RADARPAPUA.ID- Mini, produsen mobil berbasis di Inggris, kembali menciptakan getaran dalam industri otomotif, bukan hanya dalam perencanaan produknya, tetapi juga dalam persaingan global. Salah satu langkah signifikan yang diambil oleh Mini adalah memindahkan sebagian produksinya ke Tiongkok melalui kemitraan dengan Great Wall Motor (GWM), sambil tetap mengamankan akar-akarnya di Inggris dengan investasi besar sekitar USD 645 juta atau sekitar Rp 9,9 triliun.
Dilaporkan oleh InsideEVs, Great Wall Motor akan menjadi produsen Mini Cooper tiga pintu dan Aceman melalui kemitraan ini. Kendaraan-kendaraan ini akan diproduksi di Zhangjiagang, sebuah kota yang strategis terletak di sepanjang Sungai Yangtze, memudahkan proses ekspor.
Produksi model tiga pintu akan dimulai di Tiongkok pada akhir tahun ini. Ini bukan sekadar upaya penghematan biaya, tetapi merupakan strategi untuk menghadapi masa depan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV).
Sementara itu, investasi baru-baru ini oleh BMW Group di fasilitas Mini di Inggris menegaskan komitmen Mini untuk menjaga warisan merek Inggris yang tetap kuat. Pada tahun 2026, model listrik tiga pintu dan Aceman juga akan diproduksi di Inggris.
Mini telah menetapkan tujuan hanya memproduksi kendaraan listrik di pabriknya di Oxford pada tahun 2030, menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap tempat kelahirannya.
Kemitraan dengan Great Wall Motor di Tiongkok tampaknya menjadi langkah cerdas, bahkan jika hanya bersifat sementara untuk meningkatkan produksi dengan cepat. Ini memungkinkan Mini menggabungkan efisiensi manufaktur Tiongkok dengan warisan dan inovasi Inggris.
Baca Juga: Ratusan Ribuan Tenaga Honorer di Kementerian Agama Menunggu Perubahan Status
Strategi hybrid ini terbukti sangat penting karena Mini berusaha untuk memainkan peran sentral dalam pasar kendaraan listrik tanpa mengorbankan identitas uniknya. Namun, masih belum jelas apakah upaya di Tiongkok ini hanya merupakan langkah awal.
Dengan investasi besar dalam fasilitasnya di Inggris, Mini mungkin melihat kemitraan ini sebagai strategi jangka pendek untuk meningkatkan kapasitas sebelum mengonsolidasikan operasinya kembali di Inggris.
Saat ini, pabrik Mini di Oxford adalah lokasi produksi Cooper SE 2024, meskipun kendaraan ini akan dihentikan secara bertahap seiring dengan diperkenalkannya All-new Hardtop. (jpg)