RADARPAPUA - Aardvark, mamalia asli Afrika, sering kali disangka berkerabat dengan trenggiling karena bentuk tubuh dan moncongnya yang panjang.
Padahal, hewan ini justru berada dalam kelompok mamalia yang sama dengan gajah Afrika. Tubuhnya kuat dengan leher pendek, punggung melengkung, dan kaki belakang yang lebih panjang dibanding kaki depan.
Telinga panjang berbentuk tabung yang dapat dilipat, ekor meruncing berotot, serta cakar depan yang besar menjadi ciri khasnya.
Aardvark dikenal sebagai penggali ulung. Mereka membuat liang besar untuk berlindung dari predator.
Saat beristirahat, aardvark menutup hampir seluruh pintu masuk liang, menyisakan lubang kecil di bagian atas, lalu menggulung tubuhnya rapat.
Uniknya, mereka sering menggali liang baru, dan liang yang ditinggalkan biasanya dimanfaatkan hewan lain. Hal ini membuat aardvark dianggap sebagai salah satu spesies kunci dalam ekosistem.
Perilaku mereka cenderung menyendiri dan jarang berinteraksi, bahkan disebut sedikit antisosial. Aardvark hanya berkumpul ketika musim kawin tiba. Meski aktif di malam hari, terkadang mereka keluar di siang hari untuk berjemur.
Dengan penglihatan yang terbatas, mereka selalu berhati-hati saat keluar dari liang, berdiri diam di pintu masuk selama beberapa menit sebelum melompat maju untuk memastikan tidak ada bahaya.
Makanan utama aardvark adalah rayap. Hewan ini berpindah dari satu gundukan rayap ke gundukan lainnya, menghancurkannya dengan cakar kuat. Rayap kemudian dijilat menggunakan lidah panjangnya yang bisa mencapai 30 sentimeter, dilapisi air liur kental yang lengket.
Kemampuan penciumannya yang tajam membuat mereka mampu mendeteksi keberadaan rayap, bahkan di luar gundukan.
Sesekali, mereka menempelkan moncong ke lubang gundukan dan menghisap rayap dengan cepat.
Dengan tubuh yang tangguh, perilaku unik, dan peran penting dalam menjaga keseimbangan alam, aardvark menjadi salah satu mamalia Afrika yang paling menarik untuk dipelajari.
Meski jarang terlihat karena sifatnya yang soliter, hewan ini memberi kontribusi besar bagi kehidupan hewan lain melalui liang yang mereka tinggalkan.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan