Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Mengurai Penyebab Kepunahan Burung: Temuan Studi Terbaru

Richard Lawongan • Kamis, 28 November 2024 | 19:07 WIB
Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

 

RADARPAPUA - Sejak tahun 1500, sebanyak 216 spesies burung telah punah, dan studi terbaru dari para ahli biologi Universitas Utah mengidentifikasi karakteristik yang meningkatkan risiko kepunahan. Penelitian yang diterbitkan dalam Avian Research ini menemukan bahwa spesies burung endemik pulau, tidak bisa terbang, bertubuh besar, bersayap runcing, dan memiliki ekosistem khusus adalah yang paling rentan punah.

Studi yang dipimpin oleh Kyle Kittelberger ini mencatat bahwa burung endemik pulau memiliki risiko tertinggi. Pulau-pulau Pasifik, termasuk Hawaii, menjadi episentrum kepunahan ini. Dari 216 spesies yang punah, 87% berasal dari pulau, dengan 34 spesies dari Hawaii saja. Famili burung Rallidae dan Mohoidae paling terpengaruh, di mana Mohoidae sepenuhnya punah. Misalnya, Kauai O’o (Moho braccatus) yang terakhir terlihat pada tahun 1987.

Karakteristik mengejutkan yang ditemukan adalah hubungan bentuk sayap dengan waktu kepunahan. Burung bersayap runcing, yang secara teori memiliki kemampuan terbang lebih baik, justru lebih cepat punah dibandingkan burung bersayap bundar. Analisis menunjukkan burung bersayap runcing cenderung hidup di pulau, di mana perubahan lingkungan membuat mereka lebih rentan terhadap gangguan, seperti spesies invasif.

Sebanyak 45% spesies punah merupakan pemakan serangga, sedangkan 20% tidak bisa terbang. Ukuran tubuh besar juga menjadi faktor penting, karena burung-burung besar lebih sering menjadi sasaran perburuan manusia, seperti Dodo dan Great Auk. Selain itu, spesies dengan spesialisasi ekologi memiliki keterbatasan adaptasi, sehingga tidak mampu bertahan saat habitat atau sumber makanan mereka terganggu.

Meskipun tingkat kepunahan menurun sejak tahun 1990-an, jumlah spesies burung yang terancam meningkat. Penelitian ini menjadi panduan penting bagi upaya konservasi burung, terutama bagi 1.314 spesies yang saat ini berisiko tinggi punah. Dengan memahami pola kepunahan, langkah-langkah strategis dapat diterapkan untuk melindungi keragaman burung di masa depan.(aj)

 

Editor : Richard Lawongan
#Burung #Kepunahan #penelitian #konservasi #ekologi #pulau Pasifik