Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Ritual Lampu dan Mangkuk: Misteri Kanaan yang Mengakar dari Mesir Kuno

Prisilia Rumengan • Selasa, 22 Juli 2025 | 12:51 WIB

Sebuah lampu yang ditaruh dalam mangkuk pada hari Azekah
Sebuah lampu yang ditaruh dalam mangkuk pada hari Azekah

RADARPAPUA - Sejak penggalian modern dimulai di wilayah Kanaan akhir abad ke-19, para arkeolog kerap menemukan benda yang sama: satu lampu tanah liat kecil terselip di antara dua mangkuk, terkubur rapi di bawah lantai bangunan kuno. Temuan ini dikenal sebagai foundation deposit, atau persembahan dasar fondasi.

Tradisi ini ditemukan di kuil, istana, bahkan rumah pribadi dari zaman Perunggu Akhir hingga zaman Besi Awal. Namun maknanya lama menjadi misteri—bahkan pernah dianggap simbol pengganti kurban anak oleh para arkeolog awal.

Penelitian terbaru dari Universitas Tel Aviv akhirnya memberi titik terang. Tim ilmuwan menganalisis ratusan temuan dan melakukan uji residu dan pemakaian pada lampu dan mangkuk tersebut. Hasilnya menguatkan teori bahwa praktik ini terkait erat dengan kehadiran kolonial Mesir di tanah Kanaan.

Ritual ini muncul sekitar abad ke-13 hingga ke-12 SM, masa ketika Firaun seperti Ramses II menguasai kota-kota Kanaan. Temuan lampu-mangkuk tersebar di daerah yang pernah jadi pangkalan Mesir, seperti Beit Shean dan pesisir antara Gaza hingga Jaffa.

Di Mesir sendiri, ritual serupa juga dikenal: benda-benda seperti amulet, tembikar, dan alat kerja dikubur di fondasi bangunan sebagai perlindungan spiritual. Masyarakat Kanaan tampaknya mengadopsi tradisi itu, namun memodifikasinya sesuai keyakinan lokal—menjadikannya campuran budaya antara penjajah dan penduduk asli.

Yang menarik, alat yang digunakan dalam ritual awal biasanya baru—lampu tanpa jelaga dan mangkuk bersih. Namun saat tradisi ini dihidupkan kembali 300 tahun kemudian, pada abad ke-9 SM, benda bekas pakai pun mulai digunakan sebagai persembahan.

Mungkin kita takkan pernah tahu pasti makna spiritual di balik lampu dan mangkuk ini, karena tulisan Kanaan kuno yang tersisa sangat sedikit. Namun para arkeolog percaya simbol ini mencerminkan harapan akan terang dan kelimpahan bagi rumah baru—sebuah harapan yang sangat manusiawi, lintas zaman.(aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#Kanaan #Fondasi #Mesir kuno #arkeologi #ritual kuno