Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Studi DNA di Shimao Shaanxi Tiongkok Temukan Mayoritas Tengkorak Korban Ritual Berasal dari Laki Laki Lokal

Prisilia Rumengan • Senin, 6 April 2026 | 08:07 WIB
makam elit di situs Zhaishan di Tiongkok, menunjukkan penghuni makam laki-laki dan korban perempuan yang dikorbankan (credit: IVPP/CAS)
makam elit di situs Zhaishan di Tiongkok, menunjukkan penghuni makam laki-laki dan korban perempuan yang dikorbankan (credit: IVPP/CAS)

 

RADARPAPUA - Penemuan mengejutkan datang dari penelitian terbaru terhadap praktik pengorbanan manusia di kota kuno Shimao, Provinsi Shaanxi, Tiongkok. Para arkeolog mengungkap bahwa sebagian besar korban dalam lubang tengkorak di gerbang kota ternyata adalah laki-laki, sebuah fakta yang bertolak belakang dengan asumsi sebelumnya.

Temuan ini berasal dari studi ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Nature pada 26 November. Para peneliti melakukan analisis DNA terhadap puluhan kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Shimao dan kota-kota satelit di sekitarnya.

Fokus utama penelitian adalah untuk memahami struktur sosial dan hubungan kekerabatan masyarakat Neolitik yang mendiami wilayah tersebut sekitar 2300 hingga 1800 SM.

Shimao sendiri merupakan kota kuno yang cukup besar dengan luas sekitar 4 kilometer persegi. Situs ini dilengkapi dengan tembok batu, piramida bertingkat, area kerajinan, serta dua kompleks pemakaman yang menunjukkan tingkat peradaban yang maju pada masanya.

Dalam wawancara melalui pernyataan resmi Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, para peneliti menjelaskan bahwa terdapat dua jenis praktik pengorbanan manusia di Shimao.

Pertama adalah pengorbanan dengan cara pemenggalan kepala, di mana tengkorak korban dikumpulkan dan dikuburkan di lubang khusus dekat gerbang kota. Kedua adalah pengorbanan dalam pemakaman elit, yang umumnya melibatkan perempuan berstatus sosial rendah.

Namun, hasil analisis DNA terbaru mengungkap fakta yang tidak terduga. Dari sampel tengkorak yang ditemukan di lubang dekat Gerbang Timur atau Dongmen, sembilan dari sepuluh korban ternyata berjenis kelamin laki-laki. “Temuan ini menunjukkan tidak adanya bias perempuan dalam praktik ini, berbeda dengan laporan sebelumnya,” ungkap tim peneliti.

Lebih lanjut, para peneliti juga menemukan bahwa para korban laki-laki tersebut memiliki garis keturunan yang sama dengan individu yang dimakamkan dalam kompleks elit. Hal ini menandakan bahwa mereka bukanlah orang luar atau tawanan, melainkan bagian dari komunitas yang sama.

Perbedaan ini memperlihatkan adanya struktur sosial dan ritual yang kompleks dalam masyarakat Shimao. Praktik pengorbanan tampaknya tidak dilakukan secara acak, melainkan memiliki fungsi tertentu berdasarkan lokasi dan tujuan ritual. Pengorbanan perempuan dalam pemakaman kemungkinan berkaitan dengan penghormatan terhadap leluhur atau elit, sementara pengorbanan laki-laki di gerbang kota diduga terkait dengan ritual pembangunan atau perlindungan kota.

Meski demikian, alasan pasti di balik pembagian peran berdasarkan gender ini masih belum dapat dipastikan. Para peneliti menyebut bahwa temuan ini membuka peluang baru untuk memahami dinamika sosial dan kepercayaan masyarakat kuno di Tiongkok.

Penelitian ini tidak hanya memberikan wawasan baru tentang praktik ritual masa lalu, tetapi juga menunjukkan bagaimana teknologi modern seperti analisis DNA dapat mengubah pemahaman sejarah secara signifikan.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#penemuan #China kuno #arkeologi