RADARPAPUA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mimika tengah mengalami penyesuaian. Sebanyak 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN), kini sedang menjalani proses pembenahan agar dapat kembali melayani masyarakat.
Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Mimika, Emanuel Kemong, menjelaskan bahwa perbaikan difokuskan pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta pemenuhan standar lingkungan sesuai ketentuan BGN.
“Saat ini sedang dalam proses perbaikan IPAL, kalau sudah selesai berarti sudah bisa jalan,”kata Emanuel yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Mimika.
Ia menambahkan, pihaknya akan kembali melakukan pengecekan ke lokasi dapur-dapur MBG tersebut dalam waktu dekat guna memastikan progres perbaikan berjalan sesuai target.
“Minggu depan kita cek lagi, kalau sudah jadi maka sudah bisa jalan memberikan pelayanan makan bergizi gratis,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Regional BGN wilayah Papua Tengah, Nalen Situmorang, menyebutkan bahwa dari total 11 SPPG yang sempat dihentikan, baru satu unit yang telah dinyatakan memenuhi syarat dan kembali beroperasi.
“ Jadi dari 11 SPPG yang ditutup sementara di Mimika baru satu sudah dibuka kembali, yang lain belum,” ujarnya.
Artinya, masih terdapat 10 dapur MBG lainnya yang saat ini terus dibenahi agar sesuai dengan standar operasional dan persyaratan administrasi yang ditetapkan dalam program tersebut.
Program MBG sendiri mulai berjalan di Mimika sejak Juli 2025, dengan total 18 dapur yang tersebar di sejumlah distrik di Kota Timika. Namun, dalam pelaksanaannya, lebih dari separuh dapur harus dihentikan sementara karena belum memenuhi standar yang ditetapkan.
Pada pertengahan April 2026, tim Satgas MBG bersama BGN telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan evaluasi terhadap dapur yang dihentikan serta memantau tujuh dapur lainnya yang masih beroperasi.
Dapur yang tetap berjalan dinilai telah memenuhi seluruh persyaratan, baik dari sisi teknis maupun administrasi. Tujuh SPPG tersebut tersebar di Distrik Mimika Baru (lima unit), Distrik Wania (satu unit), dan Distrik Kuala Kencana (satu unit).
Dengan tambahan satu dapur yang kini kembali beroperasi, total SPPG aktif di Mimika menjadi delapan unit. Sementara itu, 10 dapur lainnya masih dalam tahap perbaikan untuk memenuhi standar BGN.
Saat ini, layanan MBG di Mimika masih terfokus di wilayah Kota Timika. Sementara kawasan pinggiran, pesisir, dan pegunungan belum sepenuhnya terjangkau oleh program tersebut.
Diharapkan, setelah seluruh proses perbaikan rampung, cakupan layanan MBG bisa diperluas sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan asupan gizi untuk mendukung tumbuh kembang dan proses belajar mereka. (an)
Editor : Tina Mamangkey