alexametrics
26.7 C
Jayapura
Friday, 20 May 2022

Cegah Covid-19 Lewat Ikan Tuna

RadarPapua- SIAPA yang tidak mengenal ikan tuna (Thunnus sp.)? Tuna adalah salah satu jenis ikan laut dengan ukuran tubuh yang terbilang besar, bahkan bisa mencapai bobot 680 kilogram. Ikan tuna sangat mudah diolah dan memiliki daging yang tebal dengan tekstur lembut saat dimakan. Begitu banyak rahasia khasiat gizi ikan tuna yang semua orang wajib mengetahuinya. Gizi adalah ikatan kimia yang dibutuhkan oleh manusia guna menghasilkan energi, membangun, memelihara dan memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan. Untuk mengenal khasiat daging tuna bagi manusia, mari kita menggali apa saja manfaat ikan tuna.

Daging Tuna sebagai Sumber Protein yang Lengkap

Tuna memiliki semua jenis asam amino yang dibutuhkan tubuh. Apapun jenis ikan tuna, apabila ikan ini dikonsumsi dapat memberikan protein dalam jumlah besar bagi tubuh manusia, contoh dalam 100 gram tuna terdapat 23,38 gram protein. Protein dari ikan ini akan menjaga jaringan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Mulai dari pembentukan hormon, enzim, kolagen, antibodi, hingga menjaga jaringan otot di dalam tubuh bisa didapatkan dari konsumsi protein ikan tuna. Protein pada ikan tuna tergolong rendah lemak dan sangat baik untuk dikonsumsi.

Tuna Menyehatkan Jantung

Kandungan lemak jenuh yang ada dalam ikan tuna terbilang rendah, sehingga baik untuk untuk dikonsumsi guna menjaga kesehatan jantung. Hal ini berbading terbalik dengan lemak jenuh dalam kadar yang tinggi  dapat menyebabkan menyumbat pembuluh darah dan membuat anda berisiko terserang penyakit kardiovaskular. Keunikan lain, ikan tuna memiliki kandungan asam lemak esensial omega-3 jenis EPA (Eikosa Pentanoat Acid) dan DHA (Dekosa Heksanoat Acid) yang tinggi. Jenis asam lemak esensial tersebut mampu mencegah berbagai peradangan dalam tubuh, yang dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung serta stroke. Asam lemak omega-3 bentuk EPA dan DHA ini juga dapat menurunkan kadar trigliserida, tekanan darah, kemungkinan terjadinya pembekuan darah, hingga terhindar dari risiko terserang stroke, dan gagal jantung. Menurut Harvard Medical School, sebanyak 85 gram ikan tuna kaleng mengandung 500 miligram (mg) lemak omega-3. Jadi, jika ingin memperoleh manfaat tersebut sebaiknya konsumsi ikan yang satu ini setidaknya sekitar 1-2 porsi seminggu. Khususnya ikan yang kaya asam lemak yang dapat menurunkan risiko terserang penyakit jantung.

Tuna Kaya Vitamin A dan B

Ikan tuna juga mengandung vitamin A (retinol), dan vitamin B (thiamin, riboflavin, dan niasin). Vitamin B6 yang didapatkan dari ikan berdaging merah ini menyumbang berbagai fungsi penting untuk tubuh. Salah satunya seperti membantu meningkatkan produksi hemoglobin. Hemoglobin merupakan pigmen yang memiliki zat besi, terdapat dalam sel darah merah dan fungsi utamanya yaitu mengangkut oksigen dari paru-paru ke semua sel jaringan tubuh. Tanpa adanya oksigen yang cukup di setiap jaringan, maka fungsi jaringan tersebut akan terus menurun dan membuat tubuh terasa lemas atau mudah lelah. Dalam 100 gram ikan tuna, mengandung sebanyak 0.5-0.9 gram vitamin B6 yang dapat membantu tubuh anda memenuhi kebutuhan harian vitamin A dan B.

Tuna sebagai Sumber Mineral yang Baik

Baca Juga :  BAHLIL LAHADALIA MY DREAM CAME TRUE

Tuna adalah sumber protein yang kaya mineral, khususnya magnesium, selenium, dan fosfor. Jenis ikan laut yang satu ini memiliki sekitar 34-36 gram magnesium dalam 100 gram ikan. Ikan tuna memiliki kandungan magnesium sebanyak 64 gram per 100 gram tuna. Dalam 85 gram tuna, mengandung kurang lebih 185-265 mg fosfor, dan kandungan fosfor ini tergantung dari jenis ikan tuna yang dikonsumsi. Fosfor adalah mineral penting yang memiliki fungsi utama untuk pertumbuhan dan perbaikan sel dan jaringan tubuh. Sebanyak 85 persen fosfor ditemukan ada dalam tulang dan gigi. Bersama dengan kalsium, fosfor akan membentuk struktur dan kekuatan tulang.

