RADARPAPUA - Para ilmuwan yang sedang mempelajari patung-patung terkenal di Pulau Paskah setelah kebakaran tahun lalu, menemukan patung moai baru di dasar danau kering di pulau Rapa Nui, Chili. Patung ini menambah daftar hampir 1.000 patung monolitik di pulau tersebut.
Patung ini relatif kecil, hanya setinggi 1,6 meter (5,2 kaki), dibandingkan dengan beberapa patung lainnya yang bisa mencapai 22 meter (72 kaki). Patung ini ditemukan oleh peneliti dari Universitas Chile dan Universitas O’Higgins.
Baca Juga: Bukti Manusia dan Dinosaurus Hidup Bersama? Temuan Ini Membingungkan Ilmuwan!
Salvador Atan Hito, wakil presiden komunitas adat Ma’u Henua yang mengelola harta arkeologi Rapa Nui, mengatakan mungkin akan ditemukan lebih banyak patung di danau kering yang berada di pusat kawah gunung berapi Rano Raraku.
Menurut Atan, patung ini “dalam kondisi baik, meski ada sedikit keausan dari waktu, erosi, dan air, tapi bentuk dan cirinya masih sangat terlihat.”
"Penemuan ini sangat bersejarah untuk generasi baru," tambahnya.
Baca Juga: Temukan Rahasia Tersembunyi Spinosaurus: Dinosaurus Pemangsa Terbesar yang Pernah Ada!
Sekitar 400 dari 1.000 patung moai di pulau itu berada di dalam kawah gunung berapi atau di lereng luarnya, dan sisanya tersebar di sekitar pulau seluas 160 kilometer persegi (60 mil persegi).
Beberapa patung moai diketahui terkubur di bawah permukaan tanah, namun dibiarkan di tempatnya. Patung yang baru ditemukan ini belum pernah dicatat sebelumnya, kata Atan.
Baca Juga: Penemuan Fosil Naga Laut Ichthyosaurus Raksasa di Inggris yang Memukau! Lihat Ukuran dan Fakta Mencengangkan!
Patung-patung ini mewakili nenek moyang komunitas Rapa Nui dan berperan melindungi anggota komunitas, sehingga mereka ditempatkan menghadap ke dalam dari laut, jelas Atan.
Rapa Nui, yang berjarak 3.700 kilometer (2.300 mil) dari daratan, dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1995. Pada tahun 2019, namanya diubah menjadi “Rapa Nui-Pulau Paskah” dari nama sebelumnya Pulau Paskah. (*)
Editor : Richard Lawongan