Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penelitian Dasar Laut Santorini Menguak Dampak Letusan Dahsyat

Prisilia Rumengan • Sabtu, 15 Maret 2025 | 19:41 WIB

Ilustrasi penelitian di dasar laut (canva.com)
Ilustrasi penelitian di dasar laut (canva.com)

RADARPAPUA - Studi geologi bawah laut semakin membuka wawasan tentang letusan dahsyat di masa lalu yang berdampak besar pada peradaban manusia.

Salah satu yang menjadi fokus penelitian adalah letusan besar di Santorini, yang diyakini berkontribusi pada kehancuran peradaban Minoa di Kreta.

Santorini, yang kini dikenal dengan pemandangan indahnya, dulunya merupakan lokasi bencana vulkanik besar.

Para ilmuwan geologi kelautan mulai memetakan dasar laut untuk mengungkap volume letusan tersebut.

Ahli geologi Evi Nomikou menjelaskan bahwa aliran piroklastik akibat letusan ini dapat bergerak seperti badai dan mencapai suhu hingga 1.000 derajat Celsius, cukup untuk menghancurkan apa pun yang dilaluinya.

Selain itu, letusan ini juga memicu tsunami besar yang melanda wilayah Kreta. Dinding air setinggi sepuluh meter bergerak cepat ke daratan, menghancurkan pemukiman di sepanjang pantai.

Para peneliti menduga peristiwa ini berkontribusi pada melemahnya ekonomi, kegagalan panen, serta kejatuhan peradaban Minoa.

Penelitian dasar laut juga menemukan sisa-sisa arkeologi yang mengungkap bagaimana masyarakat saat itu mencoba bertahan.

Amfora yang ditemukan di bangkai kapal menunjukkan adanya perdagangan anggur, salah satu komoditas utama di zaman Yunani Kuno.

Selain itu, para arkeolog menemukan bukti bahwa kapal-kapal kuno sering tenggelam akibat desain dek terbuka yang membuat air dengan mudah masuk saat badai menerjang.

Studi tentang letusan bawah laut juga berlanjut di kawasan Teluk Napoli, yang ternyata merupakan bagian dari sistem gunung berapi besar.

Para ilmuwan menemukan indikasi bahwa pergerakan magma di bawah laut menyebabkan naik dan turunnya daratan seiring waktu.

Jika terjadi letusan besar, dampaknya bisa sangat merusak bagi wilayah sekitar.

Dengan semakin majunya teknologi pemetaan bawah laut, para ilmuwan berharap dapat memahami pola letusan gunung berapi di masa lalu dan memprediksi potensi bencana di masa depan.

Studi ini tidak hanya mengungkap sejarah geologi, tetapi juga memberikan wawasan tentang bagaimana letusan dahsyat dapat membentuk peradaban manusia.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#peradaban Minoa #tsunami Santorini #geologi kelautan #Letusan bawah laut #penelitian dasar laut