan kita semua bahwa pendidikan tidak lepas dari konektivitas antar organ-organ lain, relasi dengan subjek-subjek yang ada.(***)

*) Dosen Prodi PGSD Universitas Katolik De La Salle Manado.

 

 

 

 

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/