Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Porsche Macan Electric: SUV Kelas Premium yang Siap Jadi EV Terbaik Porsche

Prisilia Rumengan • Kamis, 20 November 2025 | 12:25 WIB

Ulasan Porsche Macan Electric 2025: Pilihan yang jelas ketika anggaran memungkinkan
Ulasan Porsche Macan Electric 2025: Pilihan yang jelas ketika anggaran memungkinkan

RADARPAPUA - Porsche mungkin dikenal lewat Taycan, tetapi untuk pasar massal, Macan adalah kuncinya. Sebagai SUV terlaris Porsche di AS, hadirnya Macan Electric menjadi langkah besar menuju elektrifikasi tanpa meninggalkan versi bensinnya yang tetap dijual berdampingan.

Dari segi teknologi, Macan Electric benar-benar berbeda. Dibangun di atas platform baru PPE, ia hadir dalam berbagai pilihan tenaga mulai dari motor tunggal 355 hp hingga Macan Turbo Electric bertenaga 630 hp. Bahkan model dasar mampu mencapai 0–100 km/jam dalam 5,4 detik.

Desainnya sekilas mirip Tesla Model Y, namun karakter Porsche tetap terasa. Suspensi udara adaptif memungkinkan mobil merendah untuk efisiensi atau naik 1,6 inci untuk kebutuhan medan ringan. Baterai 100 kWh memberi jarak tempuh EPA hingga 315 mil, angka yang mudah dicapai dalam penggunaan harian.

Masuk ke kabin, suasana modern langsung terasa melalui layar lengkung 12,6 inci dan layar tengah 10,9 inci yang mendukung CarPlay Ultra dan Android Auto nirkabel. Dukungan antarmuka Porsche yang bersih membuat navigasi menu terasa natural dan cepat.

Untuk ukuran SUV 5.000 pon, Macan Electric mengejutkan lewat kelincahannya. Mode Sport memberi respons kemudi cepat dan stabilitas tinggi di tikungan. Namun, bobot besar membuatnya sedikit bergoyang di jalan bergelombang dan akselerasi di kecepatan tinggi terasa kurang agresif dibanding Porsche lain.

Meski demikian, ada kekurangan besar: Porsche tetap menolak menghadirkan one-pedal driving. Tidak ada regenerasi saat melepas pedal gas, membuat pengalaman berkendara EV terasa kurang lengkap. Ruang belakang yang agak sempit juga menjadi catatan lain.

Namun secara keseluruhan, Macan Electric menawarkan performa, kenyamanan, dan teknologi yang membuatnya lebih unggul daripada versi bensin. Dengan selisih harga sekitar $10.000, peningkatan pengalaman yang diberikan terasa layak bagi mereka yang masuk dunia EV premium.(aj)

 
 
 
Editor : Prisilia Rumengan
#Otomotif #EV #porsche #Teknologi #mobil