RADARPAPUA - Kekaisaran Romawi terkenal dengan para kaisarnya yang penuh ambisi, strategi, dan juga konflik.
Namun, dari sekian banyak kaisar yang pernah memimpin, ada satu yang berhasil berkuasa paling lama.
Kaisar ini mampu bertahan memimpin meski penuh tantangan politik, perang, dan juga intrik istana.
Menurut LiveScience, kaisar yang memegang rekor terlama adalah Augustus, pendiri Kekaisaran Romawi.
Augustus memerintah selama lebih dari 40 tahun, tepatnya dari 27 SM hingga 14 M.
Lama pemerintahannya membuatnya dikenang sebagai sosok penting yang membentuk masa depan Romawi.
Sebelum menjadi kaisar, Augustus dikenal dengan nama Gaius Octavius atau singkatnya Octavian.
Ia adalah keponakan sekaligus anak angkat dari Julius Caesar, tokoh besar Romawi yang dibunuh pada tahun 44 SM.
Setelah kematian Julius Caesar, terjadi perang besar untuk memperebutkan kekuasaan di Romawi.
Octavian akhirnya keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Mark Antony dan Cleopatra dalam perang besar di Actium.
Kemenangan itu membuka jalan baginya untuk menjadi penguasa tunggal Romawi, mengakhiri masa Republik yang penuh konflik.
Sebagai kaisar, Augustus membawa stabilitas politik setelah berabad-abad Romawi dilanda perang saudara.
Ia memperkenalkan sistem pemerintahan baru yang dikenal dengan Principatus, atau kepemimpinan seorang “princeps”.
Meski terlihat seperti sistem republik, sebenarnya kekuasaan penuh ada di tangan Augustus.
Selain stabilitas politik, Augustus juga berhasil memperluas wilayah Romawi ke berbagai penjuru Eropa, Afrika, dan Asia.
Masa pemerintahannya dikenal dengan istilah Pax Romana, yaitu periode damai dan makmur di Kekaisaran Romawi.
Selama masa ini, perdagangan berkembang pesat, seni dan arsitektur maju, serta infrastruktur dibangun besar-besaran.
Augustus juga terkenal dengan proyek pembangunan seperti jalan raya, jembatan, dan monumen megah di Roma.
Namun, kekuasaannya bukan tanpa tantangan, karena ia tetap harus menghadapi pemberontakan dan ancaman di perbatasan.
Walaupun begitu, kepemimpinannya tetap menjadi salah satu yang paling dihormati dalam sejarah dunia.
Setelah meninggal pada tahun 14 M, Augustus meninggalkan warisan besar yang diteruskan oleh para penerusnya. (aak)
Editor : Richard Lawongan