Magnesium yang terkandung dalam ikan juga dibutuhkan oleh lebih dari 300 reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh manusia. Mineral tersebut bertugas untuk membantu menjaga kesehatan saraf, otot, menjaga detak jantung tetap stabil, membantu menguatkan jaringan tulang, dan juga membantu mengatur pelepasan gula darah. Selenium yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit memiliki fungsi yang sangat besar. Selenium berfungsi untuk membantu tubuh menghasilkan zat antioksidan, yang nantinya berperan dalam mencegah sekaligus menangkal serangan radikal bebas.

Jika kita melihat begitu banyak kandungan nutrisi pada ikan tuna, maka diyakini bahwa dengan mengkonsumsi ikan tuna dapat mencegah infeksi dari bakteri, jamur dan virus. Protein yang bertugas sebagai zat pengatur proses metabolisme dalam bentuk enzim dan hormon. Proses metabolisme diatur oleh enzim sedangkan aktivitas enzim diatur oleh hormon. Protein juga berperan dalam pertahana tubuh guna memproduksi antibodi. Nah, antibodi ini digunakan untuk memerangi berbagai inveksi bakteri dan virus. Kandungan omega 3 pada ikan juga dapat membantu paru-paru agar tetap sehat diamana salah satu ikan yang mengandung omega 3 yang tinggi adalah ikan tuna (Ahsan dkk, 2020). Keseluruhan informasi ini berguna bagi kita semua khususnya dalam menjaga kekebalan tubuh dan melawan virus Corona.

Universitas Papuan (UNIPA) sebagai salah satu universitas negeri di Papua Barat berupaya untuk menunjukkan capaian dalam pengembangan IPTEKS yang bermanfaat dalam pengelolaan dan penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian, Pengembangan usaha abon ikan tuna dilakukan pemberdayaan kelompok UMKM masyarakat lewat Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) dengan mitra kerja adalah usaha abon ikan tuna Madurasa. Hasil diversifikasi ikan tuna kolaborasi tim PPPUD UNIPA dan Madurasa berupa abon ikan tuna dengan tiga varian rasa pedas yaitu cukup pedas, pedas dan sangat pedas. Pada tanggal 17 – 19 Juli 2020 tim PPPUD UNIPA bekerjasama juga dengan Faknik Diving Club FPIK mengadakan pameran dan promosi produk abon ikan tuna dengan tiga varian baru tersebut. Masyarakat Manokwari dan sekitarnya terbukti tertarik dan menyukai varian rasa terbaru yang ditawarkan. Melalui berbagai ulasan diatas, kedepannya kita semua semkin banyak yang mengkonsumsi ikan khsususnya dalam menjaga kesehatan kita agar meningkatkan ketahanan tubuh dalam menangkal bebagai virus.(*)

Penulis:Tresia S Tururaja S.IK., MSi & Ir Mudjirahayu MSi, Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Papua

RadarPapua- SIAPA yang tidak mengenal ikan tuna (Thunnus sp.)? Tuna adalah salah satu jenis ikan laut dengan ukuran tubuh yang terbilang besar, bahkan bisa mencapai bobot 680 kilogram. Ikan tuna sangat mudah diolah dan memiliki daging yang tebal dengan tekstur lembut saat dimakan. Begitu banyak rahasia khasiat gizi ikan tuna yang semua orang wajib mengetahuinya. Gizi adalah ikatan kimia yang dibutuhkan oleh manusia guna menghasilkan energi, membangun, memelihara dan memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan. Untuk mengenal khasiat daging tuna bagi manusia, mari kita menggali apa saja manfaat ikan tuna.

Daging Tuna sebagai Sumber Protein yang Lengkap

Tuna memiliki semua jenis asam amino yang dibutuhkan tubuh. Apapun jenis ikan tuna, apabila ikan ini dikonsumsi dapat memberikan protein dalam jumlah besar bagi tubuh manusia, contoh dalam 100 gram tuna terdapat 23,38 gram protein. Protein dari ikan ini akan menjaga jaringan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Mulai dari pembentukan hormon, enzim, kolagen, antibodi, hingga menjaga jaringan otot di dalam tubuh bisa didapatkan dari konsumsi protein ikan tuna. Protein pada ikan tuna tergolong rendah lemak dan sangat baik untuk dikonsumsi.

Tuna Menyehatkan Jantung

Kandungan lemak jenuh yang ada dalam ikan tuna terbilang rendah, sehingga baik untuk untuk dikonsumsi guna menjaga kesehatan jantung. Hal ini berbading terbalik dengan lemak jenuh dalam kadar yang tinggi  dapat menyebabkan menyumbat pembuluh darah dan membuat anda berisiko terserang penyakit kardiovaskular. Keunikan lain, ikan tuna memiliki kandungan asam lemak esensial omega-3 jenis EPA (Eikosa Pentanoat Acid) dan DHA (Dekosa Heksanoat Acid) yang tinggi. Jenis asam lemak esensial tersebut mampu mencegah berbagai peradangan dalam tubuh, yang dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung serta stroke. Asam lemak omega-3 bentuk EPA dan DHA ini juga dapat menurunkan kadar trigliserida, tekanan darah, kemungkinan terjadinya pembekuan darah, hingga terhindar dari risiko terserang stroke, dan gagal jantung. Menurut Harvard Medical School, sebanyak 85 gram ikan tuna kaleng mengandung 500 miligram (mg) lemak omega-3. Jadi, jika ingin memperoleh manfaat tersebut sebaiknya konsumsi ikan yang satu ini setidaknya sekitar 1-2 porsi seminggu. Khususnya ikan yang kaya asam lemak yang dapat menurunkan risiko terserang penyakit jantung.

