Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Inilah Kisah Dibalik Lagu Menjulang Nyata Atas Bukit Kala

Aprilia Sahari • Senin, 18 Maret 2024 | 16:09 WIB
Ilustrasi Salib
Ilustrasi Salib

Lagu yang dikenal dengan judul "Menjulang Nyata Atas Bukit Kala" merupakan salah satu dari sejumlah lagu yang sering kali didendangkan menjelang Paskah dan selama perayaan tersebut.

Biasanya, lagu ini menjadi favorit pada masa Jumat Agung dan Minggu Paskah, di mana sering terdengar melodi indahnya mengalun.

Lirik lagu yang diterjemahkan oleh EL Pohan ini berbunyi demikian:

Menjulang nyata atas bukit kala
Terang benderang salibMu Tuhanku
Dari sinarnya yang menyala-nyala
Memancar kasih agung dan restu

Seluruh umat insan menengadah
Ke arah cahaya kasih yang mesra
Bagai pelaut yang karam merindukan
Di ufuk timur pagi merekah

Di Irlandia Utara, lagu ini menjadi semacam lambang keberanian dan semangat, sering kali diadopsi oleh tim olahraga setempat, terutama dalam setiap pertandingan di Commonwealth Games. Melodi yang menggugah jiwa ini memang memiliki daya tarik tersendiri bagi atlet-atlet yang berjuang.

Tak hanya itu, melodi yang sama juga menjadi inspirasi bagi banyak karya lainnya. Misalnya, lagu "Danny Boy" yang terkenal di Irlandia juga menggunakan melodi yang sama dari lagu Londonderry Air. Bahkan, komponis ternama seperti Howard Arnold Walter menggunakan melodi tersebut untuk ciptaannya yang berjudul "I Would Be True", yang dinyanyikan saat upacara pemakaman Putri Diana pada tahun 1997.

Ternyata, melodi ini juga menarik minat Thomas Tiplody, seorang komposer musik gereja, yang kemudian menggubahnya menjadi lagu gereja yang kita kenal dengan judul "Menjulang Nyata Atas Bukit Kala". Komposisi ini menjadi salah satu dari karya Tiplody yang paling terkenal, yang dihasilkan pada awal abad ke-20.

Selain itu, melodi lagu Londonderry Air juga telah menginspirasi lebih dari 15 lagu keagamaan, termasuk "I Cannot Tell" oleh William Young Fullerton, seorang penginjil Baptis ternama pada awal abad ke-20.

Dengan lirik yang mengharukan, lagu ini mengingatkan kita akan pengorbanan besar Yesus Kristus di Bukit Golgota demi menyelamatkan umat manusia dari dosa mereka.

Namun, menariknya, sejarah lagu ini tidak bermula dari konteks gerejawi. Lagu aslinya, yang berjudul "Above the Hills of Time the Cross Is Gleaming", merupakan lagu rakyat Irlandia yang populer dengan nama Londonderry Air.

Londonderry Air sendiri merujuk pada sebuah desa di Irlandia Utara, yang juga dikenal dengan nama Derry. Istilah "Londonderry Air" mulai dikenal luas sejak tahun 1894, ketika Katharine Tynan Hinkson, seorang novelis Irlandia, menulis puisi romantis yang terkenal.

Melodi yang kuat dan puitis dari Londonderry Air telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak orang, menjadi inspirasi untuk berbagai tema, mulai dari romantisme hingga perpisahan.

Editor : Aprilia Sahari
#minggu sengsara #menjulang nyata atas bukit kala #lagu