RADARPAPUA - Warna biru sakral dalam budaya Maya kembali menarik perhatian ilmuwan. Dalam studi terbaru yang dipublikasikan di Ancient Mesoamerica (2025), Dr. Dean Arnold dan timnya menemukan bahwa palygorskite, komponen utama dari pigmen Maya Blue, di situs Buenavista del Cayo, Belize, ternyata ditambang dari Sacalum, lebih dari 375 km jauhnya.
Maya Blue, campuran indigo dan palygorskite, terkenal karena ketahanannya terhadap cuaca dan waktu. Pigmen ini ditemukan di berbagai artefak keagamaan dan sering diasosiasikan dengan ritual persembahan, kesuburan, air, dan dewa hujan Chaac. Fray Diego de Landa bahkan mencatat bahwa korban manusia dan altar persembahan dicat biru saat upacara.
Penemuan di Buenavista—sebuah pusat kecil namun penting di Lembah Sungai Belize—menunjukkan bahwa komponen sakral ini bukan hasil produksi lokal, melainkan dibawa dari tambang jauh, kemungkinan melalui jalur laut pesisir utara Semenanjung Yucatán hingga muara Sungai Belize, lalu menyusuri sungai ke pedalaman.
Menurut peneliti Joseph Ball, penggunaan rute laut jauh lebih aman dan efisien dibanding jalur darat yang penuh konflik antar-politi Maya. “Wilayah dataran rendah Maya pada era Klasik Akhir penuh dengan perang brutal. Pembawa barang berharga seperti Maya Blue akan lebih aman menempuh jalur laut,” jelasnya.
Menariknya, pengetahuan tentang cara membuat Maya Blue diyakini sangat terbatas, hanya diketahui oleh seniman istana atau anggota bangsawan non-pemimpin. Hal ini menunjukkan nilai esoterik dan religius tinggi dari warna biru dalam konteks Maya.
Penelitian ini juga memperkuat teori bahwa situs kecil pun dapat memiliki peran penting dalam jaringan ritual dan perdagangan regional. Tim peneliti selanjutnya akan mengeksplorasi apakah situs lain juga mendapatkan palygorskite dari tambang yang sama, atau apakah terdapat lebih banyak jalur distribusi tersembunyi.(aj)
Editor : Richard Lawongan