Museum Holocaust Satu-satunya di Asia Tenggara Ada di Sulut
Administrator• Jumat, 28 Januari 2022 | 13:28 WIB
Pendiri sekaligus Presiden Holocaust Shaar Hashamayim Synagogue, Mr Yaakov Baruch (Toar Palilingan Jr)RADARPAPUA.ID - Museum Holocaust Shaar Hashamayim Synagogue Minahasa, di Kelurahan Rerewokan, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut, Kamis (27/01/2022), diresmikan. Museum ini berdiri di Indonesia, negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia. Satu-satunya di Asia Tenggara. "Museum Holocaust ini satu-satunya di Asia Tenggara dan kedua di Asia. "Museum ini dirancang untuk permanen, dan akan diisi dengan barang material yang lebih dari sekedar gambar. Dan di kemudian hari kita akan isi dengan barang-barang artefak bersejarah yang terikat dengan Holocaust. Seperti Gulungan Toubat yang selamat dari Holocaust, Piyama orang Yahudi, seragam Nazi dan barang bersejarah lainnya, untuk ditunjukkan bahwa Holocaust ini pernah terjadi. Dan itu fakta bukan hoax,” urai Pendiri sekaligus Presiden Holocaust Shaar Hashamayim Synagogue, Mr Yaakov Baruch (Toar Jr Palilingan, red). Dijelaskannya, tujuan pembangunan museum ini, untuk menunjukan kepada masyarakat Indonesia yang masih menyangkal dengan keberadaan Holocaust, bahwa ini pernah terjadi. “Kenapa harus diperingati? Karena segala macam bentuk pembantai, kebencian dan rasisme itu tidak bisa benar. Entah itu kebencian terhadap orang Yahudi, Islam, Kristen dan agama lain itu tidak benar. Dan itu harus diperangi karena itu musuh kita bersama, baik rasisme atau kebencian,” kata Rabi Yaakov. Lanjutnya, dibangunnya Museum Holocaust ini, untuk mengedukasi masyarakat Indonesia supaya tidak ada lagi hidup dalam sekat-sekat. “Kiranya sekat-sekat ini bisa dihancurkan dan kita hidup bersama dalam lingkar Negara Kesatuan Republik Indonesia,” harapnya. Ditambahkannya pula, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan tanggal 27 Januari sebagai Peringatan Hari Holocaust Internasional. “Jadi, setiap tahun PBB meminta corps diplomatik atau para kedutaan besar untuk merayakan korban Nazi setiap tanggal 27 Januari. Karena 70 tahun lalu, ada pembebasan kamp konsentrasi Auschwitz oleh Tentara Merah (Amerika dan Rusia) pada tahun 1945,” kuncinya. (ler/gnr) Editor : Administrator