Tuna Kaya Vitamin A dan B

Ikan tuna juga mengandung vitamin A (retinol), dan vitamin B (thiamin, riboflavin, dan niasin). Vitamin B6 yang didapatkan dari ikan berdaging merah ini menyumbang berbagai fungsi penting untuk tubuh. Salah satunya seperti membantu meningkatkan produksi hemoglobin. Hemoglobin merupakan pigmen yang memiliki zat besi, terdapat dalam sel darah merah dan fungsi utamanya yaitu mengangkut oksigen dari paru-paru ke semua sel jaringan tubuh. Tanpa adanya oksigen yang cukup di setiap jaringan, maka fungsi jaringan tersebut akan terus menurun dan membuat tubuh terasa lemas atau mudah lelah. Dalam 100 gram ikan tuna, mengandung sebanyak 0.5-0.9 gram vitamin B6 yang dapat membantu tubuh anda memenuhi kebutuhan harian vitamin A dan B.

Tuna sebagai Sumber Mineral yang Baik

Baca Juga :  Rektor Unipa: 15 Juni 2021 Mulai Kuliah Offline

Tuna adalah sumber protein yang kaya mineral, khususnya magnesium, selenium, dan fosfor. Jenis ikan laut yang satu ini memiliki sekitar 34-36 gram magnesium dalam 100 gram ikan. Ikan tuna memiliki kandungan magnesium sebanyak 64 gram per 100 gram tuna. Dalam 85 gram tuna, mengandung kurang lebih 185-265 mg fosfor, dan kandungan fosfor ini tergantung dari jenis ikan tuna yang dikonsumsi. Fosfor adalah mineral penting yang memiliki fungsi utama untuk pertumbuhan dan perbaikan sel dan jaringan tubuh. Sebanyak 85 persen fosfor ditemukan ada dalam tulang dan gigi. Bersama dengan kalsium, fosfor akan membentuk struktur dan kekuatan tulang.

Magnesium yang terkandung dalam ikan juga dibutuhkan oleh lebih dari 300 reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh manusia. Mineral tersebut bertugas untuk membantu menjaga kesehatan saraf, otot, menjaga detak jantung tetap stabil, membantu menguatkan jaringan tulang, dan juga membantu mengatur pelepasan gula darah. Selenium yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit memiliki fungsi yang sangat besar. Selenium berfungsi untuk membantu tubuh menghasilkan zat antioksidan, yang nantinya berperan dalam mencegah sekaligus menangkal serangan radikal bebas.

Jika kita melihat begitu banyak kandungan nutrisi pada ikan tuna, maka diyakini bahwa dengan mengkonsumsi ikan tuna dapat mencegah infeksi dari bakteri, jamur dan virus. Protein yang bertugas sebagai zat pengatur proses metabolisme dalam bentuk enzim dan hormon. Proses metabolisme diatur oleh enzim sedangkan aktivitas enzim diatur oleh hormon. Protein juga berperan dalam pertahana tubuh guna memproduksi antibodi. Nah, antibodi ini digunakan untuk memerangi berbagai inveksi bakteri dan virus. Kandungan omega 3 pada ikan juga dapat membantu paru-paru agar tetap sehat diamana salah satu ikan yang mengandung omega 3 yang tinggi adalah ikan tuna (Ahsan dkk, 2020). Keseluruhan informasi ini berguna bagi kita semua khususnya dalam menjaga kekebalan tubuh dan melawan virus Corona.

Universitas Papuan (UNIPA) sebagai salah satu universitas negeri di Papua Barat berupaya untuk menunjukkan capaian dalam pengembangan IPTEKS yang bermanfaat dalam pengelolaan dan penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian, Pengembangan usaha abon ikan tuna dilakukan pemberdayaan kelompok UMKM masyarakat lewat Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) dengan mitra kerja adalah usaha abon ikan tuna Madurasa. Hasil diversifikasi ikan tuna kolaborasi tim PPPUD UNIPA dan Madurasa berupa abon ikan tuna dengan tiga varian rasa pedas yaitu cukup pedas, pedas dan sangat pedas. Pada tanggal 17 – 19 Juli 2020 tim PPPUD UNIPA bekerjasama juga dengan Faknik Diving Club FPIK mengadakan pameran dan promosi produk abon ikan tuna dengan tiga varian baru tersebut. Masyarakat Manokwari dan sekitarnya terbukti tertarik dan menyukai varian rasa terbaru yang ditawarkan. Melalui berbagai ulasan diatas, kedepannya kita semua semkin banyak yang mengkonsumsi ikan khsususnya dalam menjaga kesehatan kita agar meningkatkan ketahanan tubuh dalam menangkal bebagai virus.(*)

Penulis:Tresia S Tururaja S.IK., MSi & Ir Mudjirahayu MSi, Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Papua

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/