RADARPAPUA - Proses identifikasi korban ledakan bom sisa Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, masih terus dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua.
Upaya ini difokuskan pada pencocokan temuan bagian tubuh korban dengan sampel DNA yang diambil dari keluarga korban untuk memastikan identitas secara akurat.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Papua, Kombes Parasian Herman Gultom, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan DNA diharapkan dapat membantu mengungkap identitas korban dari potongan tubuh yang ditemukan tim SAR gabungan di lokasi kejadian.
"Dari pemeriksaan DNA itu diharapkan nantinya ditemukan kecocokan dengan potongan tubuh yang ditemukan dan kini tersimpan di kamar jenazah RSUD Biak," kata Direskrimum Polda Papua Kombes Parasian Herman Gultom kepada ANTARA, di Jayapura, Kamis.
Menurut Parasian, proses identifikasi tidak hanya mengandalkan pemeriksaan DNA.
Tim DVI juga menerapkan metode scientific atau ilmiah untuk menentukan asal-usul potongan tubuh yang berhasil ditemukan di lokasi ledakan.
Selain itu, tim juga akan mengumpulkan data antemortem dari keluarga korban. Data tersebut menjadi bagian penting dalam proses identifikasi guna memastikan kecocokan antara informasi korban sebelum meninggal dengan hasil pemeriksaan forensik yang dilakukan.
Di sisi lain, Polda Papua turut mengerahkan tim Laboratorium Forensik untuk menyelidiki jenis bahan peledak yang menyebabkan insiden tersebut.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik bom yang meledak dan mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua masih melakukan sterilisasi di lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan area tempat kejadian perkara (TKP) benar-benar aman dari kemungkinan adanya bahan peledak lain yang masih tersisa.
Upaya pencarian korban juga terus berlangsung. Tim SAR gabungan hingga kini masih berusaha menemukan tiga orang yang dilaporkan hilang di sekitar perairan lokasi kejadian.
Proses pencarian di area utama ledakan masih terkendala karena kondisi TKP yang belum sepenuhnya aman untuk dimasuki.
Sebagai informasi, ledakan bom peninggalan Perang Dunia II tersebut terjadi di kawasan permukiman warga di Biak Numfor pada Minggu (31/5).
Peristiwa tragis itu mengakibatkan enam orang meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Editor : Tina Mamangkey